Posts Tagged 'waktu'

Balada Provider

Saat mulai menulis postingan ini, saya berniat untuk membahas debat capres-cawapres yang berlangsung kemarin. Tapi, saya menduga, Twitter dan Facebook teman-teman pasti sudah dipenuhi oleh komentar tentang debat itu. Jadi, saya rasa saya tidak perlu menambahinya lagi.

Omong-omong, akhir-akhir ini saya dibuat kesal oleh provider internet yang saya pakai. Koneksinya lambat sekali. Saya jadi tidak bisa ngeblog dengan nyaman.

Waktu saya terbuang sia-sia hanya untuk menunggu proses loading yang begitu lama. Hal ini membuat suasana hati saya memburuk sehingga kemudian jadi malas melakukan hal lainnya.

Padahal, dulu saya suka sekali dengan provider yang saya gunakan ini, sebut saja Tri (nama sebenarnya). Bisa dibilang, Tri ini “gue banget”. Continue reading ‘Balada Provider’

Waktu Sungguh Berharga

Kalau pas lagi banyak kerjaan, waktu itu benar-benar berharga, ya. Pada masa-masa tertentu, adakalanya kerjaan terus bertambah setiap hari. Padahal, belum tentu setiap hari itu kita bisa menyelesaikannya. Makanya, sedikit saja waktu terlewat sia-sia, maka itu seperti sebuah bencana. Kerjaan terus menumpuk, deadline juga semakin mepet. Dan hal seperti itu benar-benar bikin pengen nangis…. Continue reading ‘Waktu Sungguh Berharga’

Bangun Siang

Beberapa hari yang lalu, saya berbincang dengan teman-teman kampus yang semuanya sudah lulus. Selama ini kami jarang ketemu langsung, paling-paling bersua di Facebook. Nah, kesempatan berkumpul kali itu kami manfaatkan untuk saling bertukar cerita tentang kesibukan dan aktivitas masing-masing yang saat ini sedang kami jalani. Ada yang sedang menempuh pendidikan jenjang S2, ada pula yang mengais rupiah dengan bekerja.

Nah, salah seorang kawan yang kuliah s2 bercerita bahwa ia bisa bangun siang karena semua kuliah berlangsung pada sore hari. Salah seorang kawan yang lain merasa iri kepadanya, karena aktivitasnya sehari-hari yang begitu padat menuntut ia untuk selalu bangun pagi.

Setelah obrolan selesai, saya merenungkan perbincangan kecil tersebut dalam perjalanan pulang. Saya merasa bahwa sebenarnya kawan yang “tidak bisa bangun siang” itu justru beruntung sehingga tidak perlu iri. Dengan berada dalam kondisi yang menuntutnya untuk selalu bangun pagi, ia jadi bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan efisien, tidak melewatkannya begitu saja dengan tidur. Continue reading ‘Bangun Siang’

Selamat Jalan Saudaraku….

Saya punya adik sepupu, namanya Galih. Dia putra bungsu tante saya. Hubungan kami berdua sangat dekat, karena memang sedari kecil kami sering main bareng. Kebetulan rumah kami memang berdekatan, baik ketika masih di Bekasi dulu, maupun setelah pindah ke Jogja.

Galih masih muda, remaja yang sedang berkembang. Penampilannya keren dan dinamis. Senang olahraga dan bermain musik. Ketika sedang menikmati masa mudanya, tak disangka, pada Januari 2011 lalu, dia mendadak jatuh sakit. Ternyata penyakit yang ia derita nggak main-main, tumor otak. Astaga….

Di rumah sakit, Galih hanya bisa terbaring di kasur, mengaduh kesakitan seraya memegang kepalanya. Saya sungguh nggak tega ngeliatnya…. Pasti dia kesakitan banget, karena setahu saya selama ini dia itu jarang mengaduh, meskipun sedang sakit…. Continue reading ‘Selamat Jalan Saudaraku….’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,793 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter