Posts Tagged 'sepeda motor'

Sepeda Motor

Dulu pada zaman kuliah, saat sedang berada di dalam bus kota, sesekali saya menjumpai truk tronton yang mengangkut puluhan sepeda motor.

Sembari memandangi barisan sepeda motor itu dari balik jendela bus kota, saya sering berkhayal, seandainya saya dikasih satuuuuuuuuuu saja, pasti saya akan sangat bahagia.

Sebuah khayalan yang konyol tentu saja. Orang gila mana yang mau ngasih saya sepeda motor secara cuma-cuma.

Tapi intinya, khayalan itu adalah cerminan tentang betapa besarnya keinginan saya untuk memiliki sepeda motor. Continue reading ‘Sepeda Motor’

Belok Kiri Jalan Terus

Saat sedang berkendara di jalan raya, mungkin kita pernah menemui lampu APILL dengan tulisan ini: belok kiri jalan terus. Jadi meskipun lampu lalu lintas menyala merah, tapi para pengendara yang ingin belok ke kiri tidak perlu berhenti.

Tapi, hak mereka –para pengendara yang bisa langsung belok ke kiri itu– sering terabaikan oleh pengendara lainnya.

Pada perempatan seperti itu, sisi jalan sebelah kiri harusnya kosong sehingga para pengendara yang ingin belok kiri bisa langsung melaju tanpa berhenti. Namun, sisi jalan tersebut sering tertutup oleh para pengendara sepeda motor yang ingin lurus atau belok ke kanan, tapi harus berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah. Continue reading ‘Belok Kiri Jalan Terus’

Licin

Baru beberapa hari yang lalu saya buat postingan tentang hati-hati, eh sabtu malam kemarin (26/10) malah mengalami kecelakaan.

Malam itu saya sedang berada dalam perjalanan pulang naik sepeda motor. Saya sengaja melaju dengan kecepatan sedang, sebab ingin menikmati suasana kota pada malam hari.

Setelah sebelumnya langit terasa mendung, akhirnya hujan turun juga. Jalanan mulai basah, dan tercium bau petrichor yang begitu segar. Continue reading ‘Licin’

Hati-hati

Tadi siang (20/10), saya berhenti di lampu merah dalam sebuah perjalanan. Jalanan benar-benar penuh dengan kendaraan bermotor, salah satunya sebuah truk yang sangat besar. Di depan truk itu ada sebuah mobil, dan di antara keduanya ada jarak 1 hingga 2 meter.

Seorang pengendara sepeda motor menyalip-nyalip kendaraan lain, lalu masuk ke sela-sela/jarak tersebut. Di sana, ia menunggu lampu hijau menyala.

Tak disangka, saat lampu merah berganti hijau, truk besar itu bergerak maju, padahal sepeda motor di depannya belum maju karena masih terhalang mobil di depannya. Truk tersebut tanpa ampun melindas sepeda motor. Untung saja si pengendara motor sudah lebih dulu melompat ke depan sehingga ia selamat. Continue reading ‘Hati-hati’

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Ambarukmo Plaza

Kalau dulu saya pernah bikin postingan tentang cara perpanjang SIM di Ambarukmo Plaza, maka kali ini saya akan membagi cerita tentang pengalaman saya membayar pajak sepeda motor di mal yang sama, tepatnya di Samsat Corner.

Sekarang saya sudah nggak perlu capek-capek antre di Samsat yang biasanya selalu penuh. Saya cukup datang ke Ambarukmo Plaza yang kebetulan letaknya dekat kantor saya. Continue reading ‘Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Ambarukmo Plaza’

Hati-hati Ludah!

Saya merasa akhir-akhir ini banyak pengendara sepeda motor (di kota tempat tinggal saya) yang sering buang ludah sembarangan ketika sepeda motor masih berjalan. Saya beberapa kali melihatnya, dan bahkan hampir menjadi “korban”.

Makanya, sekarang saya lebih berhati-hati lagi ketika mengendarai sepeda motor. Sebisa mungkin saya menghindari posisi berada di belakang agak ke kiri dari pengendara motor yang sedang melaju dengan kecepatan tetap. Karena bisa saja sewaktu-waktu ia membuang ludah ke sebelah kiri tanpa menghentikan sepeda motornya terlebih dahulu.

Yang lebih membuat miris adalah, para pengendara ini seolah-olah tidak peduli apakah di belakangnya ada orang lain atau tidak. Saya pernah melihat yang demikian. Jadi di tengah laju sepeda motor, si pengendara melambatkan lajunya sejenak, lalu buang ludah begitu saja tanpa melihat ke belakang. Ludahnya muncrat ke mana-mana karena memang sepeda motor yang ia kendarai sedang melaju dengan kecepatan yang lumayan. Maaf kalau membuat teman-teman merasa jijik 😀 Continue reading ‘Hati-hati Ludah!’

Motor Pemadam Kebakaran

Di kompleks pemukiman yang padat penduduk, kebakaran menjadi momok yang sangat menakutkan. Nyala api bisa sangat cepat menyebar dan membesar. Apalagi kalau mayoritas rumah terbuat dari kayu, atau perabotan yang ada di dalamnya banyak yang mudah terbakar. Wah, kebakaran yang terjadi bisa sangat besar. Kerugian yang dihasilkan pun bisa tidak terhitung nilainya. Karena itulah peran pasukan pemadam kebakaran sangat vital demi meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.

Seperti yang kita tahu, ukuran mobil pemadam kebakaran bongsor banget, karena berisi ratusan liter air yang akan digunakan untuk memadamkan api. Jadi kalau ada kebakaran di daerah yang sangat padat dan jalan masuknya sempit, tentu pasukan pemadam akan terhambat dan tidak bisa menjalankan tugasnya dengan lancar. Padahal, kasus kebakaran seringnya malah terjadi di daerah-daerah yang sempit dan padat. Belum lagi kalau ada banyak warga yang menonton dan berkerumun di sekitar lokasi kebakaran. Wah, semakin sulitlah menempatkan mobil pemadam kebakaran di lokasi yang paling dekat dengan titik api.

Kesulitan itu mungkin tidak terlalu bermasalah jika selang pemadam sangat panjang seperti belalai milik Bona, si gajah kecil berbelalai panjang. Tapi, hal ini tidak terlalu efektif karena bagaimanapun mobil pemadam tidak bisa jauh-jauh dari lokasi kebakaran demi kelancaran komunikasi antara petugas yang beroperasi di mobil (mengendalikan suplai air) dengan petugas yang terjun langsung ke area sasaran pemadaman api. Continue reading ‘Motor Pemadam Kebakaran’

Motor Saya Mogok!

Kemarin sore saya pergi ke kontrakan temen buat nanya-nanya urusan finishing skripsi dan pendaftaran wisuda. Setelah urusan beres, lanjut mo ke Jambon Resto buat menghadiri acara ultahnya tante saya. Buru-buru banget, karena udah ditelpon, udah pada kumpul. Nah, pas lagi starter motor itu, tiba-tiba aja motor saya ga mau hidup!

Edaan… pas lagi buru-buru gitu malah ngadat. Tapi saya optimis rusaknya ga berat-berat banget, soalnya selama ini emang ga pernah rusak terlalu parah. Paling cuma businya doang aja yg kotor. Langsung deh saya buka busi, bersihin, dan pasang lagi. Standar quick service lah. Trus pas di starter lagi, ternyata masih ga mo hidup! Alamaaak…

ABis itu saya bongkar lagi, pasang lagi. Ga bisa juga. Lalu ganti busi pake yg cadangan. Eh masi tetep ga bisa. Kemudian saya ngecek setrumnya. Wedew…. Ternyata di situ masalahnya. Mesin motor saya ga mengeluarkan setrum. Continue reading ‘Motor Saya Mogok!’

Menyalakan Lampu di Siang Hari

Bagi pengguna sepeda motor, silahkan menyalakan lampu utama di siang hari

Itulah sebait pesan yang disampaikan oleh para polisi lalu lintas di kota yang saya tinggali ini. Setiap pagi, ketika saya mau brangkat ke kampus, pasti selalu ada polisi-polisi yang dengan tekunnya menyosialisasikan pesan itu kepada para pengguna sepeda motor. Saya sih ngikut aja, walaupun terkadang risih karena ga biasa menyalakan lampu sepeda motor di siang hari, hehe…

Kalo ga salah sosialisasi tersebut mulai gencar dilaksanakan saat dan selepas arus mudik dan arus balik (lebaran) kemarin. Tadinya setau saya sih kebijakan itu hanya berlaku khusus untuk para pemudik bersepeda motor. Tapi ternyata sekarang ini juga berlaku untuk yang nggak mudik. Continue reading ‘Menyalakan Lampu di Siang Hari’

Mudik dengan Motor, Berbahaya?

Dalam 10 hari terakhir, jumlah pemudik yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 472 orang (Kompas, 25/9/09).

Woww… banyak banget… Kasian para korban itu. Niat pengen kumpul bareng keluarga besar di kampung, eh malah harus kehilangan nyawa. Suasana yang harusnya bahagia, berubah menjadi duka. Apa boleh buat. Manusia memang boleh berencana, tapi Tuhan jua lah yang menentukan akhirnya…

Berita tentang jumlah pemudik yang tewas itu saya baca di Kompas. Nah, disitu juga dikutip pernyataan salah satu narasumber. Dalam menanggapi tingginya angka kecelakaan, beliau menghendaki agar Pemerintah melarang mudik sepeda motor, tidak hanya sekedar menghimbau. Ditambahkannya juga, sebaiknya para pemudik diarahkan ke angkutan massal, seperti kereta api atau bus.

Pernyataan tersebut mencerminkan suatu anggapan bahwa penyebab tingginya angka kecelakaan adalah karena tingginya pemudik yang menggunakan sepeda motor. Continue reading ‘Mudik dengan Motor, Berbahaya?’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter