Posts Tagged 'sampah'

Bakar

Kalau diperhatikan, ada hal menarik dari orang-orang yang suka membakar sampah.

Sering kali mereka membakar sampah agak jauh dari rumahnya sendiri, tapi malah lebih dekat dengan rumah orang lain atau jalanan umum yang sering dilewati orang-orang.

**** Continue reading ‘Bakar’

Advertisements

Membuang Sampah Pada Tempatnya itu Mudah!

Saat sedang bersepeda beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah mobil yang penumpangnya buang gelas plastik air mineral begitu saja ke jalan lewat jendela. Saya nggak habis pikir, kok bisa, ya? Maksudnya, apakah sebelumnya sama sekali nggak terpikir bahwa sampah itu bisa mengenai orang yang lewat? Apakah nggak merasa sayang jalan yang cukup bersih itu dikotori oleh gelas plastik bekas yang sebenarnya bisa dibuang di tempat sampah?

Saya kira, bagi orang yang (benar-benar) berpendidikan, ada semacam perasaan nggak enak kalau buang sampah ke jalan begitu saja. Selain mengotori jalan, juga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya. Belum lagi bila sampah itu nantinya masuk ke selokan lalu menghambat aliran air. Nah, siap-siap banjir, deh. Padahal tanpa “bantuan” sampah pun, banyak jalan yang memang sering tergenang air bila hujan deras, sebab sistem drainasenya nggak bagus.

Saya pikir kok kayaknya nggak susah ya menyimpan sampah selama beberapa menit sampai menemukan tempat sampah terdekat. Tentu itu sekadar usaha kecil, namun jika diterapkan dengan konsisten, sedikit banyak pasti bisa mengurangi masalah lingkungan. Continue reading ‘Membuang Sampah Pada Tempatnya itu Mudah!’

Saya dan Kantong Plastik Kresek

Sejak beberapa tahun yang lalu, saya sudah meniatkan diri untuk mengurangi “produksi” sampah plastik, khususnya tas plastik kresek. Ya, sekadar mengurangi, karena bila tidak sama sekali, untuk saat ini rasanya tidak mungkin. Nah, salah satu hal yang sering saya lakukan adalah tidak menerima plastik kresek ketika membeli sesuatu, sejauh itu masih memungkinkan.

Lebih jelasnya begini. Setiap kali belanja ke warung, pasti kita sering dikasih “bonus” tas kresek oleh si penjual, kan? Fungsinya tentu saja untuk wadah barang belanjaan. Nah, kalau misalkan barang-barang yang saya beli tidak terlalu banyak dan masih bisa dibawa dengan tangan atau dimasukkan ke dalam kantung jaket, biasanya saya bilang ke penjual supaya nggak usah pake kantong kresek.

Oh iya, terkadang saya juga membawa kantong kresek sendiri. Kalau pun terpaksanya nerima kantong kresek, biasanya saya lipat rapi dan disimpan untuk digunakan di kemudian hari. Continue reading ‘Saya dan Kantong Plastik Kresek’

Robot Raksasa Berbahan Barang Sisa

Bila melihat foto robot raksasa di samping, kita pasti kita jadi teringat dengan robot-robot jagoan yang ada di film Transformers. Tapi, yang ini beda. Robot yang dibuat menyerupai Optimus Prime ini tidak memiliki fungsi mekanik, tidak bisa berbicara, juga tidak bisa berubah wujud menjadi mobil atau truk. Namun, Optimus Prime ini sangat menarik, sebab dibuat dari aneka sampah dan barang sisa/rongsokan.

Robot tersebut kini berada dan dipamerkan di Green Dream Park, Beijing, China. Dikutip dari odditycentral.com, ikon Transformers selain Megan Fox dan Shia LaBeouf ini memiliki tinggi 12 meter dengan total berat mencapai 6 ton. Wow!

Kalau misalkan Optimus bisa bergerak, berjalan, atau paling tidak bisa mengeluarkan suara, pasti akan lebih menarik dan mengagumkan 🙂 Continue reading ‘Robot Raksasa Berbahan Barang Sisa’

Semangat Kerja Tukang Sampah

Setiap pagi, kantor saya dan rumah-rumah sekitarnya selalu didatangi oleh tukang sampah beserta gerobaknya. Pas sampai di kantor, saya sering papasan atau ngeliat mereka. Biasanya sih jam setengah 8 pagi, dan saat itu gerobak mereka sudah penuh dengan sampah. Saya yakin, mereka sudah mulai bekerja dari pagi-pagi sekali. Keliling kompleks untuk mengambil sampah di depan rumah-rumah.

Di dekat rumah saya ada pasar tradisional. Di deket situ ada kotak sampah yang besar sekali, tempat pembuangan sampah-sampah pasar. Masyarakat di desa saya juga banyak yang membuang sampah di situ, termasuk keluarga saya. Area tempat sampah itu bau sekali. Semua jenis sampah tercampur menjadi satu. Di malam hari, biasanya kotak itu sudah penuh. Mungkin jumlahnya mencapai ratusan kilogram. Tapi, kalau siang sudah kosong kembali. Tentu ada yang mengosongkan dan membersihkannya. Siapa lagi kalau bukan tukang sampah. Dan tiap saya berangkat kerja melewati pasar itu, sudah ada beberapa tukang sampah yang sedang bekerja. Tampaknya pekerjaan mereka sudah selesai setengahnya. Pasti mereka sudah memulainya pagi-pagi sekali. Continue reading ‘Semangat Kerja Tukang Sampah’

Kemana Sampah Beling Harus Dibuang?

Tadi pagi ini saya habis mengalami kejadian yang sebenarnya sepele, tapi ternyata begitu membingungkan.

Jadi saat itu pukul 5 pagi, saya sedang jaga warnet. Kemudian seorang Ibu yang rutin membersihkan warnet datang, untuk menunaikan rutinitasnya menyapu lantai dan membersihkan komputer dari debu.

Saat sedang bersih-bersih, ga sengaja beliau menjatuhkan botol kaca softdrink bekas user. Botol itu pun pecah. Karena merasa ga enak, aku segera membantunya untuk membersihkan beling yg berceceran.

Beling-beling itu saya kumpulkan, kemudian saya serok dengan pengki. Setelah benar-benar bersih, belingnya tinggal dibuang saja, jadi ga lagi membahayakan user yg melintas di jalan yg menjadi lokasi pecahnya botol.

Tapi disitulah kebingungan mulai terjadi. Saya tidak tahu harus membuang belingnya kemana. Sebenarnya di depan warnet ada tempat sampah yg isinya setiap pagi selalu dikosongkan oleh petugas yg memang sudah digaji oleh kecamatan setempat. Biasanya sih saya memang membuang sampah-sampah warnet ke situ.

Tapi kemudian saya berpikir sedikit repot. Jika membuang beling tajam ke tempat sampah tersebut, lalu gimana nasib para petugas yg akan mengangkut sampah-sampah itu? Bukankah itu berarti akan sangat membahayakan mereka? Saya ga bisa membayangkan kalo akhirnya ada petugas sampah yg harus tidak bekerja dulu karena kaki atau tangannya terluka tertusuk beling. Itu berarti pemasukan mereka yg mungkin sudah seret akan bertambah seret saja. Kalo gitu kan berarti kehidupan mereka akan semakin sulit. Continue reading ‘Kemana Sampah Beling Harus Dibuang?’

Akan Kemana sampah Elektronik Kita?

tumpukan-sampah-elektronik

tumpukan sampah elektronik

Masyarakat saat ini sudah akrab dengan kebiasaan mengganti barang-barang elektronik seperti komputer, hp, laptop, televisi, atau radio. Namun pernahkah terlintas dalam pikiran kita, akan kemana barang2 bekas yang sudah kita buang itu?

Emang sih sebenarnya kebiasaan mengganti barang elektronik bukan lantas membuang yang lama ke tempat sampah, melainkan dijual ke orang lain. Tapi proses itu tetep akan ada akhirnya, jadi akan selalu menghasilkan apa yang disebut sebagai sampah elektronik (e-waste). Kita selalu tergiur dan terpaku dengan barang2 baru, sehingga yang lama mau tidak mau harus menjadi sampah.

Awalnya sih aku ga terlalu ambil pusing dengan masalah ini, toh paling tingkat volume sampahnya juga ga gede2 banget. Tapi ternyata perkiraanku salah besar. Sampah elektronik di dunia ini luar biasa besarnya. Menurut U. S Environtmental Protection Agency, diperkirakan 30 hingga 40 JUTA komputer (PC) di AS tiap tahun menjadi sampah (National Geographic edisi Januari 2008). Itu baru AS, belon negara2 lainnya seperti misalnya Jepang, China, ataupun Indonesia. Itu juga baru komputer, belon HP, TV, DVD, printer, dsb… Gilaaaa. Bayangin aja betapa besarnya sampah elektronik di dunia ini. Luar binasa… Continue reading ‘Akan Kemana sampah Elektronik Kita?’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,981 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip