Posts Tagged 'rumah'

Karyawan yang Pas

Ada beberapa hal yang membuat saya pusing saat mulai membangun usaha kemarin. Di antaranya adalah mencari rumah untuk dijadikan kantor, menyiapkannya hingga menjadi tempat yang layak untuk bekerja, serta mencari karyawan.

Ternyata mencari rumah yang terjangkau di daerah yang tidak terlalu jauh dari kota luar biasa susah. Apalagi harga tanah/rumah di Yogyakarta ini terkenal mahal, bahkan konon lebih mahal daripada Bekasi dan Bogor.

Tapi beruntung, setelah berminggu-minggu mencari ke sana-kemari, sempat kecewa karena rumah yang diincar ternyata sudah laku, dan sempat sakit hati karena pinjaman yang saya ajukan tidak jadi lolos, akhirnya dapat juga rumah yang cocok. Continue reading ‘Karyawan yang Pas’

Kerja di Rumah atau di Kantor?

Beberapa waktu yang lalu saya berbincang dengan beberapa kenalan yang bekerja sebagai freelancer. Menurut mereka, bekerja di rumah sendiri itu enak. Bebas macet, ngga perlu keluar biaya transportasi, nyaman, bisa meluangkan diri untuk keluarga sewaktu-waktu, dan sebagainya.

Modal mereka untuk bekerja di rumah terbilang sederhana, cukup ruangan kecil, seperangkat komputer, modem atau koneksi internet, serta ponsel. Referensi bisa dicari lewat internet. Kalau mau komunikasi dengan klien, bisa pakai ponsel, bisa juga chatting via YM, GoogleTalk, FB, dan lain-lain. Setiap pekerjaan yang sudah selesai tinggal dikirim via e-mail. Pembayaran diterima lewat transfer bank. Continue reading ‘Kerja di Rumah atau di Kantor?’

Anak Rumahan :D

Bagi saya, kamar adalah segalanya. Di sanalah saya banyak menghabiskan waktu, misalnya merenung, membaca buku, bikin tulisan, chatting dengan pacar, ngeblog (online), nonton televisi, makan, minum, dan lain sebagainya. Walaupun tampaknya membosankan, saya benar-benar menikmati semua itu. Ya, saya memang tergolong kriteria anak rumahan.

Kalau tidak ada acara yang terlalu penting, biasanya saya malas keluar rumah. Saya lebih memilih membaca buku di rumah daripada datang ke acara diskon besar-besaran di mal. Saya juga lebih senang main internet di kamar daripada main gaple atau kartu remi di pos ronda 🙂

Berhubung tidak punya hobi main ke luar rumah, saya jadi jarang ngajak pacar saya jalan-jalan. Selama ini sih lebih banyak dia yang ngajak ke luar. Saya sih senang-senang aja menikmati waktu bersama dia di tempat-tempat tertentu di luar rumah. Hanya memang untuk hal itu saya kurang memiliki inisiatif. Apalagi saya juga tidak terlalu tahu tempat-tempat mana saja di kota saya yang asyik dan menarik untuk dikunjungi. Continue reading ‘Anak Rumahan :D’

Rumah dan Kebun Salak Pasca-erupsi Merapi

Minggu pagi itu (9/11), saya pulang ke rumah. Kebetulan sejak Merapi meletus pada hari Selasa (26/11) yang lalu, saya belum menengok rumah sama sekali. Papi sendiri sih bilang nggak usah pulang dulu, karena keadaan rumah lagi kacau balau. Tapi saya tetap pulang, pengen tahu keadaan rumah dan sekitarnya.

Setelah sampai, di depan rumah lagi ada beberapa warga yang sedang bergotong royong membersihkan jalan beraspal dari pasir dan abu vulkanik Merapi. Kebetulan rumah saya terletak di pinggir jalan raya, dan jalan itu menjadi licin karena tertutup pasir dan abu. Kalau tidak hujan, debu di jalan itu jadi beterbangan nggak karuan sehingga bisa memperpendek jarang pandang serta berbahaya untuk mata dan paru-paru (bila terhirup).

Setelah memarkirkan sepeda motor, saya pun segera masuk ke rumah. Ya ampun, ternyata beneran kacau. Selain mati lampu (sudah tiga hari), bagian dalam rumah juga penuh debu. Genteng kaca yang selama ini  meneruskan cahaya matahari ke dalam rumah di saat siang, kini tertutup pasir sehingga bagian dalam rumah benar-benar gelap. Continue reading ‘Rumah dan Kebun Salak Pasca-erupsi Merapi’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,987 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip