Posts Tagged 'rapat'

Keran Air

Tatkala menumpang shalat di masjid yang saya lewati, sering kali saya mendapati hal yang sangat menjengkelkan, yakni keran di tempat wudhu tidak ditutup dengan rapat sehingga masih mengalirkan air.

Padahal, apa susahnya sih menutup keran dengan sempurna? Yah, setidaknya tidak sesulit melupakan kenangan indah bersama si dia.

Berada di daerah yang mudah air memang bisa membuat kita lupa diri. Padahal, saudara kita di Etiopia sana harus mengorbankan waktu dan tenaga yang luar biasa hanya untuk mendapatkan air seadanya. Continue reading ‘Keran Air’

Advertisements

Buktikan Saja dengan Prestasi

Apakah teman-teman tadi malam (5/3) menonton acara Mata Najwa? Judulnya “Rapor Wakil Rakyat”. Wah, temanya menarik sekali, yakni tentang kinerja DPR.

Selama ini saya sudah kecewa dengan tingkah polah para anggota dewan: banyak ulah, suka menuntut ini-itu, dan memboroskan uang negara.

Bayangkan, gaji mereka itu 18 kali lipat dari pendapatan per kapita negeri kita. Nomor 4 teratas di dunia dalam hal gaji anggota dewan. Tapi, bagaimana dengan kinerja mereka?

Mari kita mulai dari hal yang sederhana dulu, yakni tentang presensi atau kehadiran para anggota DPR dalam sidang. Continue reading ‘Buktikan Saja dengan Prestasi’

Hari Ketiga

Saat itu hari rabu, tanggal 14 April 2010. Kami sarapan dengan menyantap bubur kacang ijo yang sudah disajikan oleh mbak pembantu di meja makan. Agenda saya dan teman-teman di hari itu adalah bertemu dengan beberapa relasi untuk konsultasi tentang masalah-masalah pekerjaan yang kami hadapi selama ini. Seperti biasa, pagi harinya kami ikut briefing para sales dulu. Lagi-lagi ngeliat mereka ditekan oleh supervisor. Tapi bagi mereka yang sudah terbiasa menghadapinya, mungkin itu semua cuma hal yang biasa-biasa aja dan sama sekali bukan tekanan. Toh tampaknya sistem kerja seperti itu justru menguatkan mental mereka sehingga menjadi tahan banting. Ya, kalo saya amati, para sales seperti mereka adalah pekerja keras bermental baja.

Dari pagi sampe siang kami jalan-jalan dulu sambil nunggu salah satu relasi yang katanya akan datang setelah Dzuhur. Tadinya kami mo ke CiTos (Cilandak Town Square), tapi ga jadi karena malas. Kalo saya pribadi emang sengaja menghindari mall, untuk menghindari lapar mata, karena saat itu kantong saya emang lagi kering banget, hehe…. Akhirnya kami Cuma jalan-jalan ke tempat-tempat yang deket aja, sekalian makan siang. Continue reading ‘Hari Ketiga’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,790 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements