Posts Tagged 'produk'

Kasir

Jika teman-teman berkunjung ke Jogja (kota), maka kalian akan merasakan sendiri betapa mudahnya mencari minimarket di sini. Merek minimarketnya beragam. Letak mereka berdekatan, dan bahkan ada beberapa yang saling berhadapan.

Sebagai anak kos, saya cukup terbantu dengan kehadiran toko ritel modern itu. Saya biasa membeli barang kebutuhan sehari-hari di sana, seperti sabun, pasta gigi, detergen, susu instan, air mineral, dan sebagainya.

Nah, kalau sedang berbelanja di minimarket atau supermarket, biasanya saya hanya membeli barang yang dari awal memang sudah ingin saya beli. Makanya saya hampir selalu menolak produk yang ditawarkan oleh kasir ketika saya membayar belanjaan. Sebab, dari awal memang saya tidak berencana untuk membelinya. Continue reading ‘Kasir’

Pesan Berantai

cellphoneTadi siang salah satu keluarga saya mengirim sebuah sms berantai. Isinya peringatan agar berhati-hati dengan sales produk teh cina yang (katanya) akhir-akhir ini sering mendatangi rumah-rumah warga. Sebuah merek disebutkan dalam sms tersebut.

Setelah membacanya, otak saya diliputi berbagai pertanyaan. Kenapa saya harus berhati-hati? Ada apa dengan sales tersebut? Apakah ada yang salah dengan produk yang mereka jual?

Sayang sms itu tidak memuat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Untuk sebuah peringatan, isinya terlalu singkat, hanya menyampaikan pesan untuk berhati-hati tanpa menjelaskan alasannya.

Pembuat sms itu memang bisa saja bermaksud untuk “menyelamatkan” masyarakat dari aksi kejahatan tertentu. Tapi, saya juga melihat kemungkinan lain. Bisa juga ia bertujuan untuk menjatuhkan sebuah produk dalam konteks persaingan usaha. Continue reading ‘Pesan Berantai’

Spanduk Promosi Produk Minimarket

 

Saat sedang berhenti di lampu merah, saya sering kali mengamati keadaan sekitar, mulai dari kendaraan lain yang ikut berhenti, pedagang koran, pengamen, hingga spanduk promosi yang terpajang di berbagai sudut jalan. Nah, beberapa hari yang lalu, saya sempat mengamati sebuah spanduk minimarket, tentang promosi dua produk susu yang dijual dengan harga miring di tempatnya.

Sebenarnya saya sudah sering menemukan spanduk semacam itu. Tapi, baru saat itu saya kepikiran sesuatu. Biaya sewa pasang spanduk di perempatan seperti itu kan mahal, tapi kenapa yang dipromosikan hanya dua produk saja, ya?

Padahal, meski produk itu dijual murah, tapi harganya nggak beda jauh dibanding harga pasar, paling-paling selisih 500-1000 rupiah. Lalu, apa yang diharapkan dari promosi seperti itu? Apa ada orang yang setelah melihat iklan itu, lalu datang ke minimarket tersebut untuk memborong dua produk yang dipromosikan itu? Kalaupun ada pembeli yang memborong, apa nanti keuntungannya bisa menutupi biaya sewa iklan? Continue reading ‘Spanduk Promosi Produk Minimarket’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,795 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter