Posts Tagged 'penulis'

[Resensi Buku] Cinta.

CintaJudul buku ini dibaca dengan kalimat: “cinta dengan titik”. Maksudnya adalah cinta tanpa koma, tanpa ada yang lain setelahnya. Begitulah yang saya baca dari keterangan di bagian sampul.

Pada awal peluncurannya, buku ini mendapat sambutan yang meriah dari para pembaca. Saya mengetahuinya dari media sosial, juga dari teman saya yang bekerja sebagai pemasar buku.

Sepertinya memang begitu setiap kali Bernard Batubara meluncurkan karya barunya. Penulis ini memang memiliki basis pembaca yang cukup kuat.

Buku ini dibuka dengan cerita tentang Nessa yang hendak pulang dari Pontianak ke Yogyakarta naik pesawat terbang. Di dalam pesawat, ia duduk bersebelahan dengan seorang cowok bernama Demas. Mereka kemudian berkenalan. Continue reading ‘[Resensi Buku] Cinta.’

Menjadi Penulis

Dalam halaman prakata di buku What The Dog Saw, Malcolm Gladwell bercerita dengan serius bahwa awalnya ia sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk menjadi seorang penulis. Hal ini tentu saja mengejutkan saya.

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah berkeinginan untuk menjadi menjadi penulis, di kemudian hari bisa menjadi seorang penulis yang sangat cemerlang?

Tapi, begitulah hidup.

Gladwell sebenarnya ingin menjadi seorang pengacara. Karena itulah menjelang lulus kuliah, ia melamar hingga ke delapan belas kantor pengacara. Dan kau tahu, semua kantor itu menolaknya. Continue reading ‘Menjadi Penulis’

[Resensi Buku] Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek

Cerita Cinta_DjenarKembali saya meminjam buku kumpulan cerpen di perpustakaan kota, kali ini karya Djenar Maesa Ayu. Judulnya unik: Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek.

Buku ini memuat 14 cerpen yang dibuat oleh Djenar sepanjang tahun 2004-2005. Seksualitas menjadi unsur yang menonjol dalam hampir semua cerpen itu.

Meski demikian, cerpen-cerpen itu tidak terkesan porno. Malahan tetap terasa indah, sebab dibalut dalam kata-kata yang memesona.

Saya jadi ingat, karya-karya Djenar sering disebut sebagai sastra wangi. Istilah itu merujuk pada karya sastra Indonesia yang ditulis oleh penulis perempuan, yang mana seksualitas menjadi tema dominan. Continue reading ‘[Resensi Buku] Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek’

Belanja Buku Pertama di Tahun 2015

Awal Januari kemarin, toko buku berdiskon di dekat kos saya —Toga Mas, mengadakan event diskon 30 persen untuk semua judul. Kebetulan tahun ini saya punya resolusi untuk membaca lebih banyak buku. Maka pada hari pertama event tersebut dibuka, saya pun langsung menyambangi toko buku yang ramah kantong itu.

Sampai di sana, saya malah bingung sendiri mau beli buku yang mana. Terlalu banyak buku yang ingin saya baca. Akhirnya setelah lelah berkeliling, saya mulai mengambil satu per satu buku yang paling saya minati untuk sekarang ini.

Dan hasilnya adalah tumpukan buku berikut ini. Continue reading ‘Belanja Buku Pertama di Tahun 2015’

[Resensi Buku] Writerpreneurship!

Istilah writerpreneurship pertama kali saya dengar dari Pak Bambang Trim, seorang praktisi penulisan dan perbukuan tanah air. Menurut beliau, writerpreneurship adalah sekumpulan hasrat (passion), ide, dan juga kecakapan melihat peluang dunia tulis menulis.

Setengah berkelakar, beliau menjelaskan bahwa writerpreneur merupakan seorang penulis yang mampu mengubah kertas satu rim seharga Rp30.000 menjadi kertas berisi tulisan seharga Rp30.000.000.

Istilah tersebut kemudian digunakan oleh Dwi Suwiknyo sebagai judul untuk buku yang ditulisnya ini. Saya mendapatkan buku ini secara cuma-cuma dari Mas Dwi yang kebetulan merupakan relasi saya. Sekadar informasi, ia merupakan seorang pemuda yang memilih jalan hidup sebagai penulis penuh waktu. Continue reading ‘[Resensi Buku] Writerpreneurship!’

Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis

Sepertinya saat ini profesi penulis terdengar sangat seksi dan menarik. Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Bahkan, banyak pula orang yang sudah mapan bekerja di perusahaan besar, tapi memutuskan resign untuk kemudian menjadi penulis penuh waktu.

Menulis tidak lagi dijadikan hobi, tapi dijadikan sebagai profesi utama untuk mencari nafkah.

Memang, menjadi penulis sepertinya terhormat sekali. Prestisenya tinggi. Para penulis dianggap sebagai orang yang cerdas. Tapi, jangan salah. Pandangan seperti itu biasanya ditujukan kepada para pekerja profesional yang menulis, bukan penulis profesional penuh waktu. Hal ini berbeda, dan kita harus bisa membedakan keduanya. Continue reading ‘Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis’

[Resensi Buku] Creative Writing

Creative Writing

Lebih baik menghasilkan draf tulisan yang buruk ketimbang hanya merenungi kertas kosong selama berjam-jam (A.S. Laksana).

Begitu membaca kalimat tersebut dalam buku Creative Writing, saya langsung tersentak. Mas Sulak —begitu biasanya A.S. Laksana dipanggil, benar-benar telah menyentil saya.

Selama ini saya memang sangat lambat dalam menulis. Saat sedang menulis, saya terlalu sibuk mengutak-atik tulisan sehingga dalam waktu berjam-jam, jumlah tulisan yang dihasilkan sangat sedikit. Hal ini tentu saja sering membuat saya frustrasi.

Dan saya rasa masalah ini juga sering dialami oleh para penulis pemula lainnya. Selain itu, masih ada lagi masalah lain yang tidak kalah menjengkelkan, di antaranya adalah mudah kalah oleh mood, tidak punya waktu untuk menulis, ide sulit berkembang, tidak tahu mau menulis apa, dan sebagainya. Continue reading ‘[Resensi Buku] Creative Writing’

Perihal Buku dan Penulisnya

Saat sedang jalan-jalan di toko buku, saya melihat ada beberapa buku populer yang ditulis oleh penulis yang bukan merupakan ahli di bidang yang ditulisnya itu. Misalnya, buku tentang kesehatan herbal ditulis oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat di bidang kesehatan herbal. Oh iya, informasi tentang latar belakang penulis ini biasanya bisa dilihat di halaman akhir buku.

Melihat buku seperti itu, sebenarnya saya sempat ragu akan kualitas buku tersebut. Apakah isinya bisa mendatangkan manfaat sesuai dengan judul yang termuat di sampul buku?

Setelah saya baca-baca, ternyata kualitas isi beberapa buku tersebut lumayan bagus. Dari segi materi cukup berbobot, dan gaya penulisan juga baik, dalam arti enak dibaca. Hanya memang saya merasa bahwa isinya tidak sebombastis judulnya. Tapi secara umum menurut saya buku-buku tersebut cukup bagus dan bermanfaat. Continue reading ‘Perihal Buku dan Penulisnya’

Agen Naskah (Agen Penerbitan)

Seperti janji saya pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang agen naskah. Saya akan mulai dari definisi tentang agen naskah itu sendiri. Secara sederhana, agen naskah dalam konteks tulisan ini adalah (semacam) lembaga yang “membisniskan” naskah. Mereka menyediakan naskah yang sudah “jadi” untuk dijual kepada para penerbit.

Secara umum agen naskah yang saya maksud sebenarnya tidak hanya menjual naskah, namun juga menyediakan jasa kreatif lainnya, misalnya layout, ilustrasi, desain sampul, dan lain sebagainya. Jadi sebenarnya penyebutannya lebih tepat “agen penerbitan”. Namun dalam tulisan ini saya memilih untuk menyebut agen naskah, karena kebanyakan agen penerbitan yang saya tahu memang lebih fokus pada layanan penyediaan naskah. Adapun layanan lainnya hanya sekadar tambahan aja.

Kemunculan agen naskah tidak terlepas dari banyaknya jumlah penerbit yang bertebaran di berbagai kota di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Perusahaan penerbit pada umumnya memang membutuhkan banyak naskah demi memenuhi target perusahaan. Namun, kadang lini redaksi yang mereka punya tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga membutuhkan bantuan pihak lain. Agen naskah pun tampil sebagai pihak yang memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Continue reading ‘Agen Naskah (Agen Penerbitan)’

Curhat Kenalan Saya Tentang Agen Naskah

Ketika bertandang ke tempat tinggal teman saya beberapa hari yang lalu, saya berkenalan dengan seseorang yang merupakan temannya teman saya itu. Ia bercerita bahwa ia senang menulis, dan setelah lulus kuliah sempat bekerja sebagai penulis tetap di sebuah instansi . Namun, dia baru saja keluar dari instansi tersebut.

Setelah menyimak ceritanya dengan saksama, saya jadi tahu kalau instansi yang ia maksud itu adalah sebuah agen naskah. Sistem kerja yang diterapkan layaknya kantor pada umumnya, ada jam kerja tetap, digaji per bulan, serta uang makan dan transportasi. Ketika dia menginformasikan total pendapatan yang ia peroleh dari agen tersebut, ternyata jumlahnya cukup memprihatinkan.

Padahal, pekerjaan yang ia lakoni di kantor agen naskah itu terbilang rumit, yakni menulis naskah buku. Dalam satu bulan ada target yang harus ia capai, yakni (kalau nggak salah) dua naskah buku. Weleh, nggak terbayangkan di benak saya, bagaimana caranya menulis buku dalam waktu dua minggu. Mungkin memang bisa, tapi untuk dia yang mengaku sebagai penulis pemula, sulit membayangkan hasilnya bisa maksimal. Atau kalaupun bisa selesai dengan hasil yang baik, tentu bayarannya pun juga harus tinggi. Continue reading ‘Curhat Kenalan Saya Tentang Agen Naskah’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter