Posts Tagged 'pengalaman'

Pengalaman Membuat Kartu Kredit BCA

Domain blog ini akan segera habis masa berlakunya, tapi tidak bisa saya perpanjang karena pembayarannya harus menggunakan kartu kredit. Biasanya saya memakai kartu kredit virtual dari BNI, tapi entah kenapa tahun ini tidak bisa.

Karena batas waktu tinggal beberapa hari, sedangkan membuat kartu kredit membutuhkan waktu lama, maka saya pun meminjam kartu kredit teman saya. Tentu saja saya merasa tidak enak, karena bagaimanapun kartu kredit adalah milik pribadi yang tidak baik jika datanya dibagi ke orang lain. Maka setelah urusan ini selesai, saya pun bertekad untuk membuat kartu kredit.

BCA menjadi bank pilihan saya untuk membuat kartu kredit, sebab saya merupakan pengguna aktif rekening BCA. Saya segera mendatangi kantor cabang BCA di lokasi saya untuk menemui sales kartu kredit yang sering berkeliling dan melakukan penawaran di sana. Saya sengaja tidak melakukan pendaftaran online, hitung-hitung untuk membantu sang sales dalam mencapai target kerja. Continue reading ‘Pengalaman Membuat Kartu Kredit BCA’

Berbelanja di Toko Buku Online

Beberapa waktu yang lalu saya memenangkan sebuah kontes yang diadakan oleh seorang blogger keren —Ranger Kimi. Atas kemenangan itu, saya berhak mendapatkan sebuah voucher belanja buku di sebuah toko online. Wah, lumayan!

Sebelumnya saya nggak punya pengalaman berbelanja di toko buku online. Selama ini saya memang lebih memilih beli buku secara langsung di toko (offline).

Di toko buku (offline), saya bisa bebas mencari buku yang saya suka atau yang saya butuhkan. Selain bisa memanfaatkan katalog komputer, saya juga bisa berkeliling dan melihat buku-buku secara langsung di rak-rak toko. Continue reading ‘Berbelanja di Toko Buku Online’

Donor Darah —Pengalaman Pertama

Beberapa hari yang lalu, saya mengantarkan teman ke Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) yang ada di RSUP dr. Sardjito. Ia hendak mendonorkan darahnya kepada temannya yang membutuhkan transfusi darah. Ini adalah pengalaman pertama baginya, dan sepertinya ia sangat terkesan.

Keesokan harinya, tiba-tiba saya terpikir untuk mendonorkan darah juga. Selain bisa menolong orang lain, saya dengar donor darah juga bisa menyehatkan tubuh kita sendiri.

Mungkin awalnya kita memang merasa lemas karena darah kita diambil. Namun, tubuh kita akan memproduksi darah kembali sehingga kita menjadi segar bugar seperti sedia kala. Continue reading ‘Donor Darah —Pengalaman Pertama’

Pengalaman (Tidak Menyenangkan) di Puskesmas

Rabu siang itu, saya sedang di kantor. Badan terasa lemas sekali, pusing-pusing, dan mual. Saya juga menggigil kedinginan, meriang. Karena dirasa semakin parah, saya pun memutuskan izin pulang untuk berobat ke puskesmas di dekat rumah. Ya, puskesmas memang pilihan utama saya untuk berobat. Selain murah meriah, resep obat yang diberikan juga ampuh. Kesimpulan itu saya ambil berdasarkan pengalaman sendiri.

Setelah melalui perjalanan yang panjang sambil sakit-sakitan, akhirnya sampai di puskesmas juga. Tapi saya kaget karena ternyata puskesmasnya sudah tutup! Padahal saat itu baru sekitar jam setengah dua siang. Saya tanya ke petugasnya, lalu saya disuruh ngeliat sendiri jadwalnya. Walaupun sebelumnya pernah ke situ, jujur saya nggak tahu jadwal buka dan tutup puskesmas.

Di papan jadwal tertulis pendaftaran buka jam setengah 8 dan tutup jam 12 siang. Tapi di papan jadwal lain, dokter baru tutup praktik sekitar jam dua atau setengah tiga (saya agak lupa). Karena dokternya masih ada, kenapa saya yang sedang sangat payah itu nggak ditolong dulu aja? Tapi ya sudah, saya nggak mau berdebat panjang. Saya anggap petugas pendaftaran itu berusaha menaati waktu atau jadwal yang sudah ditentukan. Continue reading ‘Pengalaman (Tidak Menyenangkan) di Puskesmas’

Dilema di Lampu Merah

Tadi pagi, seperti biasanya saya berangkat kerja naek sepeda motor. Perjalanan berlangsung lancar dan tanpa hambatan. Namun, pas mo lewat lampu merah di daerah ring road utara, count down (penghitung mundur) menandakan bahwa lampu hijau akan segera habis untuk berganti menjadi merah. Saat itu posisi saya ngga terlalu jauh dari tiang lampu. Tapi jadinya nanggung banget. Sebenarnya sih pengen menambah kecepatan kendaraan, tapi takut waktunya ga sempet, trus lampunya keburu berganti merah. Tapi kalo memelankan motor, ngapain juga, kan masih hijau. Inilah yang disebut dengan dilema di lampu merah. Continue reading ‘Dilema di Lampu Merah’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,793 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter