Posts Tagged 'pendapatan'

Kebutuhan Hidup

Kalau nggak salah beberapa hari yang lalu di ibu kota ada demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah, ya? Saya sempat dengar beritanya. Jumlah kenaikan upah yang dituntut buruh katanya lumayan besar.

Munculnya gejolak sosial itu saya rasa tidak terlepas dari meningkatnya harga kebutuhan pokok.

Akhir-akhir ini saya mulai sadar bahwa banyak bahan makanan yang naik harganya. Beberapa warung makan langganan saya pun sudah menaikkan harga. Kalau biasanya saya hanya menghabiskan sekian rupiah untuk makan dalam sehari, maka kini sudah bertambah. Continue reading ‘Kebutuhan Hidup’

Dana Darurat

Konon setiap orang perlu menyiapkan dana darurat. Saya sendiri dari dulu sama sekali belum memikirkan untuk menyiapkannya. Pas zaman kuliah dulu, saya bahkan hampir tidak pernah menyisihkan uang untuk keperluan darurat. Setiap kali ada uang lebih, langsung dipakai untuk bersenang-senang.

Baru-baru ini saya saya terpikir untuk memiliki dana darurat. Bukan apa-apa, saya merasa dana darurat ini memang penting. Selama ini kan kalau tiba-tiba saya membutuhkan dana untuk kebutuhan yang mendesak, biasanya saya berutang ke saudara atau teman-teman. Nah, berutang relatif gampang, tapi ngelunasinnya ini yang susah setengah mati. Kalau tidak hati-hati, hubungan saya dengan orang yang memberi saya utang bisa renggang. Sayang banget, kan. Continue reading ‘Dana Darurat’

Pengemis Kaya

Malam tadi saya dan si Nyonya pergi ke sebuah swalayan untuk membeli beberapa barang kebutuhan sehari-hari. Saat sedang mencari-cari, kami melihat seorang ibu-ibu tua yang tampak lusuh dan kotor. Ia sedang sibuk menghitung uang recehan (koin) di dalam swalayan. Sepertinya ia hendak menukar uang koin receh itu dengan uang kertas yang nominalnya lebih besar.

Dugaan saya benar. Setelah si Ibu selesai menghitung uang koin, si Mbak Pegawai Swalayan menukarnya dengan beberapa lembar uang kertas. Saya dan Nyonya sempat berbincang dengan si Mbak Pegawai setelah si ibu-ibu pergi. Kata si Mbak, uang yang ditukar tadi sekitar 30 ribu (saya sebut  ‘sekitar’ karena saya agak lupa). Si ibu tadi adalah pengemis. Continue reading ‘Pengemis Kaya’

Bulan ini Akan Tetap Semangat!

Awal bulan ini saya nerima gaji. Staf administrasi memberitahukan kalo bulan ini nggak ada bonus. Setelah saya liat slip gaji, ternyata jumlahnya mepet banget dengan jumlah yang saya butuhkan. Saya baru sadar, ternyata tanpa bonus itu gaji saya jadi sedikit sekali.

Seperti biasa, setengah pendapatan bulanan saya itu saya berikan ke orangtua, buat bantu keuangan keluarga. Yah, mumpung masih bujangan dan belum ada tanggungan apa-apa, jadi sebisa mungkin bantu-bantu orangtua, khususnya perihal finansial.

Gaji yang tinggal setengah itu langsung saya sisihkan buat beli ban (luar) motor butut saya. Kalo ini memang sudah kebutuhan mendesak dan memang sudah saya rencanakan sejak sebulan yang lalu. Sudah beberapa kali saya ngepot di jalanan gara-gara ban belakang yang sekarang sudah botak. Jadi memang harus segera diganti.

Setelah melihat gaji yang tersisa, saya agak prihatin. Kira-kira itu cukup nggak ya buat sebulan ke depan. Setelah saya hitung-hitung kembali, ternyata cukup, kok. Tapi memang jadi ngepas banget. Continue reading ‘Bulan ini Akan Tetap Semangat!’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter