Posts Tagged 'pakaian'

Resepsi

Duh. Akhir-akhir ini saya sering uring-uringan. Habis pikiran saya sering teralihkan pada hal-hal yang bikin gelisah. Kalau sudah begitu, saya perlu menuliskannya supaya jadi lebih lega.

Baiklah, kini —seperti biasanya– saya mau cerita yang ringan-ringan saja. Jadi beberapa hari yang lalu saya iseng buka album foto di Facebook. Di situ ada beberapa foto ketika saya sedang menghadiri resepsi pernikahan teman. Saat melihatnya, saya agak terkejut.

Foto-foto itu menampilkan 4 acara resepsi yang berbeda. Tapi, ada satu kesamaan pada semua foto itu, yakni pakaian yang saya kenakan sama! 😯

Ya, saya ulangi lagi, saya memakai pakaian yang sama dalam 4 acara resepsi tersebut. Dan saya baru menyadarinya sekarang setelah melihat foto-foto itu. 😆

Continue reading ‘Resepsi’

Persediaan

Pusat perbelanjaan pada awal bulan biasanya ramai dikunjungi oleh mereka yang hendak membeli barang persediaan, misalnya makanan instan, sabun, detergen, dan sebagainya. Dengan memiliki persediaan seperti itu, mereka bisa terhindar dari kerepotan yang muncul saat kehabisan barang tersebut di rumah.

Saya biasanya sangat peduli dengan masalah persediaan ini. Jika persediaan sabun sudah mau habis, maka saya akan segera ke toko kelontong langganan untuk membelinya.

Saya tidak mau terjebak pada kondisi yang merepotkan seperti ini: badan sudah telanjur basah di kamar mandi, tapi tidak bisa meneruskan mandi karena kehabisan sabun dan harus membelinya dulu di warung. Oh, no.

Contoh lain, kalau jarum penunjuk kapasitas bensin di dashboard sepeda motor berada di area merah, maka biasanya saya akan menyisihkan waktu sejenak untuk beli bensin di pom. Continue reading ‘Persediaan’

Belanja Pakaian Menjelang Lebaran

“Dit, wis belonjo durung? (Dit, sudah belanja belum?)”

Demikian pesan singkat di layar ponsel saya yang dikirimkan oleh seorang kawan, sebut saja Agus. Saya paham sekali konteks pertanyaan sahabat karib saya itu. Beberapa hari lagi lebaran, dan lebaran kan identik dengan pakaian baru. Walaupun banyak yang nggak mengakuinya, toh pada kenyataannya mal dan toko pakaian selalu ramai dikunjungi orang menjelang lebaran.

Dulu pas masih SMA saya juga begitu. Uang saku selama puasa ditabung buat beli pakaian. Kalau puasa kan nggak jajan, jadi uang saku masih utuh, seluruhnya langsung ditabung. Di akhir bulan Ramadan, uang tabungan itu terkumpul banyak deh. Saya dan teman-teman pun berburu pakaian di mal, termasuk si Agus. Tradisi belanja menjelang lebaran itu bertahan hingga dua tahun setelah lulus SMA. Setelah itu, kita jarang ketemu lagi.

Mungkin Agus masih ingat dengan tradisi itu, makanya dia mengirimkan sms tersebut, mungkin hendak mengajak pergi berburu lagi. Tapi, kebetulan dua tahun ini saya berhenti dari tradisi itu. Entah kenapa saya kehilangan gairah untuk belanja pakaian menjelang lebaran. Kini bagi saya pakai pakaian yang lama aja udah cukup. Continue reading ‘Belanja Pakaian Menjelang Lebaran’

Pakaian Favoritku

Coba tengok sejenak lemari pakaian anda. Ada berapakah pakaian favorit yang anda miliki?

Mungkin seharusnya pertanyaan awalnya adalah, apakah anda memiliki pakaian favorit? Tapi aku rasa pertanyaan seperti itu ga relevan untuk dilontarkan, karena aku yakin temen-temen semua pasti pada punya pakaian favoritnya masing2, iya kan? Mohon maaf kalo salah, hehe… Nah, sama seperti teman-teman, aku juga punya pakaian-pakaian favorit. Ada banyak malah. Mulai dari yang buat kuliah, jalan2, tidur, dsb. Diantara semua itu, ada satu kesamaan yang sangat mencolok, yaitu bentuknya yang udah pada butut-butut semua, hahaha…

Yupz, pakaian favoritku kebanyakan emang pada jelek2, butut-butut. Sebaliknya, yg bagus-bagus yg aku punya malah jarang banget dipake. Sedari kecil aku emang demen banget make pakaian yang jelek dari pada yg bagus. Kenapa bisa begitu? Karena pakaian2 jelek punyaku itu sangat nyaman buat dipake, ga gerah, ga ribet, dan cocok nempel di kulit. Sebaliknya, yg bagus2 kebanyakan ga enak dipake, gatel, dan panas. Continue reading ‘Pakaian Favoritku’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,793 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter