Posts Tagged 'novel'

[Resensi Buku] Sepotong Hati yang Baru

coverJujur, sejauh ini tidak banyak buku yang benar-benar bisa membuat saya puas. Dari yang sedikit itu, buku ini merupakan salah satunya.

Setelah tuntas membacanya beberapa hari yang lalu pada suatu malam yang sunyi, rasanya saya ingin terus memeluknya sampai pagi.

Buku ini berisi kumpulan cerita, dan masing-masing cerita tidak memiliki hubungan sama sekali. Ada delapan cerita pendek yang termuat di sini, dan saya suka semuanya. Continue reading ‘[Resensi Buku] Sepotong Hati yang Baru’

Advertisements

[Resensi Buku] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Tere-LiyeSelama ini saya mengagumi Tere-Liye, sebab ia begitu produktif. Setiap kali menyambangi toko buku, saya sering melihat buku-buku karangannya terpajang rapi di rak. Jumlah judulnya cukup banyak.

Meski begitu, saya belum pernah membaca satu pun bukunya, salah satunya karena di kamar saya masih menumpuk buku-buku yang belum saya baca. Bagaimanapun, saya ingin menuntaskan tumpukan itu terlebih dahulu ―atau setidaknya menguranginya, sebelum membeli dan membaca buku lainnya.

Nah, minggu ini tumpukan buku-yang-belum-saya-baca sudah menipis. Karena itu, Sabtu kemarin (27/12) saya pergi ke perpustakaan kota untuk mencari buku karya Tere-Liye. Sayang, hampir semua judul sudah dipinjam dan belum dikembalikan. Hanya ada satu buku yang tersisa, dan saya segera mengambilnya supaya tidak keduluan oleh yang lain. Continue reading ‘[Resensi Buku] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’

Romantis

Tak ada angin tak ada hujan, salah satu relasi saya tiba-tiba meminta saya untuk menulis sebuah novel roman. Ia hendak menerbitkannya. Selama ini saya tahu bahwa ia memang bergiat di dunia penerbitan.

“Aku baca ceritamu yang judulnya Mei Lin,” ujarnya dalam obrolan kami pada suatu sore yang dingin. “Dari situ, aku merasa kamu berbakat untuk menulis cerita romantis.”

Well, selain membuat kepala saya membesar, kata-kata itu juga membuat saya percaya diri. Makanya saya langsung menyanggupi penawaran itu tanpa pikir panjang.

Dan sekarang saya kena batunya. Continue reading ‘Romantis’

[Resensi Buku] Tujuh Hari di Vila Mencekam

sampulEhm. Pada kesempatan kali ini saya mau meresensi sebuah buku baru bergenre horor terbitan Bukune. Resensi ini saya buat dalam rangka Blog Tour 13 Hari Bikin Takut yang diadakan oleh penerbit tersebut. Kebetulan saya terpilih sebagai salah satu host-nya, dan kebagian tugas untuk meresensi buku ini.

Oh iya, omong-omong, dulu saya pernah bikin cerpen horor juga, lho. Judulnya Viola Safira. Silakan kalau teman-teman mau baca #LahDiaMalahPromoTulisannyaSendiri.

Oke, sebelum berangkat lebih jauh, ada baiknya kita simak dulu blurb novel horor ini. Continue reading ‘[Resensi Buku] Tujuh Hari di Vila Mencekam’

[Resensi Buku] Selamat Datang Cinta

selamat-datang-cinta

Kau butuh kepercayaan untuk membunuh semua keraguan.

Dan aku membutuhkan kesempatan untuk mengajakmu bahagia di hari selanjutnya.

Kurasa, ini waktu yang tepat untuk berpindah hati.

Tema sentral dari novel romance yang manis ini adalah “berpindah hati”. Tokoh utamanya adalah seorang gadis mandiri bernama Alona.

Namanya cukup unik. Mungkin penulisnya mengambilnya dari kata ‘alone’ (sendiri), yang rasanya sangat pas dengan kisah hidup Alona yang ditinggal oleh orang-orang yang disayanginya. *sok tahu

Kedua orangtua Alona meninggal saat Alona masih belia. Hal ini memaksanya untuk hidup mandiri pada usia yang begitu muda. Dan ketika ia memiliki kekasih yang sangat ia sayangi, kekasihnya ini pun juga pergi meninggalkannya. Continue reading ‘[Resensi Buku] Selamat Datang Cinta’

Ayah & Anak yang Hendak Menjual Keledai

Alkisah, seorang ayah hendak menjual keledainya. Siang itu ia pergi ke pasar bersama putranya yang masih kecil untuk menjual keledai tersebut. Ia menuntun keledai itu menuju pasar, sementara sang anak berjalan di sampingnya.

Di perjalanan, mereka berpapasan dengan seorang kakek. “Dasar bodoh,” gumam sang Kakek. “Mereka lebih memilih berlelah-lelah berjalan kaki daripada menaiki keledai itu.”

Ayah dan putranya tersentak mendengar gumaman tersebut. Lantas mereka pun memutuskan untuk menaiki keledai itu bersama-sama. Continue reading ‘Ayah & Anak yang Hendak Menjual Keledai’

Anak Kampus

Sampul_Untuk membayar biaya pendaftaran ujian masuk universitas, gue harus menjual entok peliharaan gue, namanya Minti. Oh iya, kalian tahu entok, kan? Ya, entok adalah hewan sejenis bebek, tapi badannya lebih bahenol. Kalau jalan, pantatnya megal-megol kayak penyanyi dangdut.

Berat banget rasanya menjual Minti. Gue sudah lama melihara dia. Dulu dia gue temukan di selokan lagi sendirian. Sepertinya dia terpisah dari rombongannya. Dia terlihat bingung dan panik.

Gue merasa kasihan, lalu segera mengambilnya dan memeliharanya. Gue membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Kalau gue bisa menyusui, mungkin dia sudah gue kasih ASI. Sekalian gue bikini adek supaya dia nggak kesepian.

****

Anak Kampus merupakan sebuah personal literature komedi. Berkisah tentang pengalaman penulis dalam menjalani kehidupan perkuliahan dalam kondisi yang pas-pasan: finansial, otak, dan tampang. Simak berbagai cerita kocak seputar strategi dan upayanya dalam menghadapi keterbatasan itu, untuk membuat masa-masa kuliahnya menjadi lebih “hidup”.

****

Data Buku

Judul: Anak Kampus (Catatan Perjuangan Mahasiswa Pas-pasan)

Penerbit: Checklist

Tebal: viii+246 halaman

Ukuran: 13×19 cm

ISBN: 978-602-14682-0-3

Harga: Rp35.000


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,790 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements