Posts Tagged 'murah'

Bahagia

Beberapa hari yang lalu, saya mencicipi kwetiauw siram kuah seafood di Kopi TM, sebuah resto yang lagi ngehits di sini. Wow… rasanya enak. Saya merasa bahagia. Dan memang saya adalah tipe orang yang mudah bahagia oleh makanan.

Dua hari kemudian, gantian makan siang di warung mi ayam di dekat rumah. Saya pesan mi ayam bakso dengan kuah minim. Ternyata masakannya enak. Kembali saya merasa bahagia. Dan harganya… cuma Rp10.000. Jauh sekali dibanding kwetiau siram kuah seafood di Kopi TM.

Tidak pas sebenarnya membandingkan kedua tempat itu. Yang satu menggunakan bahan-bahan premium, dimasak oleh koki yang belajar memasak di sekolah memasak, dan tempat makannya sejuk, nyaman, bersih, serta didesain dengan mewah. Continue reading ‘Bahagia’

Kuliner Favorit di Jakarta

Rencananya akhir tahun ini saya mau ke Jakarta ―tepatnya Senayan, untuk menonton Grand Prix Marching Band atau GPMB, sebuah kompetisi marching band tingkat nasional. Sayang, tiket kereta api sudah habis terjual sampai awal Januari tahun depan, mulai dari kelas ekonomi sampai eksekutif.

Padahal, saya sudah siap mencari kamar hotel yang murah di Jakarta, dan tentunya yang dekat dengan Senayan.

Pesawat terbang jelas bukan alternatif yang pas buat saya. Sebab, pada masa liburan seperti ini, harga tiketnya mencekik leher.

Bus agaknya bisa menjadi solusi. Tapi, saya gampang mabuk. Makanya saya selalu menghindari moda tranpsortasi ini bila hendak bepergian jauh. Continue reading ‘Kuliner Favorit di Jakarta’

Buku Bagus

Malam minggu kemarin, berhubung tidak ada pacar yang bisa diajak jalan-jalan, maka saya pun menyambangi sebuah pameran buku sendirian. Penyelenggaranya —dalam hal ini IKAPI, menyebutnya dengan nama “Festival Buku”. Saya berangkat ke sana dengan satu tujuan, yakni sekadar melihat-lihat saja (pelit).

Ya, saya tidak berniat membeli apa-apa, sebab mendingan uangnya buat beli martabak telur saat ini buku-buku baru yang belum sempat saya baca sudah menumpuk di kamar kos. Menambah tumpukan buku itu hanya akan membuat saya merasa bersalah.

Saya ingin menghabiskan semua buku itu dulu, baru kemudian mengizinkan diri untuk membeli buku-buku lagi. Continue reading ‘Buku Bagus’

Masa Aktif

Dulu saya sengaja membeli ponsel Android supaya bisa memakai Whatsapp (WA) dan Blackbery Messenger (BBM). Sejak memiliki ponsel pintar itu, praktis komunikasi saya lebih sering berlangsung lewat dua aplikasi tersebut, baik dengan relasi maupun dengan para sahabat karib.

Berhubung tarif internet pada operator seluler saya tergolong mahal, maka saya memutuskan untuk membeli nomor baru untuk mengisi ponsel Android itu. Kebetulan ada operator lain yang menyediakan tarif internet murah dengan masa aktif yang panjang. Untuk masalah ini, saya memang kurang setia.

Sejak memakai ponsel Android dengan nomor baru itu, saya jadi jarang menggunakan nomor utama saya. Nomor tersebut hanya saya pakai untuk menelepon dan membalas sms, itu pun hanya sesekali. Dan karena jarang dipakai, maka pulsa di nomor utama itu sering kali utuh. Sampai di sini, program penghematan saya terbilang sukses. Continue reading ‘Masa Aktif’

Warung Makan

Di dekat kantor saya ada sebuah warung makan yang murah meriah. Warung itu menjadi tempat makan favorit para mahasiswa dan pekerja, termasuk saya. Selain pilihan menunya banyak, rasanya pun enak.

Kelebihan lain yang membuatnya pantas dijuluki sebagai warung yang peduli rakyat kecil adalah sistemnya prasmanan. Kita bisa mengambil nasi sebanyak-banyaknya, tentunya semuat piringnya.

Saya sudah biasa melihat para mahasiswa mengambil nasi di sana hingga membentuk gunung. Dan kadang-kadang saya pun melakukannya. Maklum, porsi makan saya relatif banyak.

Oh iya, untuk memudahkan cerita, selanjutnya kita sebut saja warung ini dengan nama Warung A (bukan nama sebenarnya). Continue reading ‘Warung Makan’

Murah dan Mahal

Ada yang bilang bahwa harga nggak menentukan kualitas barang. Tapi kenyataannya, produk atau jasa yang berharga mahal biasanya bagus kualitasnya, dan begitu pula sebaliknya.

Dalam hal ini tentu saja kita tidak bisa “memukul rata”. Kita tetap harus menggunakan seluruh pengetahuan kita untuk menilai apakah harga sebuah barang atau jasa sudah sesuai dengan nilainya atau tidak.

Beberapa waktu lalu saya beli sebuah kacamata renang. Harganya tengah-tengah, antara murah dan mahal. Sebenarnya ada pilihan lain yang lebih murah, tapi saya nggak membelinya karena takut kecewa. Saya juga nggak beli yang mahal, karena uang di kantong nggak cukup. Continue reading ‘Murah dan Mahal’

Laundry Kiloan di Sekitar Kos Saya

Wah, sudah lama banget saya nggak update blog ini. Akhir-akhir ini saya memang lagi nggak bergairah ngeblog. Yah, mungkin memang ada saat-saatnya seperti itu kali, ya. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa ngeblog dengan lebih rajin lagi, hehe…. 🙂

Sebenarnya saya bingung mau posting apaan. Baiklah. Saya akan bercerita tentang laundry aja, ya.

Di kota Jogja, penyedia jasa cuci pakaian kiloan begitu menjamur. Sistem pelayanan dibuat per kilo (pakaian kotor) supaya harganya lebih terjangkau.

Sebagian besar laundry itu terkonsentrasi di daerah kos-kosan. Peminatnya tentu saja para mahasiswa-mahasiswi yang nggak sempat atau tidak suka mencuci pakaian sendiri. Continue reading ‘Laundry Kiloan di Sekitar Kos Saya’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,984 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip