Posts Tagged 'menulis'



Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis

Sepertinya saat ini profesi penulis terdengar sangat seksi dan menarik. Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Bahkan, banyak pula orang yang sudah mapan bekerja di perusahaan besar, tapi memutuskan resign untuk kemudian menjadi penulis penuh waktu.

Menulis tidak lagi dijadikan hobi, tapi dijadikan sebagai profesi utama untuk mencari nafkah.

Memang, menjadi penulis sepertinya terhormat sekali. Prestisenya tinggi. Para penulis dianggap sebagai orang yang cerdas. Tapi, jangan salah. Pandangan seperti itu biasanya ditujukan kepada para pekerja profesional yang menulis, bukan penulis profesional penuh waktu. Hal ini berbeda, dan kita harus bisa membedakan keduanya. Continue reading ‘Ini yang Perlu Dipikirkan Sebelum Jadi Penulis’

Advertisements

Mengapa Saya Menulis

Pada masa awal ngeblog, saya menulis dengan begitu cueknya. Berbagai kejadian tidak penting sering saya ceritakan di sini, misalnya merapikan tempat tidur, mencuci baju, menyapu halaman rumah, atau menata hati yang terserak.

Tapi kemudian ada masanya saya mulai peduli dengan tema tulisan yang saya buat. Pada masa itu, saya berusaha mati-matian untuk mengisi blog ini dengan konten yang mengandung kata kunci yang sedang populer.

Saya melakukannya tidak lain untuk meraup pengunjung sebanyak-banyaknya, serta untuk melesatkan ranking Alexa.

Cara lain yang saya lakukan adalah berkunjung ke banyak blog, membaca paragraf awal dan akhir dari postingan terbaru di sana, lalu meninggalkan komentar singkat dengan nada yang ceria, yang kadang-kadang tidak nyambung dengan isi postingan mereka. Continue reading ‘Mengapa Saya Menulis’

Random

Pertengahan bulan ini hingga beberapa minggu ke depan, ada banyak proyek yang harus saya selesaikan. Sebuah proyek menulis. Saya sudah membuat kesepakatan dengan si pemberi tawaran.

Kalau dipikir-pikir, pekerjaannya menumpuk sekali. Jujur, sejak kecil saya kurang terbiasa dengan tekanan. Nah, keputusan saya untuk menerima proyek itu membuat saya harus menghadapi tekanan tersebut.

Tadinya saya sempat berpikir untuk menolak tawaran proyek itu. Dengan begitu, saya bisa lebih santai.

Kerja cukup sampai sore, setelah itu bermain-main. Malamnya bisa leyeh-leyeh sambil menonton televisi. Enak sekali, bukan? Toh saya masih bisa hidup dengan pendapatan yang ada meski hanya pas-pasan. Continue reading ‘Random’

Adu Menulis: Michan VS Alex

Kemarin (11/5) pas buka Twitter, saya baca info menarik. Ternyata Michan dan Alex lagi “iseng” battle menulis menggunakan teknik freewriting, yakni menulis cepat, bebas, dan lepas. Akun Gagas Media melaporkan battle tersebut dengan hashtag editorVSpenulis.

Bagi yang belum kenal keduanya, Michan ini memang seorang editor di penerbit Gagas Media. Saya sudah baca beberapa buku yang disunting oleh Kak Michan, dan juga pernah mewawancarainya di sini.

Sementara untuk Alex, setahu saya dia ini selebtwit yang juga penulis —atau mungkin sebaliknya. Selebihnya, saya tidak begitu tahu, hehe….

Dalam adu menulis itu, mereka harus menyelesaikan tulisan dalam waktu dua jam saja, yakni sepanjang perjalanan dari Tol Cikarang sampai Tol Pasteur. Saat itu mereka memang sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Continue reading ‘Adu Menulis: Michan VS Alex’

Memancing Ide dengan Menulis

Pernahkah teman-teman merasa ingin update blog, tapi bingung dan nggak tahu harus menulis apa sehingga akhirnya malah jadi nggak ngeblog sama sekali?

Saya sering.

Kalau mau ngeblog, biasanya saya sudah punya bayangan mau menulis apa. Ide-idenya sudah tercatat di buku catatan saya. Tapi, sering kali saya dihadapkan pada kondisi di mana saya nggak punya rencana apa-apa, dan ide yang tertulis di catatan tersebut sudah terpakai semua.

Kalau sudah begini, biasanya saya nggak jadi ngeblog, lalu melakukan aktivitas lainnya, misalnya nonton film, baca buku, dan tidur. Makanya jangan heran kalau sesekali blog ini jadi terabaikan alias nggak ada postingan baru. Continue reading ‘Memancing Ide dengan Menulis’

Mencari Nafkah Dengan Menulis (2)

Menyambung dari tulisan sebelumnya.

Setelah menerima uang pertama yang saya peroleh dari hasil menulis, semangat saya untuk belajar menulis semakin menggebu-gebu.

Saya mulai sedikit berani membayangkan pekerjaan apa yang hendak saya lakoni nantinya. Ya, saya bisa jadi penulis. Saya kira itu jauh lebih baik daripada menganggur.

Seiring dengan mantapnya bayangan itu, saya pun semakin rajin belajar menulis dan membuat artikel. Sayang, ternyata proses berikutnya nggak terlalu lancar. Banyak tulisan saya yang ditolak. Continue reading ‘Mencari Nafkah Dengan Menulis (2)’

Mencari Nafkah Dengan Menulis

Dulu saya sama sekali nggak membayangkan akan menjalani kehidupan seperti sekarang ini. Saat masih sekolah (SMA), saya memang nggak tahu mau jadi apa. Padahal, banyak remaja yang lain yang sudah punya cita-cita dan rencana, hendak menapaki karier di bidang apa.

Entahlah, barangkali dulu saya takut bermimpi, makanya nggak punya rencana apa-apa. Menjelang kelulusan SMA, saya bahkan nggak tahu mau kuliah di jurusan apa. Tentu saja hal itu membuat saya galau.

Kemudian saya sempat punya pikiran untuk kuliah di jurusan komputer, atau mungkin cukup kursus. Kalau sudah lulus, nantinya saya bakalan punya skill yang bisa dipakai buat kerja. Continue reading ‘Mencari Nafkah Dengan Menulis’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,812 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements