Posts Tagged 'mbah marijan'

Sms Berantai Tentang Bencana

Tadi malam setelah waktu Isya (29/10), mami saya sms, ngasih tau kalau orang-orang di sekitar rumah pada mau begadang, siap siaga, karena kabarnya Merapi akan meletus lagi. Kabar itu didapat dari sms berantai yang sebenarnya kurang jelas apakah akurat atau tidak. Isinya, para warga Jogjakarta diminta untuk tidak tidur supaya senantiasa siaga, karena diduga kuat Merapi akan meletus lagi antara dini hari sampai pagi.

Sms itu juga masuk ke inbox ponsel saya, tapi sayangnya sudah telanjur dihapus, jadi tidak bisa saya sebutkan dengan detail di sini. Saya sengaja tidak menyebarkannya lagi, karena khawatir itu hanya sms iseng yang dikirimkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin membuat warga Jogja panik. Bukan apa-apa, saya tidak ingin membuat suasana menjadi kacau hanya karena kurang selektif dan hati-hati dalam menyebarkan berita. Biarlah masyarakat mengikuti beritanya saja dari televisi, radio, atau pusat informasi lainnya, karena biasanya narasumbernya lebih jelas dan kompeten.

Saya masih ingat ketika Jogja dilanda gempa beberapa tahun yang lalu. Saat itu ada berita yang menyebutkan bahwa ada tsunami di pantai selatan, dan air sudah naik sampai ke tengah Kota Jogja. Kabar itu begitu cepat menyebar, salah satunya lewat sms. Dan tahukah teman-teman apa yang terjadi saat itu? Woh, orang-orang pada panik. Beberapa kecelakaan terjadi di jalan raya karena keadaan begitu crowded. Continue reading ‘Sms Berantai Tentang Bencana’

Advertisements

Selamat Jalan Mbah Marijan!

Kemarin malam (26/10), ketika saya sedang asyik membaca koran di kos, mami saya sms, bilang kalau Merapi sudah meletus. Di sekitar rumah tercium bau belerang dan sudah mulai turun hujan abu. Ya, kebetulan rumah kami sekeluarga memang cukup dekat dengan Merapi (ya nggak dekat banget, sih). Jadi, efek samping meletusnya Merapi, seperti bau belerang dan hujan abu, bisa sampai di tempat tinggal kami. Ya saya sih cuma bisa berdoa semoga keluarga di rumah senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah swt.

Dari kos, sayup-sayup terdengar sirine meraung-raung. Saat itu saya khawatir kalau Merapi memakan korban jiwa. Bagaimanapun, saya tidak ingin hal itu terjadi. Tapi karena di kos nggak ada televisi, saya jadi nggak bisa mengikuti perkembangan seputar meletusnya Merapi. Jadi ya sudah, saya pun melanjutkan membaca koran, dan untuk sementara Merapi tidak terpikirkan lagi di dalam benak saya.

Siang-siang di keesokan harinya, saya mengakses Facebook dari komputer kantor. Saya kaget luar biasa ketika membaca status seorang kawan di Facebook yang berbicara tentang wafatnya Mbah Marijan, sang juru kunci Gunung Merapi. Hah, Mbah Marijan meninggal?? Continue reading ‘Selamat Jalan Mbah Marijan!’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,807 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements