Posts Tagged 'malam'

Ayah Saya Tukang Tambal Ban

Beberapa tahun yang lalu, saat ayah saya tidak memiliki pekerjaan, beliau mendapat seperangkat alat shalat dibayar tunai tambal ban dari kawannya.

Saya kurang tahu bagaimana ceritanya sang kawan tiba-tiba mewariskan alat tambal ban itu kepada ayah saya. Sepertinya sih sekadar iseng belaka. Sang kawan sudah tidak membutuhkan alat itu lagi, sedangkan ayah saya tertarik untuk memilikinya.

Setelah mempelajari seluk beluk cara menambal ban yang baik dan benar, akhirnya ayah saya membuka jasa tambal ban di depan rumah. Kondisinya saat itu cukup menyedihkan. Bayangkan, beliau belum punya kompresor, jadi hanya mengandalkan pompa tangan buatan Cina Tiongkok. Ya, tentu saja itu sangat melelahkan.

Entah apa yang terjadi dengan ayah saya jika beliau dulu juga menerima jasa tambal ban truk kontainer. Continue reading ‘Ayah Saya Tukang Tambal Ban’

Jalan-Jalan Blogger

Minggu lalu, teman blogger saya dari Sumatera Selatan, lagi liburan ke Jogja. Dialah Dhe. Dulu saya pernah janji mau ngajak dia main-main di Jogja. Nah, akhirnya waktunya tiba.

Saya berencana ngajak dia jalan-jalan malam, menikmati suasana Jogja pada malam hari. Kebetulan dari pagi sampai sore, saya harus kerja juga. Jadi bisa jalan-jalannya ya pas sudah malam, hehe….

Sebenarnya saya bingung mau ngajak Dhe ke mana. Saya itu orang rumahan, jadi nggak begitu tahu spot-spot unik dan menarik di Jogja, hahaha…. Continue reading ‘Jalan-Jalan Blogger’

Selamat Idul Fitri 1434 H!

Saat orang-orang merayakan malam takbiran dengan meriah, saya malah terbaring di tempat tidur, meringkuk di balik selimut. Saya kena flu.

Sebenarnya sih masih kuat untuk sekadar keluar rumah dan takbiran keliling kampung. Tapi, saya lebih memilih beristirahat supaya keesokan harinya bisa enakan sehingga bisa melaksanakan Shalat Id dengan khusyuk. Continue reading ‘Selamat Idul Fitri 1434 H!’

Lebih Lancar Menulis di Malam Hari

Pada koran Kompas hari minggu kemaren, ada beberapa artikel yang menarik minat saya, yaitu tentang kehidupan Jakarta yang tidak pernah mati. Maksudnya, sampai dini hari pun masih ada saja masyarakat yang asyik dengan aktivitasnya. Jakarta tidak pernah sepi, bahkan dari pagi sampai pagi lagi. Kalo di daerah tempat tinggal saya ini, jam sembilan malam pun sudah jarang ada kendaraan yang lewat. Kalo di Jakarta, jam segitu ternyata masih termasuk sore. Weleh… weleh….

Mungkin karena kesibukan yang begitu padat, waktu 24 jam seolah masih belum cukup untuk masyarakat Jakarta. Kadang pekerjaan baru selesai larut malam, dan itu pun masih dilanjutkan lagi dengan segala macam rapat, entah rapat dengan manajemen perusahaan ataupun dengan klien. Biasanya rapat semacam itu baru selesai selepas tengah malam, dan bahkan sering juga menjelang shubuh. Makanya, di kota itu cukup banyak kafe-kafe, cucian mobil, dan mini market yang buka 24 jam, memanfaatkan peluang yang ditawarkan masyarakat Jakarta. Continue reading ‘Lebih Lancar Menulis di Malam Hari’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter