Posts Tagged 'Mahasiswa'

Lebih Gampang

Dua hari yang lalu, saya bertugas keluar kantor dan baru kembali pada sore hari. Dalam perjalanan pulang itu, saya harus melewati kemacetan yang disebabkan oleh demonstrasi mahasiswa di salah satu ruas jalan utama terkait kenaikan harga BBM.

Saya kelelahan. Saya ingin segera sampai di kantor untuk beristirahat sejenak. Kemacetan itu membuat saya terus merutuk di dalam hati.

Sambil menunggu macet, saya melihat ke lingkungan sekitar. Sama seperti saya, orang-orang juga terlihat lelah. Sepertinya mereka hendak pulang kerja. Dan tak saya sangka, ternyata di dekat saya ada seorang tetangga. Kami pun saling menyapa dan kemudian berbincang-bincang sejenak. Continue reading ‘Lebih Gampang’

Advertisements

Kelaparan (2)

Postingan ini merupakan kelanjutan dari tulisan yang ini.

Selama beberapa menit, kami semua diam. Mungkin sama-sama canggung. Kemudian si bapak bertanya dengan agak rikuh, “Bagaimana Dek, bisakah adek membantu saya? Saya butuh uang untuk ongkos pulang.”

“Mohon maaf, Pak,” saya menjawab dengan nada yang sopan. “Kebetulan saya dan teman saya lagi nggak punya uang.”

Tak disangka, raut wajah si bapak mendadak mengeras. Ia tidak lagi memelas. Tanpa berbicara apa-apa, ia pergi begitu saja, membawa bungkusan makanan yang sama sekali belum ia santap.

Saya hanya bisa mengelus dada. Seharusnya tadi saya meninggalkannya saja. Mestinya saya tidak perlu bersusah payah membelikannya makanan.

Tapi masalahnya, saya tidak bisa menolak orang yang sedang kelaparan.

Sebab saya tahu bagaimana rasanya kelaparan.

Saya paham rasanya tidak bisa membeli makanan karena tidak punya uang. Continue reading ‘Kelaparan (2)’

Kelaparan (1)

Dari kejauhan, seorang bapak kurus berpakaian lusuh berjalan ke arah saya. Malam itu saya dan seorang kawan sedang nongkrong di seputaran bundaran UGM. Kami berbincang-bincang dengan asyik sambil menyaksikan gadis-gadis manis berseliweran. Ketika itu kami berdua masih mahasiswa semester awal.

Si bapak kurus menyalami kami, lalu memperkenalkan diri. Katanya dia mau pulang ke Gunung Kidul (atau mungkin Wonosari, saya lupa), tapi kehabisan ongkos. Ia mengaku sudah berjalan kaki berpuluh-puluh kilometer, lalu kelelahan. Padahal, rumahnya masih jauh.

“Tolong bantu saya, Dek,” ujar si bapak kurus dengan wajah memelas. “Saya butuh uang untuk ongkos pulang. Saya kelaparan dan kehausan, dari pagi belum makan. Perut saya melilit.”

Saya tertegun. Saya tidak yakin ia kehabisan uang untuk ongkos pulang. Di mata saya, alasan itu terlalu mengada-ngada. Terlebih beberapa hari sebelumnya, teman saya Syarif juga mengalami kejadian serupa. Continue reading ‘Kelaparan (1)’

Karya Perdana

Pada postingan sebelumnya, saya pernah cerita tentang sebuah kabar baik bahwa awal Januari ini buku saya akan terbit.

Tak terasa, sekarang sudah masuk minggu kedua di bulan Januari, dan alhamdulillah buku saya sudah jadi terbit. Judulnya Anak Kampus.

Teman-teman bisa mendapatkannya di toko-toko buku seluruh Indonesia, khususnya Gramedia, Toga Mas, Tisera, Gunung Agung, dan sebagainya. Continue reading ‘Karya Perdana’

Studyinjogja.com

checklist-clipartTeman-teman punya situs favorit? Biasanya kita rajin buka situs favorit karena suka dengan kontennya. Dalam periode waktu tertentu, situs yang kita favoritkan bisa berbeda-beda. Misalnya, minggu ini suka buka situs yang itu, minggu sebelumnya suka baca postingan di situs ini, dan seterusnya.

Pergantian ini sebenarnya bukan karena bosan dengan situs tersebut, melainkan lebih karena minat kita sudah berganti. Sebagai manusia, wajar kan ya kalau minat kita berubah, sejauh itu bukan minat yang prinsipil.

Nah, minggu ini saya lagi suka buka situs studyinjogja.com . Konsepnya menarik, berisi berbagai informasi tentang dunia pendidikan di Jogja. Seperti yang kita tahu, Jogja adalah kota pendidikan, dan hal ini dieksplor lebih jauh lagi oleh studyinjogja.com . Continue reading ‘Studyinjogja.com’

Renungan Tentang Pemuda

Banyak yang yakin dan percaya bahwa dimana ada perubahan, di situ ada pemuda dan mahasiswa.

Mungkin itu sebabnya pemuda dan mahasiswa di beri gelar agent of change. Maklum, mereka memang sedang berada di masa puncak. Semangat hidup berkobar-kobar, tenaga dan kondisi fisik juga masih sangat mumpuni. Perjuangan adalah motto utamanya, dan nampaknya memang masa muda adalah masa yg paling tepat untuk berjuang.

Kita ga perlu bingung mencari contohnya. Di Indonesia ada banyak. Mulai dari angkatan lama sampa angkatan baru. Mulai dari bung Karno sampe… Hmmm… sampe mana ya… sulit untuk mencari padanan bung Karno yang cerdas luar biasa itu. Yah, untuk zaman sekarang mungkin kita bisa liat Anis Baswedan, yg notabene masih muda, tapi udah jadi rektor. Continue reading ‘Renungan Tentang Pemuda’

Status Mahasiswa Paling Asyik!

Dulu pas masih semester-semester awal, aku ngerasa menderita banget jadi mahasiswa. Abis siklus hidupku berubah jadi ga tentu gitu. Dulu pas jaman SMA bisa bebas maen ma temen2, bisa nyontek PR, ngerjain PR di sekolah, siklus hidup tertib, mulai dari bangun pagi-sholat-sarapan-berangkat, trus sore pulang maen lanjut nonton tipi. Lah, pas udah masuk kuliah tiba2 smua jadi berubah total. Continue reading ‘Status Mahasiswa Paling Asyik!’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,812 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements