Posts Tagged 'koran'

Mencari Nafkah Dengan Menulis (2)

Menyambung dari tulisan sebelumnya.

Setelah menerima uang pertama yang saya peroleh dari hasil menulis, semangat saya untuk belajar menulis semakin menggebu-gebu.

Saya mulai sedikit berani membayangkan pekerjaan apa yang hendak saya lakoni nantinya. Ya, saya bisa jadi penulis. Saya kira itu jauh lebih baik daripada menganggur.

Seiring dengan mantapnya bayangan itu, saya pun semakin rajin belajar menulis dan membuat artikel. Sayang, ternyata proses berikutnya nggak terlalu lancar. Banyak tulisan saya yang ditolak. Continue reading ‘Mencari Nafkah Dengan Menulis (2)’

Advertisements

Portal Berita

Dahulu mungkin kita mengandalkan koran dan televisi untuk mencari dan menikmati informasi. Sekarang, pilihannya semakin beragam, salah satunya adalah portal berita di internet.

Cukup dengan smartphone murah dan koneksi internet yang disediakan provider, kita bisa mengakses portal berita online dengan mudah. Di sana, informasi terus mengalir seperti tanpa henti. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, dan bahkan setiap detik. Continue reading ‘Portal Berita’

Adik Angkatan

Dulu pas masih mahasiswa, saya punya adik angkatan yang cerdas. Namanya Najib. Dia pandai menulis. Pengetahuannya luas dan gagasan-gagasannya begitu cemerlang. Saya beberapa kali mengikuti diskusi yang ia gelar bersama teman-temannya. Dan saya begitu kagum dengan kemampuannya dalam menyampaikan dan mengartikulasikan ide-idenya.

Suatu hari, saya membaca sebuah artikel opini yang dimuat di surat kabar. Rupanya itu adalah tulisan Najib. Saya membacanya di papan pengumuman kampus. Kampus saya memang biasa memajang tulisan-tulisan karya mahasiswa yang telah dipublikasikan oleh media. Katanya untuk memotivasi mahasiswa lainnya. Continue reading ‘Adik Angkatan’

Penjual Koran

Siang itu sinar matahari terik sekali. Tiada juga angin yang berembus. Suasana benar-benar gerah. Apalagi di jalan raya yang beraspal. Panas memanggang dari atas dan bawah. Permukaan aspal terlihat beriak-riak. Memantulkan panas yang disampaikan oleh matahari. Pohon-pohon pun tampak tak berdaya. Kering dan rapuh. Daun-daun terbang, terurai menjadi serpihan debu. Jalan raya benar-benar tidak memberi tempat. Sangat menyiksa.

Namun, terlihat seorang tua renta yang menikmati siksaan itu. Kulitnya hitam tersiram panas. Pakaiannya kusam. Setumpuk koran di tangannya masih banyak. Memberatkan sepasang lengannya yang kecil. Suaranya serak, meneriakkan koran yang dia jajakan. Continue reading ‘Penjual Koran’

Mari Membaca Koran!

Bagi yang malas membaca buku tapi tetep pengen terhindar dari kebodohan, rasanya membaca koran dapat menjadi pilihan alternatif yang tepat.

Membaca koran pada dasarnya memang berbeda dengan membaca buku, dan itu semua juga tergantung dari buku2 yang mo dibaca. Kalo yang berat2 semacam buku2 kuliahku, jelas aku lebih merasa asik kalo membaca koran. Tapi tentu saja lebih asik lagi kalo baca novel2 favorit semacam Harry Potter. Intinya kalo mo baca sesuatu, sebaiknya pilih yang bisa bikin kita asik dan bener2 menikmatinya, karena itu adalah syarat bisa masuknya isi bacaan ke dalam otak dan pikiran kita. Ini menurutku lho, sesuai pengalaman pribadi, hehe…

Terus terang aku susah untuk benar2 memahami isi dari buku2 kuliahku, dan nampaknya ini bukan murni karena isi bukunya susah dipahamin, tapi bisa jadi lebih karena kemampuan otakku yang susah buat menangkap isi bacaan tertentu. Yah, itu semua ga terlepas dari sifatku yg emang males buat baca buku yg berat2, jadinya ga bisa asik dan menikmati, cepet cape, makanya otak jadi susah nangkep. Beda kalo misalnya pas lagi baca komik favorit ato menonton film seru, pasti tiba2 aku jadi cepet nangkep. Continue reading ‘Mari Membaca Koran!’

Motivasi Menulis di Koran

Mmm… seperti yang udah disebutkan sebelumnya, aku abis dapet honor dari beberapa media cetak atas beberapa tulisanku yang udah di muat. Kalo di bilang seneng ya seneng. Dapet duit gitu lhooo… Tapi kemudian aku bertanya, inikah yang memang jadi tujuanku menulis di Koran? Apakah hanya untuk sekedar mendapatkan honor? Lalu aku mencoba mengingatnya kembali, saat2 awal dulu, mencoba mengingat kenapa aku bisa betah berkutat di depan buku, koran, internet, dan komputer, jumpalitan nyari ide, atau mati2an mengolah kata dan data. Semua itu tentu ada motivasinya, soalnya aku ga terbiasa kyk gitu. Bahkan ketika dulu berkali-kali tulisanku ga ada yang dimuat, aku tetep ngotot terus menulis, mencari celah waktu di sela-sela kesibukanku menulis skripsi. Hingga akhirnya untuk pertama kalinya tulisanku berhasil dimuat. Continue reading ‘Motivasi Menulis di Koran’

Abis Dapet Rejeki ^^

Kemaren aku lagi nongkrong di pinggir kampus, nungguin Gaby yg katanya mo mampir ke kampusku. Pas lagi nunggu itu tiba2 hp ku bergetar. Wah, ini mungkin dari Gaby, mo bilang ga jadi kesini. pas aku liat HP ku, ternyata no yg nelpon bukan no nya dia, tapi no asing, kode no nya dari Jakarta. Ya udah, trus langsung aku angkat aja. “Halo, apakah ini dengan saudara Aditya?” Terdengar suara lembut wanita dewasa di ujung telepon sana. Setelah aku bilang kalo aku adit, lalu dia bilang kalo dia dari Seputar Indonesia, bermaksud untuk menanyakan nomer rekeningku. Wakz.. buat apaan ya… O iya,tiba2 aku teringat. Dulu kan aku pernah ngirim artikel ke Koran Seputar Indonesia (Sindo). Continue reading ‘Abis Dapet Rejeki ^^’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,790 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements