Posts Tagged 'kesenjangan sosial'

Kesenjangan Sosial di Negeri Kita

Tadi pagi saya habis baca berita di koran Kompas tentang kemiskinan di Indonesia yang kian merisaukan. Laju penurunan angka kemiskinan semakin lambat, di sisi lain angka inflasi meningkat seiring kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Ditambah lagi tarif dasar listrik naik per 1 Juli 2010. Beban hidup masyarakat, khususnya kalangan bawah pun semakin berat.

Di salah satu kolom berita juga ada kisah tentang beratnya kehidupan “orang-orang kecil”, khususnya buruh dan nelayan. Bayangkan, para kepala keluarga (dalam hal ini suami) harus menghidupi anak dan istrinya dengan pendapatan hanya sebatas UMR lebih sedikit. Seperti kisah Mohamad Ridwan (36), seorang buruh pabrik tekstil di Cimahi yang punya satu istri dan dua orang anak yang sudah sekolah. Gajinya sekitar Rp1,4 juta per bulan. Setelah dipotong biaya kontrak kamar sederhana seharga Rp300ribu per bulan, jumlah gaji itu jadi sedikit sekali. Walhasil, dia harus benar-benar ngirit agar pendapatan yang sangat mepet itu cukup untuk biaya hidup keluarga sehari-hari.

Ridwan nggak sendirian, karena di Indonesia ini ada sekitar 31.020.000 penduduk miskin (data per maret 2010). Dengan naiknya tarif listrik dan harga berbagai bahan pokok, tentu kehidupan mereka semakin merana. Mau makan aja susah. Continue reading ‘Kesenjangan Sosial di Negeri Kita’

Dua Putri Kecil…

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke kampus, melewati perempatan selokan jalan Kaliurang. Disitu saya kena lampu merah. Nah, saat itu banyak pengemis yang menyerbu pengendara yang terjebak macet. Yang bikin sedih, para pengemis itu kebanyakan masih kecil, dan bahkan saya kira-kira ada yang masih sekitar 4-5 tahun.

Saya terus memperhatikan gadis mungil itu. Ditengah pekat asap kendaraan bermotor yang beracun itu, dia tangkas mengampiri satu persatu para pengendara sepeda motor. Dia tampak menikmati itu, karena dia melakukannya sambil bersenandung ria, seolah sedang bermain-main ditengah taman yang indah. Tubuhnya kotor berdebu. Pakaiannya juga kumal. Benar apa kata orang. Hati seorang anak kecil memang polos. Semua kegiatan dia perlakukan sebagai sebuah permainan, nyaris tak ada beban. Walaupun kondisinya susah, tapi gadis mungil itu tetap tampak berbahagia.

DIsebelah saya ada sebuah mobil yang cukup mewah, juga sedang terjebak macet. Didalamnya ada gadis kecil yang nampaknya seumuran dengan pengemis kecil yang saya ceritakan tadi. Dia tampak ceria, bercanda-canda dengan orang disebelahnya. Tampaknya dia anak seorang kaya. Kulitnya bersih, rambutnya bagus, pakaiannya juga tampak elite. Continue reading ‘Dua Putri Kecil…’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter