Posts Tagged 'karya'

Kursus Menulis

Sewaktu sedang berselancar di dunia maya, secara tidak sengaja saya tiba di sebuah laman yang berisi iklan tentang kursus menulis. Setelah saya telusuri, ternyata banyak juga orang atau lembaga yang menawarkan jasa serupa.

Mungkin itu karena peluang pasarnya cukup besar. Atau dengan kata lain, ada banyak orang yang ingin menjadi penulis, atau setidaknya ingin bisa menulis bagus.

Teman saya pernah berujar, “Kalau mau jadi penulis, banyak-banyaklah melakukan perjalanan. Atau kalau tidak, banyak-banyaklah membaca dan berkhayal.”

Ia mengucapkan hal itu untuk menyindir orang-orang yang senang sekali mengikuti kursus menulis sampai berkali-kali, tapi tidak kunjung menghasilkan karya. Mereka seolah-olah berhenti hanya sampai di situ. Seperti terjebak dalam candu. Continue reading ‘Kursus Menulis’

Advertisements

Telah Terbit! (Komik) Indonesia Sehari-hari

Indonesia Sehari-hari2Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan ini, kemarin-kemarin saya sedang menunggu lahirnya “anak” saya. Wih, rasanya nggak keruan. Dan Alhamdulillaah, apa yang saya nanti-nantikan akhirnya tiba. Kini telah terbit buku terbaru saya: Indonesia Sehari-hari.

Teman-teman bisa mendapatkannya di toko buku terdekat di kota kalian, seperti Gramedia, Toga Mas, Gunung Agung, dan sebagainya. Oh iya, kalian juga bisa membelinya secara online di solusibuku.com .

Sebagai perkenalan, berikut saya tuliskan blurb-nya. Continue reading ‘Telah Terbit! (Komik) Indonesia Sehari-hari’

Karya

Kalau teman-teman mengikuti Twitternya Pandji Pragiwaksono, juga rutin membaca blognya, maka kalian bisa tahu betapa ia sangat gigih dalam berkarya.

Mas Pandji —begitu saya menyebutnya (sok akrab bingits), menekuni beberapa bidang. Selain terbiasa mengisi acara-acara sebagai MC, ia juga banyak berkarya di dunia tulis menulis, musik rap, dan stand up comedy. Bahkan ia termasuk orang yang membumikan stand up comedy di Indonesia.

Dalam berkarya, tidak semua orang menyukai karya kita, dan itu pula yang terjadi dengan Mas Pandji. Berkali-kali ia dihina. Sudah tidak terhitung pula karyanya dipandang sebelah mata.

Tapi, ia tidak berhenti. Ia masih terus berkarya. Continue reading ‘Karya’

Kompetisi

Entah kenapa, sejak kecil saya ini tidak terlalu suka mengikuti kompetisi. Mungkin karena takut kalah kali, ya.

Bagi saya, semua kegiatan yang awalnya menyenangkan, berubah jadi tidak menyenangkan jika dibentuk dalam format kompetisi.

Misalnya, futsal itu menyenangkan jika hanya dijadikan ajang untuk bersenang-senang. Tapi kalau sudah dijadikan kompetisi, saya jadi tidak bisa menikmatinya. Begitu pula dengan permainan atau olahraga lain, seperti bulu tangkis, renang, lari, dan sebagainya.

Saya suka menulis. Tapi kalau disuruh untuk mengikuti lomba menulis, saya jadi malas, terlebih untuk lomba yang prestisius.

Cemen, ya?

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita bisa mendapatkan banyak hal positif dengan mengikuti kompetisi. Ada semacam daya dorong khusus yang membuat kita terpacu untuk melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, dan kemudian menghasilkan karya yang luar biasa. Continue reading ‘Kompetisi’

[Giveaway Perdana] Anak Kampus Bukan Ayam Kampus

Kemarin saya iseng-iseng mengetikkan kata kunci Anak Kampus —judul karya perdana saya— di kotak pencarian Google. Barangkali saya bisa menemukan review, resensi, atau ulasan dari para pembaca tentang buku itu. *ngarep

Namun, yang keluar di Google sungguh jauh dari harapan saya. Halaman pertama pencarian itu malah menampilkan artikel dan gambar yang “bikin panas dingin”, yang juga dihubungkan dengan kata kunci lain, yakni “Ayam Kampus.” Continue reading ‘[Giveaway Perdana] Anak Kampus Bukan Ayam Kampus’

Lihat Karyanya, Bukan Gelarnya

Setiap kali melewati jalan-jalan di sekitar kampus, saya bisa dengan mudah menemukan iklan jasa bantuan olah data serta pembuatan skripsi dan tesis. Memang sih iklan itu menyebutnya jasa “bantuan”. Namun, sudah menjadi rahasia umum bahwa jasa tersebut sebenarnya menjual layanan mengerjakan skripsi atau tesis.

Mereka yang memakai jasa itu jelas orang-orang yang cuma ingin enaknya saja: lulus kuliah dan menyandang gelar, tapi tidak mau melewati prosedur yang sudah ditentukan.

Mereka mungkin berpikir bahwa sebuah gelar dapat membuatnya dihormati oleh masyarakat. Namun, kenyataan membuktikan, seseorang dihormati sesungguhnya bukan karena gelarnya, melainkan karena karya-karyanya. Continue reading ‘Lihat Karyanya, Bukan Gelarnya’

Minder

Ada banyak hal yang bisa menghambat kita berkarya. Salah satunya adalah rasa minder.

Misalnya kita adalah penulis yang ingin menghasilkan sebuah karya. Saat menyusun rencana, semangat kita begitu menggebu-gebu. Kita pun banyak membaca referensi dan karya-karya sejenis yang menjadi kompetitor kita. Rupanya ada banyak penulis-penulis hebat di luar sana. Saat membaca karya tulis mereka, kita pun merasa minder.

Rasa minder ini bisa membuat kita loyo. Optimisme yang awalnya menggebu-gebu hilang seketika. Pikiran kita dipenuhi keyakinan bahwa kita tidak akan bisa menghasilkan karya sebagus mereka. Continue reading ‘Minder’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,790 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements