Posts Tagged 'Jakarta'

Kuliner Favorit di Jakarta

Rencananya akhir tahun ini saya mau ke Jakarta ―tepatnya Senayan, untuk menonton Grand Prix Marching Band atau GPMB, sebuah kompetisi marching band tingkat nasional. Sayang, tiket kereta api sudah habis terjual sampai awal Januari tahun depan, mulai dari kelas ekonomi sampai eksekutif.

Padahal, saya sudah siap mencari kamar hotel yang murah di Jakarta, dan tentunya yang dekat dengan Senayan.

Pesawat terbang jelas bukan alternatif yang pas buat saya. Sebab, pada masa liburan seperti ini, harga tiketnya mencekik leher.

Bus agaknya bisa menjadi solusi. Tapi, saya gampang mabuk. Makanya saya selalu menghindari moda tranpsortasi ini bila hendak bepergian jauh. Continue reading ‘Kuliner Favorit di Jakarta’

Umur Manusia, Siapa yang Tahu

Tadi siang di sela-sela menyelesaikan pekerjaan di kantor, iseng-iseng saya buka Twitter dan melihat linimasa yang terpajang di sana. Ada satu twit yang mengundang perhatian saya, diposting oleh @yeahmahasiswa.

RIP @astridov @aisahsiregar sahur on the road membawa celaka. Hati2 sob, jalanan emang sepi waktu subuh, tapi bukan buat kebut2an

Karena penasaran, saya pun mencari beritanya di internet. Astaga, ternyata dua pelajar SMA 28 Jakarta itu meninggal dengan tragis. Setelah mengikuti sahur on the road bersama teman-teman sekolah, mereka menumpang mobil yang disopiri oleh teman mereka sendiri, yang berarti juga masih ABG. Kabarnya, sang sopir baru aja bisa menyetir mobil.

Si pengendara mobil memacu mobilnya dalam kecepatan yang tinggi. Entah kehilangan kendali atau apa, mobil tersebut menabrak separator busway. Dari berita yang saya baca, mobil tersebut terguling-guling. Continue reading ‘Umur Manusia, Siapa yang Tahu’

Kemacetan di Jakarta

Beberapa hari yang lalu saya baca koran, ada cerita tentang seorang warga Jakarta yang tiap berangkat-pulang kerja harus menempuh jarak sejauh 28 km. Dia naek sepeda motor, karena dianggap lebih irit daripada naek bus. Waktu yang dia perlukan untuk menempuh jarak itu adalah 2 sampai 2,5 jam! Wah, lama banget. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena macet.

Wah, saya nggak bisa membayangkan kalo jadi dia. Sampe tempat kerja pasti udah cape banget karena harus mengendarai sepeda motor sejauh dan selama itu. Pas pulang pun pasti udah ngantuk berat, jadi nggak bisa bercengkerama dengan keluarga.

Dia nggak sendiri. Ada banyak warga Jakarta dan daerah pinggiran Jakarta yang mengalami nasib serupa. Continue reading ‘Kemacetan di Jakarta’

Lebih Lancar Menulis di Malam Hari

Pada koran Kompas hari minggu kemaren, ada beberapa artikel yang menarik minat saya, yaitu tentang kehidupan Jakarta yang tidak pernah mati. Maksudnya, sampai dini hari pun masih ada saja masyarakat yang asyik dengan aktivitasnya. Jakarta tidak pernah sepi, bahkan dari pagi sampai pagi lagi. Kalo di daerah tempat tinggal saya ini, jam sembilan malam pun sudah jarang ada kendaraan yang lewat. Kalo di Jakarta, jam segitu ternyata masih termasuk sore. Weleh… weleh….

Mungkin karena kesibukan yang begitu padat, waktu 24 jam seolah masih belum cukup untuk masyarakat Jakarta. Kadang pekerjaan baru selesai larut malam, dan itu pun masih dilanjutkan lagi dengan segala macam rapat, entah rapat dengan manajemen perusahaan ataupun dengan klien. Biasanya rapat semacam itu baru selesai selepas tengah malam, dan bahkan sering juga menjelang shubuh. Makanya, di kota itu cukup banyak kafe-kafe, cucian mobil, dan mini market yang buka 24 jam, memanfaatkan peluang yang ditawarkan masyarakat Jakarta. Continue reading ‘Lebih Lancar Menulis di Malam Hari’

Hari Keempat

Nah, hari itu saya dan teman-teman akan pulang ke Jogja. Tapi sebelumnya tetep mampir ke kantor distributor dulu buat pamitan dengan teman-teman di sana. Asikkk… akhirnya pulang juga… Udah kangen sama kasur dan tempat tidur di rumah, hehe….

Pagi itu kami ga sarapan, tapi langsung berangkat ke kantor. Sampe di lokasi, kami ikutan briefing bareng para sales lagi. Setelah briefing itu sebenarnya kami mo langsung cabut ke Jogja. Tapi ternyata salah satu temen saya masih ada perlu di kantor, dan belum selesai. Sambil nunggu, saya dan temen lainnya langsung menuju warung makan depan kantor buat makan nasi uduk. Horeeee! Akhirnya makan nasi uduk betawi lagi…. Enaaaakkkk…. Continue reading ‘Hari Keempat’

Hari Kedua

Saat itu kami bangun lumayan pagi, karena memang dijadwalkan untuk mengunjungi kantor distribusi lagi. Kalo ga bangun pagi, masuk kantornya bakalan telat, karena jalanan pasti macet. Biasalah, namanya juga Jakarta. Apalagi jarak dari tempat penginepan ke kantor lumayan jauh. Dari Tebet ke Jagakarsa…. Mungkin 30 km ada kali, ya….

Saat baru aja membuka mata, ternyata di meja makan sudah tersaji ketupat sayur betawi yang disiapkan oleh pembantu di tempat saya menginap itu. Wuaah, saya seneng banget, karena kebetulan ketupat sayur betawi itu memang makanan favorit saya. Apalagi saya jarang banget makan itu. Di Yogya sebenarnya ada yang jual, tapi ga enak. Menurut saya, ketupat sayur yang enak itu, ya, cuma ada di Jakarta, yang dijual oleh pedagang keliling dengan pikulannya. Entah kenapa saya justru kurang suka sama ketupat sayur betawi yang dijual di restoran-restoran besar. Rasanya beda aja. Lebih mantap yang dijual oleh para pedagang keliling. Continue reading ‘Hari Kedua’

Hari Pertama

Seperti yang udah diceritakan sebelumnya, saya dan beberapa temen kantor dapet tugas ke Jakarta. Saya, sih, seneng-seneng aja. Itung-itung jalan-jalan, hehe…. Lagi pula kami naek kendaraan sendiri (mobil), jadi ga terlalu repot. Kami berangkat dari kantor jam 8 pagi. Perjalanan Alhamdulillah lancar banget. Eh, tapi ada gangguan sedikit deng. Di tengah perjalanan saya mabok, walopun ga sampe muntah. Yah, begitulah. Tiap naek mobil bagus, saya sering banget mabok. Emang bakat wong ndeso kali ya, hahaha….

Kami sampe di Jakarta sekitar jam 10 malem. Kalo dihitung-hitung mungkin perjalanan dilalui sekitar 12 jam. Agak telat sebenarnya, karena kami berhenti di tengah jalan beberapa kali buat istirahat, sholat, dan makan. Continue reading ‘Hari Pertama’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,793 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter