Posts Tagged 'indonesia'

Percaya Diri

Saya punya hobi memperhatikan orang-orang cerdas dan sukses di sekitar saya. Dari kebiasaan ini, saya lihat ada satu kesamaan yang sangat menonjol di antara mereka, yakni memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Maka kini saya pun semakin yakin bahwa rasa percaya diri merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk meraih sukses. Namun, sayangnya hal ini sepertinya kurang disadari oleh para pemangku pendidikan di negeri kita.

Dulu sewaktu saya masih SD, guru saya menjelang pulang sekolah sering mengadakan ujian hafalan perkalian. Para siswa dipanggil ke depan kelas satu per satu, lalu disuruh menyebutkan rangkaian perkalian beserta jawabannya.

Bagi yang lolos, maka si murid bisa langsung pulang dengan jumawa. Bagi yang tidak, dia harus berdiri dulu di depan kelas. Sesekali sang guru mengancamnya dengan tidak membolehkannya pulang jika tidak kunjung hafal. Continue reading ‘Percaya Diri’

Membuang Sampah Pada Tempatnya itu Mudah!

Saat sedang bersepeda beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah mobil yang penumpangnya buang gelas plastik air mineral begitu saja ke jalan lewat jendela. Saya nggak habis pikir, kok bisa, ya? Maksudnya, apakah sebelumnya sama sekali nggak terpikir bahwa sampah itu bisa mengenai orang yang lewat? Apakah nggak merasa sayang jalan yang cukup bersih itu dikotori oleh gelas plastik bekas yang sebenarnya bisa dibuang di tempat sampah?

Saya kira, bagi orang yang (benar-benar) berpendidikan, ada semacam perasaan nggak enak kalau buang sampah ke jalan begitu saja. Selain mengotori jalan, juga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya. Belum lagi bila sampah itu nantinya masuk ke selokan lalu menghambat aliran air. Nah, siap-siap banjir, deh. Padahal tanpa “bantuan” sampah pun, banyak jalan yang memang sering tergenang air bila hujan deras, sebab sistem drainasenya nggak bagus.

Saya pikir kok kayaknya nggak susah ya menyimpan sampah selama beberapa menit sampai menemukan tempat sampah terdekat. Tentu itu sekadar usaha kecil, namun jika diterapkan dengan konsisten, sedikit banyak pasti bisa mengurangi masalah lingkungan. Continue reading ‘Membuang Sampah Pada Tempatnya itu Mudah!’

Tetap Berjuang Timnas Indonesia!

Tahukah teman-teman, apa yang ada dalam pikiran saya ketika timnas sepakbola Malaysia lolos ke final piala AFF setelah berhasil menghentikan langkah juara bertahan Vietnam?

Dipikiran saya malah terbayang begini. Sepertinya akan menjadi sebuah skenario yang “indah” bila Indonesia bertemu Malaysia di final, dan kemudian kalah.

Kenapa “indah”? Pertama, karena dalam laga-laga sebelumnya, Indonesia begitu berjaya. Kedua, Malaysia bisa lolos ke semifinal karena Indonesia memenangkan pertandingan melawan Thailand pada babak penyisihan grup. Jadi, bisa dibilang Indonesia ikut andil dalam keberhasilan Malaysia lolos ke semifinal piala AFF.

Bayangkan, tim kita yang begitu kuat dan telah menumbangkan lawan-lawannya dengan telak, kemudian dikalahkan oleh tim yang notabene (di atas kertas) berada di bawah kita dan bahkan hampir saja tidak lolos ke babak berikutnya –kalau bukan karena kita. Bukankah itu sebuah skenario yang “indah”? –untuk tidak mengatakan tragedi. Continue reading ‘Tetap Berjuang Timnas Indonesia!’

Maju Terus Timnas Sepakbola Indonesia!

Alhamdulillah, sesuai dengan apa yang kita semua harapkan, timnas Indonesia kembali meraih kemenangan di turnamen AFF. Kali ini Bambang Pamungkas dan kawan-kawan berhasil menundukkan timnas Filipina dengan skor tipis, 0:1.

Di menit-menit awal pertandingan, saya sempat khawatir timnas kita akan kalah, mengingat tim lawan memperlihatkan permainan yang cukup agresif dan solid. Di babak pertama, meskipun timnas kita lebih banyak menguasai bola, namun mereka tampak kesulitan membendung perlawanan tim Filipina yang diisi oleh sembilan pemain naturalisasi itu. Tapi syukurlah, kerja keras mereka semua tidak membuktikan kekhawatiran saya. Meskipun hasil yang diperoleh tidak sebaik ketika menghadapi Thailand, namun itu sudah cukup daripada tidak menang sama sekali 🙂

Saya perhatikan, timnas kita menerapkan strategi yang bagus. Mereka tidak melulu menggunakan umpan-umpan pendek, tetapi juga mengombinasikannya dengan umpan lambung dan panjang. Ya, ketika itu pemain belakang Filipina memang sangat disiplin dalam menjaga daerah pertahanan mereka. Apalagi dua striker Indonesia di lini depan mendapatkan kawalan yang cukup ketat. Bila hanya mengandalkan umpan-umpan pendek, tentu akan sangat sulit menembus pertahanan yang rapat itu. Continue reading ‘Maju Terus Timnas Sepakbola Indonesia!’

Bravo Timnas Sepakbola Indonesia!

Indonesia sedang berbahagia. Timnas sepakbola yang selama ini menjadi sasaran caci maki karena terlalu sering kalah, kini menunjukkan taringnya di kejuaraan sepakbola tingkat ASEAN, AFF.

Tentu teman-teman masih ingat betapa ganasnya timnas kita ketika menghadapi Malaysia beberapa hari yang lalu. Ketika itu, Firman Utina dan kawan-kawan berhasil menggilas tim lawan dengan kemenangan yang sangat meyakinkan, skor akhir 5:1. Ternyata, keganasan mereka belum berhenti sampai di situ. Laos menjadi sasaran berikutnya. Timnas berhasil mencukur habis Laos dengan skor telak, 6:0. Wow, benar-benar membanggakan!

Setelah kemenangan besar itu, timnas kita dijadwalkan bertanding dengan Thailand. Sempat muncul keraguan, apakah Indonesia bisa memenangi partai tersebut, mengingat catatan prestasi timnas dalam menghadapi Thailand tidak begitu bagus. Di sisi lain, ternyata banyak juga pengamat yang yakin bahwa Indonesia pasti menang karena sedang diliputi rasa percaya diri yang begitu tinggi. Lagipula, Indonesia sudah pasti lolos ke babak semifinal sehingga bisa bermain lebih lepas. Continue reading ‘Bravo Timnas Sepakbola Indonesia!’

Berita yang Bikin Gemas

Sampai senin malam ini, puasa sudah lewat 6 hari. Alhamdulillah puasa saya masih full alias belum bolong. Wah, padahal puasanya belum ada seminggu, tapi udah dihitung-hitung aja, hahaha…. 🙂

Tapi tadi siang entah kenapa perut saya begitu sakit dan melilit. Jalan aja sampe bungkuk-bungkuk saking sakitnya. Padahal, pas hari pertama puasa perut saya sama sekali nggak bermasalah. Nggak terlalu lapar sampe segitunya. Makanan yang saya santap pas sahur tadi pagi juga biasa-biasa aja, pake nasi, sayur, dan lauk pauk, plus dua sendok madu. Porsinya pas, nggak terlalu banyak juga nggak terlalu sedikit.

Sampai sekarang pun perut saya masih melilit, walaupun sudah nggak terlalu sakit. Moga-moga besok sudah nggak bermasalah lagi, supaya bisa menjalankan puasa dengan lancar. Amin. Continue reading ‘Berita yang Bikin Gemas’

Kemiskinan Sejati

Kemaren saya baca artikel yang sangat menarik di rubrik Karier koran Kompas. Temanya tentang kemiskinan. Mencoba memahami kembali makna kemiskinan dan melihatnya dari sudut pandang yang lain.

“Selama ini kemiskinan sering dianggap sebagai urusan yang bersifat ekonomis saja. Pembahasan biasanya difokuskan pada terbatasnya hak-hak dasar, seperti terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.” Begitulah rangkaian kalimat yang menjadi bagian pembuka artikel itu.

Harus kita akui, sampai saat ini kemiskinan memang hanya dipandang dari segi materi saja. Banyak yang menilai bahwa orang miskin adalah orang yang berpendapatan kurang dari sekian, yang nggak punya rumah, nggak punya mobil, dan lain sebagainya. Intinya, orang miskin adalah orang yang hidupnya memprihatinkan secara finansial. Padahal, ternyata kemiskinan bisa dipandang lebih luas daripada itu. Continue reading ‘Kemiskinan Sejati’

Kesenjangan Sosial di Negeri Kita

Tadi pagi saya habis baca berita di koran Kompas tentang kemiskinan di Indonesia yang kian merisaukan. Laju penurunan angka kemiskinan semakin lambat, di sisi lain angka inflasi meningkat seiring kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Ditambah lagi tarif dasar listrik naik per 1 Juli 2010. Beban hidup masyarakat, khususnya kalangan bawah pun semakin berat.

Di salah satu kolom berita juga ada kisah tentang beratnya kehidupan “orang-orang kecil”, khususnya buruh dan nelayan. Bayangkan, para kepala keluarga (dalam hal ini suami) harus menghidupi anak dan istrinya dengan pendapatan hanya sebatas UMR lebih sedikit. Seperti kisah Mohamad Ridwan (36), seorang buruh pabrik tekstil di Cimahi yang punya satu istri dan dua orang anak yang sudah sekolah. Gajinya sekitar Rp1,4 juta per bulan. Setelah dipotong biaya kontrak kamar sederhana seharga Rp300ribu per bulan, jumlah gaji itu jadi sedikit sekali. Walhasil, dia harus benar-benar ngirit agar pendapatan yang sangat mepet itu cukup untuk biaya hidup keluarga sehari-hari.

Ridwan nggak sendirian, karena di Indonesia ini ada sekitar 31.020.000 penduduk miskin (data per maret 2010). Dengan naiknya tarif listrik dan harga berbagai bahan pokok, tentu kehidupan mereka semakin merana. Mau makan aja susah. Continue reading ‘Kesenjangan Sosial di Negeri Kita’

Susahnya Disiplin

Sebelum masuk ke topik utama, saya ingin memberikan pertanyaan dulu buat temen-temen. ‘Apa perbedaan antara tentara dan pembalut’? Nah, jawabannya akan saya berikan di akhir postingan ini 🙂

Yuk, kita lanjut. Beberapa hari yang lalu saya abis baca berita di koran tentang daya tarik Singapura. Mereka itu bener-bener ga punya sumber daya alam, ya. Luas negaranya aja kecil banget. Bahkan mereka sampai harus beli tanah ke negara lain untuk bikin pulau baru, untuk memperluas wilayah negaranya, supaya masyarakatnya bisa tinggal dengan nyaman. Tapi, kok ada ya negara yang bersedia dibeli tanahnya?? Bukannya itu akan mempersempit wilayah sendiri dan justru semakin memperluas wilayah negara lain?

Singapura ga punya sumber minyak mentah, hutan kayu ga ada, sawah juga. Menyedihkan banget, ya. Tapi, kok bisa mereka mengekspor minyak berkualitas tinggi, furniture kayu yang sangat berkelas, dan bahan makanan yang juga berkualitas tinggi? Ternyata bahan baku yang nggak mereka punya itu dibeli dari negara lain, diolah dan diberikan nilai tambah, lalu dijual. Wew, kreatif sekali. Mereka cerdas, mau berusaha, dan menguasai teknologi. Dari yang nggak punya apa-apa, berubah menjadi kaya raya. Continue reading ‘Susahnya Disiplin’

Musik Simfoni dan Pluralisme Indonesia

Sebagai hasil karya manusia, musik simfoni telah menjadi bukti langka bahwa ternyata perbedaan dan keragaman dapat dikelola menjadi sesuatu yang indah, megah, dan harmonis.

Ungkapan tersebut secara tersirat aku dapat dari Addie M.S. ketika dia sedang menjadi bintang tamu di acara talk show Just Alvin. Ketika itu dia sempat memberikan pernyataan bahwa dia ingin dan sedang berjuang mengakrabkan musik simfoni kepada masyarakat luas, khususnya para pemuda. Kemudian dia ditanya, “kenapa mas Addie begitu inginnya mewujudkan itu?”

Sebenarnya aku ga tau jawaban persisnya seperti apa, tapi mungkin bisa dikira-kira demikian:

“Karena saya ingin membawa pemahaman kepada masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah hal yg patut diributkan atau dikonflikkan. Pemuda yg notabene sedang berada pada masa puncak semangat hidup, penting untuk memahami ini. Perbedaan dan keragaman sebenarnya merupakan aset dan potensi yang sungguh tak bernilai harganya. Musik simfoni telah menunjukkan itu semua, dimana berpuluh-puluh alat musik yang begitu kompleks dan sangat berbeda karakter, mampu menghasilkan musik yang begitu harmonis dan menenangkan”. Continue reading ‘Musik Simfoni dan Pluralisme Indonesia’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter