Posts Tagged 'hikmah'

Tekanan

Pertengahan tahun lalu saya bertemu dengan relasi yang saat ini menjadi kawan baik saya —kita sebut saja Mas Jarwo. Usianya sama dengan saya, tapi posisi kerja dan pendapatannya lebih tinggi daripada saya. Dan yang membuat saya kagum, Mas Jarwo punya banyak keterampilan kerja yang bisa diandalkan. Padahal, dia “cuma” lulusan SMA.

Seperti biasanya, jika saya sudah tertarik dengan kehidupan seseorang, maka saya akan berusaha mengorek informasi darinya. Saya selalu senang mendengarkan kisah hidup orang lain, khususnya yang inspiratif. Ini memang hobi saya.

Kalau seseorang itu sudah terpancing dan mau menceritakan kisah hidupnya, maka saya sanggup mendengarkannya selama berjam-jam. Continue reading ‘Tekanan’

6 Cara Bijak Menghadapi Kritik

Kritik bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi bagi orang yang sensitif. Bagaimana tidak, usaha yang selama ini dikerahkan ternyata masih saja mengundang rasa tidak puas dari orang lain. Tapi, begitulah hidup. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa terbebas dari kritik.

Memang, ada cara ampuh untuk menghindari kritik, yakni dengan tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa. Namun, cara seperti itu bukanlah pilihan yang layak diambil oleh para pemenang hidup.

Daripada menghindari kritik, tentu akan jauh lebih baik bila kita belajar menerima atau menghadapinya dengan baik serta mengambil manfaatnya. Bagi sebagian orang, hal ini ternyata tidaklah mudah. Kritik, sehalus apa pun cara menyampaikannya, ternyata tetap bisa mendatangkan rasa tidak enak, apalagi bila kritik tersebut bersifat menjatuhkan. Bagi Anda yang termasuk dalam golongan ini, 6 cara bijak menghadapi kritik berikut ini bisa dicoba untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading ‘6 Cara Bijak Menghadapi Kritik’

Si Bapak Buta

Pas dalam perjalanan pulang kerja kemarin, saya sempat terhenyak. Dari atas sepeda motor, saya melihat seorang bapak-bapak buta sedang berjalan, meniti trotoar dengan tongkatnya. Dia membawa banyak keset ijuk dengan satu tangan, dan sebagian ditaruh di atas kepalanya. Sepertinya dia adalah penjaja keset ijuk keliling.

Si bapak buta terlihat kumal. Kemejanya pun tampak lusuh, mungkin karena terlalu sering dipakai. Sandal jepitnya sudah butut banget, harusnya sudah masuk ke tong sampah. Langkahnya pelan, mengikuti tongkatnya yang meraba jalan. Terlihat sekali kalau dia tidak hapal jalan itu. Ya, saya sering lewat jalan tersebut, tapi selama ini belum pernah melihat bapak itu.

Dari manakah asalnya? Ke manakah tujuannya? Tidak takutkah dia berada di tempat yang asing dengan kondisi tidak bisa melihat apa-apa? Sudah berapa keset yang berhasil ia jual hari itu? Saya tidak bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, karena saya tidak sempat menghampiri si bapak buta dan bertanya kepadanya…. Continue reading ‘Si Bapak Buta’

Kekuatan Pikiran

Beberapa hari yang lalu, tetangga sebelah rumah main ke rumah saya. Dia punya bayi yang baru berumur kurang dari setahun (saya nggak tahu umur pastinya berapa), sebut saja Tole. Si Tole ini lucu banget. Yah, namanya juga bayi. Dulu pas masih bayi saya juga lucu dan menggemaskan banget, kok. Beneran. Masak saya bohong. Tapi, saya maklum banget kalau teman-teman nggak percaya setelah melihat saya yang sekarang ini, hahaha…. 🙂

Oh iya, sekarang Tole lagi proses belajar berjalan. Kadang bisa, tapi sering nggak, kebanyakan cuma ngerangkak.

Nah, ayahnya cerita begini. Si Tole itu kadang lupa kalau dia belum bisa jalan, tapi akhirnya dia malah berjalan. Maksudnya begini. Suatu ketika, Tole ingin mengambil biskuit di meja ruang tamu. Kebetulan posisi dia tidak begitu jauh dari meja makan, sekitar 6 meter lah. Saking inginnya meraih biskuit itu, tanpa sadar Tole berjalan menuju meja. Memang sih masih tertatih-tatih dan belum seimbang. Tapi intinya dia sudah berjalan. Continue reading ‘Kekuatan Pikiran’

Puasa Hari Terakhir

Karena besok sudah lebaran, maka mami hari ini sudah mulai masak-masak ketupat, opor ayam, dan sambal krecek daging. Bikinnya agak banyak, karena memang di hari raya lebaran, keluarga kamilah yang dikunjungi oleh saudara-saudara di Yogyakarta. Diantara keluarga dari mami yg kebanyakan tinggal di Jogja (kakak dan adik), keluarga kami memang muslim sendiri, jadi saat lebaran, merekalah yg berkunjung ke tempat kami. Sebaliknya, setiap natal tiba, keluarga kamilah yg keliling dan berpesta di sana, hehe…

Kebetulan hari ini saya ga ada agenda keluar rumah, sehingga bisa membantu mami masak-masak hidangan yang akan disajikan besok. Kebetulan juga papi dan kakak-kakak yg lain lagi pada sibuk, jadi memang mami sepertinya sangat membutuhkan bantuan saya.

Btw saya ada sedikit cerita ni. Jadi saat itu saya ke pasar untuk membeli kelapa parutan. Kebetulan pemilik lapak parutan sedang tidak ada, jadi terpaksa saya menunggu dulu di sana. Saya tidak sendiri, sebab juga ada nenek yang sudah lebih dulu menunggu. Ternyata beliau ingin membeli sekarung batok kelapa yang juga dijual di lapak itu. Akan digunakan untuk bahan bakar kompor katanya… Continue reading ‘Puasa Hari Terakhir’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter