Posts Tagged 'fokus'

Fokus

“You know, when you commit to something, you are gonna focus all your energy there. Like a dog with a bone.” (Lenore kepada Bryan Mills).

Itu adalah dialog yang ada dalam salah satu film favorit saya, Taken 2. Film aksi tersebut dibintangi oleh aktor kawakan Liam Neeson sebagai Bryan Mills, dan Famke Janssen sebagai Lenore.

Sebagai seorang (mantan) istri, Lenore tahu betul karakter Bryan. Menurut penilaiannya, pria itu selalu fokus terhadap apa pun yang sedang ia perjuangkan.

“When you give, it’s 100 percent of 100 percent,” lanjut Lenore, yang disambut senyum malu-malu Bryan. Continue reading ‘Fokus’

Cemilan

Beberapa waktu yang lalu saya berbincang dengan seorang kawan. Saya mengenalnya sebagai sosok yang sangat tekun. Dalam obrolan tersebut, dia cerita bahwa kalau sedang mengerjakan sesuatu, dia bisa melakukannya selama berjam-jam. Biasanya dari selepas shubuh hingga jam satu pagi.

Mendengar itu, saya sangat terkejut, sekaligus iri. Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, saya kesulitan untuk berkonsentrasi —tidak betah berlama-lama mengerjakan sesuatu. Biasanya baru satu jam mengerjakan pekerjaan, saya sudah bosan, dan rasanya ingin segera menggantinya dengan kegiatan lain.

“Bro, kok kamu bisa bekerja seasyik itu, sih?” tanya saya kepada teman saya.

“Hahaha…,” bukannya langsung menjawab, ia malah tertawa. “Mmm… apa, ya….”

Ia diam sejenak, kemudian berkata, “Yang utama mungkin motivasi, Bro. Selain itu, saat bekerja, aku harus ngemil sesuatu. Cemilan membuatku rileks. Jadi aku bisa betah berlama-lama berhadapan dengan kerjaan.” Continue reading ‘Cemilan’

Lupa Makan, Lupa Tidur

Manajemen waktu merupakan solusi yang hebat bagi siapa pun yang sedang punya banyak pekerjaan. Dengan manajemen waktu yang rapi, maka kita bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.

Mungkin ini yang membuat orang-orang tertentu sanggup memegang beberapa jabatan sekaligus. Padahal, waktu yang mereka punya pun sama dengan kita semua: kurang lebih 24 jam dalam sehari.

Supaya manajemen waktu bisa berfungsi, maka ada satu syarat penting yang harus dipenuhi, yakni konsentrasi atau fokus dalam bekerja.

Sudah sebulan ini pekerjaan saya begitu menumpuk, dan tenggatnya pun berdekatan. Untuk mengatasinya, maka saya pun menyusun jadwal kerja sebaik mungkin. Pada tahap ini saya tidak begitu kesulitan, sebab rupanya saya pandai membuat rencana. Continue reading ‘Lupa Makan, Lupa Tidur’

Cerita Seorang Kawan

Terkait dengan postingan sebelumnya yang berjudul Drop Out, saya mau menceritakan sesuatu. Barangkali bisa jadi pelajaran buat kita semua.

Jadi begini. Saya punya teman. Teman sepermainan. Ah… ah… ah…. Lah, malah nyanyi.

Lanjut.

Dia merupakan teman dekat saya di kampus. Kami sering pergi berdua, dan saya sering numpang tidur atau sekadar berleyeh-leyeh di kosnya.

Oh iya, selanjutnya kita panggil saja teman saya ini dengan sebutan Mister Pi (bukan nama sebenarnya). Continue reading ‘Cerita Seorang Kawan’

Fokus!

Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, beberapa minggu terakhir ini saya merasa pekerjaan saya banyak sekali. Setelah dipikir-pikir, ternyata itu adalah konsekuensi atas keinginan-keinginan yang hendak saya wujudkan. Jadi saya coba jalanin aja dengan ikhlas. Mungkin lebih baik bekerja lebih rajin untuk meraih impian daripada bermalas-malasan dan akhirnya nggak punya pencapaian.

Sebenarnya sih saya pengennya bersantai-santai aja, tapi tetap berhasil mewujudkan apa yang diinginkan. Tapi sepertinya kok hal kayak gitu sulit terjadi, ya, hehe….

Terkait banyaknya pekerjaan yang harus saya selesaikan, ada satu hal yang saya keluhkan, yakni kecepatan saya dalam mengerjakan tugas-tugas itu. Entah kenapa saya merasa lambat. Padahal, aliran kerjaan terus berdatangan. Jadi kerjaan yang masuk dengan yang keluar nggak imbang. Continue reading ‘Fokus!’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,793 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter