Posts Tagged 'film'

Fokus

“You know, when you commit to something, you are gonna focus all your energy there. Like a dog with a bone.” (Lenore kepada Bryan Mills).

Itu adalah dialog yang ada dalam salah satu film favorit saya, Taken 2. Film aksi tersebut dibintangi oleh aktor kawakan Liam Neeson sebagai Bryan Mills, dan Famke Janssen sebagai Lenore.

Sebagai seorang (mantan) istri, Lenore tahu betul karakter Bryan. Menurut penilaiannya, pria itu selalu fokus terhadap apa pun yang sedang ia perjuangkan.

“When you give, it’s 100 percent of 100 percent,” lanjut Lenore, yang disambut senyum malu-malu Bryan. Continue reading ‘Fokus’

Advertisements

Resolusi 2015

Sebelumnya, selamat tahun baru 2015, teman-teman!

Semoga pencapaian kita di tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Aamiin!

Namanya saja tahun baru, jadi semangat kita pun menjadi baru. Sebenarnya tidak hanya tahun baru saja yang membuat semangat kita terbarukan, tapi juga hal apa pun yang baru, misalnya buku, pakaian, kendaraan, rumah, ponsel, ataupun kekasih. Ehem.

Nah, dalam rangka menghadapi tahun baru 2015, maka saya pun mencanangkan beberapa resolusi. Apa saja itu? Check this out! Continue reading ‘Resolusi 2015’

Bioskop

Selepas pulang kerja, biasanya saya suka melewati sebuah bioskop besar di kota saya. Saya perhatikan, bioskop itu sering penuh. Apabila ada film baru, maka antreannya bisa panjang sekali, bahkan hingga keluar gedung. Kalau kata Jupe, “Sampe tumpe-tumpe.”

Saya bertanya-tanya, kira-kira apa yang membuat mereka ingin cepat-cepat menonton film terbaru di bioskop hingga rela mengantre selama berjam-jam? Bahkan beberapa orang rela menonton di barisan paling depan sehingga terpaksa harus mendongak terus sepanjang film diputar. Akibatnya, otot leher mereka bermasalah setelah keluar dari bioskop.

Padahal, toh film itu tidak akan cepat-cepat dihentikan pemutarannya oleh manajemen bioskop –khususnya jika film itu tergolong laris. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu tergesa-gesa. Continue reading ‘Bioskop’

Bahasa Inggris

Kalau tidak salah ingat, dulu pas masih SMP, saya menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Saya sering mendapat nilai yang bagus untuk mata pelajaran itu. Dan bahkan —lagi-lagi kalau tidak salah ingat, saya menjadi murid kesayangan Bu Susi, guru Bahasa Inggris saya yang cantik dan seksi itu.

Dulu saat teman-teman saya senang menyanyikan lagu dari Sheila on 7, Boomerang, Jamrud, Gigi, dan sebagainya, saya malah hobi mendengarkan lagu-lagu dari Westlife, Backstreet Boys, M2M, Britney Spears, Christina Aguilera, dan The Corrs.

Mungkin itu yang dulu membuat saya tidak terlalu kesulitan memahami pelajaran Bahasa Inggris.

Tapi, itu adalah cerita indah pada masa lalu. Continue reading ‘Bahasa Inggris’

Mudah Jatuh Cinta

urlSelain baca novel, akhir-akhir ini saya juga rajin banget nonton film. Lumayan untuk menyegarkan pikiran di tengah tumpukan pekerjaan yang seolah nggak ada habisnya.

Satu hal yang saya baru saya sadari terkait dengan hobi tersebut. Ternyata saya itu mudah banget jatuh cinta sama tokoh dalam cerita, haha….

Pas baca novel The Way We Were, saya jatuh hati sama tokoh utamanya, Laut Senja, gadis mungil yang polos dan manis. Pas baca novel Unfriend You, saya jatuh cinta sama tokoh utamanya juga, Katrissa Satin, gadis cantik yang perhatian dan baik hati. Continue reading ‘Mudah Jatuh Cinta’

Tanpa Televisi

Sudah lewat dari sebulan ini saya melewati hari tanpa televisi di kamar. Sebab, televisi itu sudah saya pindahkan ke warung makan kecil-kecilan milik saya. Lumayan untuk hiburan para pelanggan dan penjaga warung. Praktis kini saya semakin jarang menonton televisi.

Awalnya saya kepikiran untuk beli televisi lagi. Kebetulan sekarang lagi banyak toko elektronik yang menjual televisi dengan sistem kredit. Tapi, niat tersebut urung saya lakukan, sebab rasanya saya belum terlalu membutuhkannya. Continue reading ‘Tanpa Televisi’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,812 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements