Posts Tagged 'erupsi'

Rumah dan Kebun Salak Pasca-erupsi Merapi

Minggu pagi itu (9/11), saya pulang ke rumah. Kebetulan sejak Merapi meletus pada hari Selasa (26/11) yang lalu, saya belum menengok rumah sama sekali. Papi sendiri sih bilang nggak usah pulang dulu, karena keadaan rumah lagi kacau balau. Tapi saya tetap pulang, pengen tahu keadaan rumah dan sekitarnya.

Setelah sampai, di depan rumah lagi ada beberapa warga yang sedang bergotong royong membersihkan jalan beraspal dari pasir dan abu vulkanik Merapi. Kebetulan rumah saya terletak di pinggir jalan raya, dan jalan itu menjadi licin karena tertutup pasir dan abu. Kalau tidak hujan, debu di jalan itu jadi beterbangan nggak karuan sehingga bisa memperpendek jarang pandang serta berbahaya untuk mata dan paru-paru (bila terhirup).

Setelah memarkirkan sepeda motor, saya pun segera masuk ke rumah. Ya ampun, ternyata beneran kacau. Selain mati lampu (sudah tiga hari), bagian dalam rumah juga penuh debu. Genteng kaca yang selama iniĀ  meneruskan cahaya matahari ke dalam rumah di saat siang, kini tertutup pasir sehingga bagian dalam rumah benar-benar gelap. Continue reading ‘Rumah dan Kebun Salak Pasca-erupsi Merapi’

Lereng Merapi Mencekam

Kamis malam (4/11), sekitar pukul 22:30, kamar kos saya dan daerah sekitarnya mati lampu. Saat itu saya sedang mengerjakan sesuatu di laptop. Kebetulan batere laptop masih ada, jadi saya masih sempat menyelesaikan pekerjaan yang memang sudah hampir selesai itu.

Setelah laptop mati, baru deh saya bingung mau ngapain. Paling enak sih baca buku. Tapi nggak bisa karena lagi mati lampu. Daripada bengong nggak karuan, akhirnya saya putuskan untuk langsung tidur aja. Lagian saat ituĀ  saya memang lagi cape banget. Setelah kunci pintu, langsung melemparkan diri ke kasur, lalu tidur.

Pas bangun keesokan paginya, saya kaget karena ternyata ada banyak sms yang masuk ke inbox ponsel saya. Pas tengah malam dimana saya lagi tidur pulas, Mami sms untuk ngabarin kalau suasana di rumah sangat mencekam. Selain gelap karena mati lampu, juga ada suara gemuruh, gempa, dan hujan abu. Sepertinya Merapi lagi bergejolak. Karena dirasa membahayakan, saat itu juga, Mami, Papi, kakak perempuan, dan dua ponakan saya yang masih kecil, ngungsi ke rumah saudara di daerah Beran, ibu kota Sleman. Mereka semua ngungsi naik sepeda motor, menembus derasnya hujan abu. Ya ampun. Continue reading ‘Lereng Merapi Mencekam’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,796 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter