Posts Tagged 'buku'

Istri yang Pas

Tahun 2006, seorang penulis yang tidak banyak dikenal mendadak meramaikan dunia kesusastraan. Dialah Ben Fountain. Ia menulis kumpulan cerpen yang diberinya judul Brief Encounters with Che Guevara.

Karyanya itu menuai banyak pujian. Times Book Review menyebutnya “menyentuh hati”. Buku tersebut kemudian memenangkan penghargaan Hemingway Foundation/PEN dan menjadi No. 1 Book Sense Pick.

Tidak berhenti sampai di situ, Brief Encounters with Che Guevara juga dianggap sebagai salah satu buku terbaik pada tahun terbitnya oleh Chronicle San Francisco, Tribune Chicago, dan Kirkus Reviews. Buku itu pun masuk dalam daftar buku laris regional. Continue reading ‘Istri yang Pas’

Advertisements

[Resensi Buku] Cinta.

CintaJudul buku ini dibaca dengan kalimat: “cinta dengan titik”. Maksudnya adalah cinta tanpa koma, tanpa ada yang lain setelahnya. Begitulah yang saya baca dari keterangan di bagian sampul.

Pada awal peluncurannya, buku ini mendapat sambutan yang meriah dari para pembaca. Saya mengetahuinya dari media sosial, juga dari teman saya yang bekerja sebagai pemasar buku.

Sepertinya memang begitu setiap kali Bernard Batubara meluncurkan karya barunya. Penulis ini memang memiliki basis pembaca yang cukup kuat.

Buku ini dibuka dengan cerita tentang Nessa yang hendak pulang dari Pontianak ke Yogyakarta naik pesawat terbang. Di dalam pesawat, ia duduk bersebelahan dengan seorang cowok bernama Demas. Mereka kemudian berkenalan. Continue reading ‘[Resensi Buku] Cinta.’

Menjadi Penulis

Dalam halaman prakata di buku What The Dog Saw, Malcolm Gladwell bercerita dengan serius bahwa awalnya ia sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk menjadi seorang penulis. Hal ini tentu saja mengejutkan saya.

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah berkeinginan untuk menjadi menjadi penulis, di kemudian hari bisa menjadi seorang penulis yang sangat cemerlang?

Tapi, begitulah hidup.

Gladwell sebenarnya ingin menjadi seorang pengacara. Karena itulah menjelang lulus kuliah, ia melamar hingga ke delapan belas kantor pengacara. Dan kau tahu, semua kantor itu menolaknya. Continue reading ‘Menjadi Penulis’

[Resensi Buku] Pentingnya Sebuah Checklist

Pentingnya Sebuah ChecklistSaya melihat buku ini di sebuah bazar buku obral di Gramedia. Judulnya begitu menarik di mata saya, sebab selama ini saya merasa sering terbantu oleh sebuah checklist.

Saya memang senang membuat checklist untuk menyusun prioritas kerja, atau menulis hal apa pun yang perlu saya kerjakan dalam satu waktu tertentu. Checklist membantu saya untuk bekerja dengan lebih tenang dan terencana. Berkat checklist, saya bisa menjaga alur kerja sehingga tidak perlu ada hal-hal penting yang terlewatkan.

Meski demikian, hanya sebatas itu saja manfaat checklist yang saya tahu. Sekadar berdasarkan pengalaman pribadi saja. Makanya saya agak takjub ketika mengetahui ada satu buku tersendiri yang membahas manfaat checklist secara khusus. Continue reading ‘[Resensi Buku] Pentingnya Sebuah Checklist’

[Resensi Buku] Travel Young

Travel YoungAda dua alasan kenapa saya membeli buku ini. Pertama, buku ini merupakan memoar perjalanan. Sejak membaca buku Life Traveler karya Windy Ariestanty, saya jadi suka dengan tulisan dengan jenis itu.

Kedua, penulisnya adalah Alanda Kariza, gadis muda yang aktif dan cerdas. Sebagai seorang penggemar perempuan cerdas, saya merasa perlu untuk memiliki bukunya. #Uhuk

Dulu saya rajin membaca blognya Alanda, jadi saya sudah tahu sejak lama bahwa ia beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri —biasanya untuk menghadiri konferensi-konferensi internasional.

Karena itu, saya tidak heran lagi ketika mendengar bahwa Alanda akan mengeluarkan buku dengan tema perjalanan. Saya sudah menebaknya sejak lama. Continue reading ‘[Resensi Buku] Travel Young’

[Resensi Buku] Hidup Bukan Hanya Urusan Perut

Hidup Bukan Hanya Urusan PerutAda dua buku yang menarik minat saya saat mengunjungi perpustakaan kota beberapa hari yang lalu. Sayangnya, saya cuma boleh meminjam satu buku, sebab masih ada satu buku yang belum saya kembalikan, sementara setiap anggota perpustakaan hanya boleh meminjam maksimal dua buku.

Nah, dua buku yang menarik minat saya itu adalah novel karya Tere Liye dan buku nonfiksi karya Prie GS.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memutuskan untuk memilih buku yang kedua, sebab sebelum-sebelumnya sudah cukup banyak buku fiksi yang saya baca.

Ya, kali ini saya ingin mencari suasana baru dengan membaca buku nonfiksi.

Buku ini berisi kolom-kolom mingguan Prie GS di tiga media, yakni tabloid keluarga Cempaka, Suara Merdeka Cyber News, dan website Andriewongso dot com. Ada 55 tulisan yang termuat dalam buku ini, dan saya suka semuanya. Continue reading ‘[Resensi Buku] Hidup Bukan Hanya Urusan Perut’

[Resensi Buku] Tak Enteni Keplokmu – Tanpa Bunga dan Telegram Duka

Tak Enteni KeplokmuBulan ini saya tuntas membaca dua buku karya Sindhunata. Buku yang pertama berjudul Putri Cina, sementara yang kedua Tak Enteni Keplokmu-Tanpa Bunga dan Telegram Duka.

Kali ini saya akan meresensi buku yang saya sebut terakhir, sebab buku itulah yang terbit lebih dahulu dibanding Putri Cina.

Kalau ditanya buku ini bercerita tentang apa, terus terang saya bingung menjawabnya. Berbeda dengan tulisan-tulisan nonfiksi Sindhunata yang terang benderang, tulisan fiksi beliau di buku ini sulit digambarkan kembali ―meskipun sama-sama memikat.

Sederhananya, buku ini bisa dibilang sebuah hasil imajinasi dan kreasi Sindhunata terhadap tiga lukisan Djokopekik. Adapun Djokopekik adalah seorang pelukis senior yang terkenal kritis terhadap situasi politik di negeri ini. Continue reading ‘[Resensi Buku] Tak Enteni Keplokmu – Tanpa Bunga dan Telegram Duka’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,810 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Advertisements