Posts Tagged 'anak'

Anak Perempuan dan Ayahnya

Every girl may not be queen to her husband, but she is always a princess to her father (NN).

Beberapa hari yang lalu, saya iseng membuka Facebook. Dari sekian postingan foto yang muncul di linimasa, ada satu foto yang membuat saya terharu.

Foto tersebut begitu personal, diposting oleh seorang kawan —perempuan, yang saat ini sedang kuliah di Eropa. Bentuknya berupa gabungan foto ayahnya yang menampilkan sang ayah dalam berbagai ekspresi dan usia.

Foto editan itu juga berisi coretan khas anak-anak berupa ucapan selamat ulang tahun. Kata-katanya mungkin sebenarnya standar saja, sebagaimana ucapan ulang tahun pada umumnya. Tapi, cara teman saya dalam mengemas ucapan itu membuat saya tersentuh. Continue reading ‘Anak Perempuan dan Ayahnya’

Kaya Tapi Sederhana

Manusia selalu mencari dan terus mencari, melahap dan terus melahap, sampai lupa bahwa mereka memiliki batas.

Saya mau menceritakan sebuah kisah lama. Sebuah kisah yang sangat berkesan bagi saya, dan tampaknya selalu relevan untuk direnungkan pada berbagai zaman, termasuk zaman sekarang.

Tersebutlah seorang alim ulama bernama Nidzam Al-Mahmudi. Ia tinggal bersama keluarganya di sebuah gubuk kecil di pelosok desa. Meskipun hidupnya sangat sederhana, namun ia memiliki kekayaan yang berlimpah. Kekayaan itu ia dapat dari hasil usahanya. Ia mempunyai kebun berhektar-hektar, serta memiliki usaha perniagaan yang sangat sukses.

Di tengah kesederhanaan hidupnya, Nidzam Al-Mahmudi menjalani hidup dengan bahagia. Continue reading ‘Kaya Tapi Sederhana’

Pintar Menjawab

Pas masih SD, saya diajar untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar. Guru melempar pertanyaan, dan para murid menjawabnya. Mati-matian saya belajar supaya bisa menjawab pertanyaan dari guru.

Saya selalu deg-degan jika pelajaran sudah mulai masuk ke sesi yang membuat saya lemas, yakni guru melempar pertanyaan dengan menunjuk murid sesuka hatinya.

Jika bisa menjawab pertanyaan dari guru, kita bisa mendapatkan kebanggaan yang besar. Namun sebaliknya, jika tidak bisa menjawabnya, maka kita bisa malu setengah mati. Continue reading ‘Pintar Menjawab’

Anak Harapan Orang Tua

Tadi siang ini saya pergi ke bagian akademik fakultas buat ngurus syarat-syarat wisuda. Kebetulan pegawai yang ingin saya temui sedang nerima tamu, jadi saya harus nunggu dulu. Kemudian saya nunggu di ruang tamu sambil maen2 komputer yang disediakan di situ. Disebelah ada seorang bapak pegawai yang sudah saya kenal bernama pak Sis dan sedang tertidur di depan Komputer. Nampaknya dia lelah sekali. Pas saya lagi browsing2, dia malah bangun. Ya udah, saya ajak ngobrol aja deh. Continue reading ‘Anak Harapan Orang Tua’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,793 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter