Archive for the 'Curahan Hati' Category



Lagu Anak

Dalam suatu wawancara, Dhea Ananda dan mantan pacar saya –Leony– pernah ditanya, kenapa lagu-lagu anak saat ini sepertinya kok sulit sekali berkembang? Tidak bisa sepopuler dulu?

Dhea Ananda bilang bahwa hal itu dipengaruhi oleh jam tayang. Dan Leony pun mengiyakan.

Kita yang termasuk golongan anak ’90-an tentu tahu bahwa dulu televisi sering menayangkan lagu-lagu anak. Saat itu kita begitu hafal dengan lagu-lagu ceria yang dibawakan oleh Enno Lerian, Chiquita Meidy, Cindy Cenora, Maisy, dan tentu saja Trio Kwek-Kwek. Continue reading ‘Lagu Anak’

Pulang

Tempat ini penuh dengan jejak-jejakmu, Mei.

Ucapkanlah selamat tinggal  😦 Continue reading ‘Pulang’

Dua Puluh Tujuh

Beberapa hari yang lalu, saya memasuki usia dua puluh tujuh. Tidak disangka, ternyata saya tua juga, ya.

Konon dua puluh tujuh adalah usia yang rentan. Beberapa musisi atau tokoh muda terkenal mati pada usia ini. Sebutlah Jimi Hendrix, Jim Morrison, Janis Joplin, Brian Jones, Amy Winehouse, dan tentu saja Kurt Cobain.

Beberapa minggu yang lalu, teman baik saya juga berulang tahun yang kedua puluh tujuh. Untuk merefleksikannya, ia membuat tulisan ini. Saya kaget bukan kepalang. Tak saya sangka, rupanya ia bisa membuat tulisan sebagus itu. Sebab, setahu saya ia jarang menulis.

“Saya masih belum punya pencapaian apa-apa,” begitu ia merangkai kata. “Kawan-kawan sepermainan sudah melangkah jauh, sementara saya masih begini-begini saja.” Continue reading ‘Dua Puluh Tujuh’

Sebenarnya

Sebenarnya….

Aku tergila-gila dengan perempuan ini. Continue reading ‘Sebenarnya’

Kebaikan Raksasa

Angels & Demons adalah salah satu film yang membuat saya terpukau. Film yang diangkat dari novel karangan Dan Brown itu memiliki akhir cerita yang sangat mengejutkan. Tidak disangka, sosok yang dianggap baik, dihormati, dan dicintai, ternyata sesungguhnya merupakan orang yang jahat.

Film itu membuat saya merenung dan merefleksikan diri. Saat ini kita sulit sekali membedakan mana sosok yang baik dan mana yang buruk. Terlebih jika kita hanya mengandalkan berita di media massa.

Semua bisa direkayasa. Semua bisa dikemas dengan apa yang disebut dengan pencitraan.

Karena itulah saya tidak habis pikir dengan orang-orang yang senang mengultuskan seseorang.

Untuk apa? Continue reading ‘Kebaikan Raksasa’

Lebih Gampang

Dua hari yang lalu, saya bertugas keluar kantor dan baru kembali pada sore hari. Dalam perjalanan pulang itu, saya harus melewati kemacetan yang disebabkan oleh demonstrasi mahasiswa di salah satu ruas jalan utama terkait kenaikan harga BBM.

Saya kelelahan. Saya ingin segera sampai di kantor untuk beristirahat sejenak. Kemacetan itu membuat saya terus merutuk di dalam hati.

Sambil menunggu macet, saya melihat ke lingkungan sekitar. Sama seperti saya, orang-orang juga terlihat lelah. Sepertinya mereka hendak pulang kerja. Dan tak saya sangka, ternyata di dekat saya ada seorang tetangga. Kami pun saling menyapa dan kemudian berbincang-bincang sejenak. Continue reading ‘Lebih Gampang’

Menggampangkan Janji

Saya benar-benar tidak paham dengan orang yang suka menggampangkan janji. Apa yang ada di dalam otak mereka ketika dengan mudahnya melanggar janji tanpa pemberitahuan sebelumnya?

Beberapa waktu yang lalu saya dapat tugas kerja ke ibu kota. Saya harus berangkat pagi-pagi dari kos ke bandara dengan kendaraan umum. Padahal, kendaraan umum di sini agak sulit, terlebih pada pagi hari.

Untuk mengatasinya, saya bisa naik taksi. Tapi, saya segera ingat bahwa ada pilihan lain yang lebih cocok untuk saya, yakni taksi motor.

Kebetulan di Jogja ada sebuah perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai ojek modern pertama di Indonesia. Armada (sepeda motor) mereka dilengkapi dengan argometer sebagai alat hitung pembayaran, dan pengendaranya memakai seragam. Mereka memiliki call centre khusus serta memberikan layanan pengantaran 24 jam. Setidaknya itulah yang saya baca di website mereka. Continue reading ‘Menggampangkan Janji’

Pesawat Terbang

Gagah, anggun, dan elegan. Itulah pesawat terbang.

Bayangkan, benda ini sangat besar, sangat berat, tapi bisa terbang di udara. Berkat benda yang satu ini, hidup kita jadi jauh lebih mudah. Perjalanan darat atau laut yang biasanya ditempuh selama beberapa hari, maka bisa dipersingkat menjadi beberapa jam saja!

Lain daripada itu, penampilan pesawat terbang —khususnya yang komersial, sungguh mengesankan. Dia rupawan, dan mungkin sedikit angkuh. Ia seperti sibuk dengan dunianya sendiri, fokus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, mengantarkan para penumpang ke berbagai daerah.

Suatu ketika, saya melewati (jembatan) fly over, lalu di dekat saya melintas sebuah pesawat yang hendak mendarat. Oh well, dia besar sekali. Continue reading ‘Pesawat Terbang’

Lega (2)

Setiap kali selesai ngeblog, entah kenapa saya jadi merasa lega. Kalau dipikir-pikir, mungkin sebabnya ada dua.

Pertama, karena saya telah menulis.

Menulis —kita tahu, memang dapat mendatangkan perasaan lega. Beban kita terbagi. Apa yang kita pikirkan dan kita rasakan bisa terlampiaskan. Semuanya kita tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Perkara mau dipublikasikan atau tidak, itu pilihan kita. Tinggal kita pertimbangkan baik-buruknya. Continue reading ‘Lega (2)’

Ikhtiar

“Apa nama ibu kota Sulawesi Barat?” tanya saya sembari meliriknya.

Saat itu kami berdua tengah asyik main tebak-tebakan di kamar. Ia duduk bersila di ujung kasur, sementara saya berbaring sambil membaca buku pintar yang menjadi rujukan saya dalam membuat pertanyaan-pertanyaan.

“Mamuju,” ia menjawab dengan penuh keyakinan sambil mengulum senyum.

Saya tercengang. Sudah kesekian kalinya ia menjawab pertanyaan saya dengan benar. Hal itu semakin membuktikan bahwa ia memang orang yang cerdas. Meskipun ia sendiri selalu merasa biasa-biasa saja, tapi saya mengagumi kecerdasannya.

Sejak duduk di bangku kuliah, saya memang jadi semakin sering bertemu dengan orang-orang cerdas. Continue reading ‘Ikhtiar’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,797 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter