Archive for the 'Curahan Hati' Category

Flashdisk Hijau

Minggu ini Jogja sudah mulai ramai oleh mahasiswa baru. Pemuda-pemudi yang penuh semangat tampak berseliweran di sekitar kampus. Ingatan saya pun terlempar pada kenangan saat menjadi mahasiswa baru dulu.

Mungkin seperti halnya banyak mahasiswa baru, saya cukup kaget saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan. Salah satunya adalah banyaknya tugas makalah yang harus ditulis. Sesuatu yang sangat jarang saya alami saat masih SMA.

Saya harus beradaptasi dengan cepat. Salah satu kendalanya adalah saya tidak punya komputer yang bisa digunakan untuk mengetik. Tapi ternyata itu perkara yang mudah diatasi. Continue reading ‘Flashdisk Hijau’

Kesan

Saya mengikuti beberapa blog, dan setiap ada postingan baru dari mereka, notifikasinya selalu masuk ke surel saya.

Mungkin sudah lebih dari 3 tahun saya mengikuti blog-blog itu. Sampai sekarang, setiap saya membuka surel, selalu ada notifikasi yang masuk dari blog tersebut.

Hal ini membuat saya takjub. Di masa ketika blog sudah tidak populer lagi seperti saat ini, mereka tetap rajin memperbarui blog, meski mungkin tidak setiap hari.

Itu ketakjuban saya yang pertama. Continue reading ‘Kesan’

KZL

Tidak hanya bahagia, terkadang hal-hal yang menjengkelkan pun sangat sederhana.

Misalnya, kita sedang duduk atau tiduran di kasur, lalu sadar bahwa ternyata ponsel atau remote yang baru saja kita pakai sudah tidak ada.

Raib ke mana? Continue reading ‘KZL’

Karyawan yang Pas

Ada beberapa hal yang membuat saya pusing saat mulai membangun usaha kemarin. Di antaranya adalah mencari rumah untuk dijadikan kantor, menyiapkannya hingga menjadi tempat yang layak untuk bekerja, serta mencari karyawan.

Ternyata mencari rumah yang terjangkau di daerah yang tidak terlalu jauh dari kota luar biasa susah. Apalagi harga tanah/rumah di Yogyakarta ini terkenal mahal, bahkan konon lebih mahal daripada Bekasi dan Bogor.

Tapi beruntung, setelah berminggu-minggu mencari ke sana-kemari, sempat kecewa karena rumah yang diincar ternyata sudah laku, dan sempat sakit hati karena pinjaman yang saya ajukan tidak jadi lolos, akhirnya dapat juga rumah yang cocok. Continue reading ‘Karyawan yang Pas’

Resign

Per November 2016 yang lalu, saya resmi mengundurkan diri dari kantor. Sempat merasa sedih juga, karena saya bekerja di sana sudah sejak tahun 2010. Ada banyak hal yang saya lewati. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan.

Saya pergi, dengan membawa begitu banyak kenangan.

Bagaimanapun, berhenti bekerja di sana merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidup saya.

Selepas itu, apa yang saya lakukan? Continue reading ‘Resign’

Dunia Maya

Sudah cukup lama saya tidak memakai Twitter dan Facebook di ponsel. Saya terpaksa mencopotnya, karena ponsel saya tidak kuat, sudah lemah. Alhamdulillaah sekarang telepon pintar saya sudah lebih baik. Maka saya pun memasang lagi kedua media sosial itu.

Tapi begitu saya buka, saya kaget karena di dalamnya banyak berisi kemarahan, sindiran, yang seolah-olah tidak ada habisnya. Berlangsung selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu saya melewati pasar. Pelan-pelan mengendarai sepeda motor, dan menikmati suasana di sana secara khusus. Continue reading ‘Dunia Maya’

Sepeda Motor

Dulu pada zaman kuliah, saat sedang berada di dalam bus kota, sesekali saya menjumpai truk tronton yang mengangkut puluhan sepeda motor.

Sembari memandangi barisan sepeda motor itu dari balik jendela bus kota, saya sering berkhayal, seandainya saya dikasih satuuuuuuuuuu saja, pasti saya akan sangat bahagia.

Sebuah khayalan yang konyol tentu saja. Orang gila mana yang mau ngasih saya sepeda motor secara cuma-cuma.

Tapi intinya, khayalan itu adalah cerminan tentang betapa besarnya keinginan saya untuk memiliki sepeda motor. Continue reading ‘Sepeda Motor’

Kak

Salah satu pembaca buku saya (perempuan) bertanya melalui e-mail, “Kak, gimana sih caranya supaya bisa rajin ngeblog? Supaya blog kita keisi terus?”

Jujur, pertanyaan itu membuat saya malu dan tersipu-sipu.

Pertama, karena saya dipanggil “Kak”.

Entah kenapa, sebutan itu sangat berkesan di benak saya. Mungkin bagi kalian biasa-biasa saja, tapi bagi saya tidak. Saat dipanggil “Kak”, rasanya saya jadi begitu hebat (kecuali kalau yang manggil Mas CumiLebay). Continue reading ‘Kak’

Menata Ulang

Halo!

Wah, sudah lama banget saya nggak ngeblog.

Akhir-akhir ini pekerjaan saya begitu menumpuk, dan hal itu membuat saya malas menyentuh blog. Saat itu saya berpikir, jika absen ngeblog, saya bisa fokus untuk mencicil pekerjaan.

Tapi, ternyata saya keliru.

Meskipun absen ngeblog, kenyataannya saya tidak lantas memanfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan pekerjaan yang menumpuk itu. Continue reading ‘Menata Ulang’

Menjadi Penulis

Dalam halaman prakata di buku What The Dog Saw, Malcolm Gladwell bercerita dengan serius bahwa awalnya ia sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk menjadi seorang penulis. Hal ini tentu saja mengejutkan saya.

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah berkeinginan untuk menjadi menjadi penulis, di kemudian hari bisa menjadi seorang penulis yang sangat cemerlang?

Tapi, begitulah hidup.

Gladwell sebenarnya ingin menjadi seorang pengacara. Karena itulah menjelang lulus kuliah, ia melamar hingga ke delapan belas kantor pengacara. Dan kau tahu, semua kantor itu menolaknya. Continue reading ‘Menjadi Penulis’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,796 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter