Pasar Raya Boga Yogyakarta

Minggu lalu saya dapat pesan berantai di Whatsapp tentang festival makanan terbesar di Jogja. Nama festivalnya “Pasar Raya Boga Yogyakarta”.

Saya baca pesan itu dengan ketertarikan tinggi, karena kata-katanya heboh sekali. Kesannya festival itu sangat besar, menarik, cemerlang, dan penuh dengan jajanan yang bisa kita icip-icip sesuka hati.

Maka pada akhir pekan kemarin, saya pun berangkat ke sana malam-malam. Lokasinya di lapangan parkir stadion Mandala Krida.

Sesampainya di sana, belum apa-apa sudah kecewa, karena tarif parkirnya terlalu mahal. Padahal, salah satu yang digembar-gemborkan dan diunggulkan dalam pesan promo itu adalah: gratis masuk ke dalam festival. Continue reading ‘Pasar Raya Boga Yogyakarta’

Hal Penting Dalam Menulis Cerita Anak

“Show, don’t tell.”

Demikianlah nasihat yang sering saya baca dalam berbagai literatur tentang bagaimana cara menulis (cerita) yang baik. Dalam pelatihan-pelatihan menulis yang saya ikuti pun, nasihat itu sering saya dengar.

Dan kalau saya perhatikan, tulisan yang bisa “mempertunjukkan” tanpa sekadar “memberitahukan” memang terasa lebih hidup.

Misalnya, coba kita baca paragraf berikut ini:

“Malam itu Yoga harus melewati jalan yang seram. Di tengah jalan, ia seperti mendengar suara langkah kaki. Ia pun berlari kencang agar segera sampai di rumah.”

Bisa kita revisi menjadi seperti ini: Continue reading ‘Hal Penting Dalam Menulis Cerita Anak’

KZL

Tidak hanya bahagia, terkadang hal-hal yang menjengkelkan pun sangat sederhana.

Misalnya, kita sedang duduk atau tiduran di kasur, lalu sadar bahwa ternyata ponsel atau remote yang baru saja kita pakai sudah tidak ada.

Raib ke mana? Continue reading ‘KZL’

Berhenti

Beberapa hari yang lalu, saya makan pagi bersama adik ini. Kami menjajal sebuah tempat makan khas Banjar yang cukup terkenal di sini, namanya Kindai.

Saya pesan soto banjar ketupat, sedangkan dia nasi kuning sambal goreng ati.

Soto banjarnya enak, tapi sayang agak manis. Dan yang lebih disayangkan lagi, porsinya sedikit.

Sebenarnya tadi ada pilihan soto banjar nasi, bukan ketupat seperti yang saya pesan. Tapi saya rasa porsi nasinya juga sedikit, tidak jauh berbeda dibanding dengan yang ketupat. Jadi kurang lebih sama. Makanya saya tidak pesan menu itu. Continue reading ‘Berhenti’

Karyawan yang Pas

Ada beberapa hal yang membuat saya pusing saat mulai membangun usaha kemarin. Di antaranya adalah mencari rumah untuk dijadikan kantor, menyiapkannya hingga menjadi tempat yang layak untuk bekerja, serta mencari karyawan.

Ternyata mencari rumah yang terjangkau di daerah yang tidak terlalu jauh dari kota luar biasa susah. Apalagi harga tanah/rumah di Yogyakarta ini terkenal mahal, bahkan konon lebih mahal daripada Bekasi dan Bogor.

Tapi beruntung, setelah berminggu-minggu mencari ke sana-kemari, sempat kecewa karena rumah yang diincar ternyata sudah laku, dan sempat sakit hati karena pinjaman yang saya ajukan tidak jadi lolos, akhirnya dapat juga rumah yang cocok. Continue reading ‘Karyawan yang Pas’

Bahagia

Beberapa hari yang lalu, saya mencicipi kwetiauw siram kuah seafood di Kopi TM, sebuah resto yang lagi ngehits di sini. Wow… rasanya enak. Saya merasa bahagia. Dan memang saya adalah tipe orang yang mudah bahagia oleh makanan.

Dua hari kemudian, gantian makan siang di warung mi ayam di dekat rumah. Saya pesan mi ayam bakso dengan kuah minim. Ternyata masakannya enak. Kembali saya merasa bahagia. Dan harganya… cuma Rp10.000. Jauh sekali dibanding kwetiau siram kuah seafood di Kopi TM.

Tidak pas sebenarnya membandingkan kedua tempat itu. Yang satu menggunakan bahan-bahan premium, dimasak oleh koki yang belajar memasak di sekolah memasak, dan tempat makannya sejuk, nyaman, bersih, serta didesain dengan mewah. Continue reading ‘Bahagia’

Resign

Per November 2016 yang lalu, saya resmi mengundurkan diri dari kantor. Sempat merasa sedih juga, karena saya bekerja di sana sudah sejak tahun 2010. Ada banyak hal yang saya lewati. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan.

Saya pergi, dengan membawa begitu banyak kenangan.

Bagaimanapun, berhenti bekerja di sana merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidup saya.

Selepas itu, apa yang saya lakukan? Continue reading ‘Resign’


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,987 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip