Memainkan Ponsel di Lampu Merah

Beberapa hari terakhir ini saya sering melihat postingan foto surat tilang di media sosial.

Surat tilang itu tampak berbeda dari yang biasanya, bukan yang dibuat secara langsung di TKP oleh polisi. Rupanya itu adalah surat tilang yang dikirim lewat pos ke rumah si pelanggar.

Jadi konon sekarang banyak ruas jalan protokol yang dilengkapi dengan kamera tersembunyi (CCTV). Kamera itu bisa merekam pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Rekaman atau foto itu nantinya akan dijadikan sebagai alat bukti untuk melengkapi surat tilang.

Jadi saat melanggar lalu lintas, kita jangan tenang dulu jika kendaraan kita tetap bisa melaju dengan lancar tanpa dikejar oleh polisi. Sebab bisa saja beberapa hari kemudian datang tukang pos untuk menyampaikan surat tilang.

Tidak diketahui lebih jauh pelanggaran apa yang dilakukan oleh sang pengendara sehingga mendapat kiriman surat tilang yang saya lihat di medsos tadi. Tapi yang jelas, postingan foto itu dilengkapi dengan nasihat agar kita jangan mengoperasikan atau memainkan ponsel saat sedang menyetir, bahkan ketika sedang berhenti di lampu merah sekalipun.

Aktivitas itu dianggap melanggar peraturan lalu lintas, dan bisa terekam oleh kamera tersembunyi sehingga kita tidak bisa mengelak saat mendapat kiriman surat tilang.

Saya jadi ingat kejadian yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saat itu saya tengah menyetir malam-malam, dan kemudian berhenti di lampu lalu lintas yang menyala merah. Setelah menarik tuas rem tangan, saya pun mengambil ponsel di dasbor, lantas asyik memainkannya.

Tiba-tiba, terdengar suara klakson yang dibunyikan berkali-kali dari arah belakang.

Saya sempat bingung dan menolah-noleh, tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana. Tidak tahu siapa yang mengklakson, dan siapa yang diklakson.

Olala… ternyata yang diklakson itu saya, sebab mobil saya mundur sendiri!

Saya tidak menyadarinya karena keasyikan memainkan ponsel. Dan rupanya tadi saya kurang kuat dalam menarik tuas rem tangan.

Walaupun sempat panik dan bingung –karena mobil saya sudah hampir menabrak mobil belakang, namun saya masih sempat menginjak rem, lalu memajukan mobil.

Pengendara mobil belakang sempat turun dan mengecek bemper mobilnya. Syukurlah tidak terjadi masalah.

Sepertinya mobil saya benar-benar tidak menabrak mobil belakang. Terlebih saya juga tidak mendengar suara tumbukan sama sekali.

Well… kini saya tahu kenapa sebaiknya kita tidak memainkan ponsel saat sedang menyetir, bahkan saat tengah berhenti di lampu merah sekalipun.

Advertisements

3 Responses to “Memainkan Ponsel di Lampu Merah”


  1. 1 nyonyasepatu September 9, 2017 at 2:27 pm

    Seharusnya sih begitu yaaa. Aku masih sering buka hape pas lampu merah

  2. 2 Ranger Kimi September 9, 2017 at 6:23 pm

    Dasar kamu generasi millenial tidak bisa lepas dari handphone!

  3. 3 Pypy September 22, 2017 at 4:15 pm

    Waduhhh.. Mesti lebih hati2.. Syukur ga sampe benturan ya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,981 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: