Perut yang Bisa Diandalkan

Pagi itu saya punya agenda mengunjungi teman akrab saya. Istrinya dan anak kembar mereka yang masih berusia 14 bulan, baru saja pindah ke Jogja. Sebelumnya mereka tinggal berjauhan. Teman saya di Jogja, sedangkan istri dan anak kembarnya di Majalengka.

Rumah teman saya terbilang jauh dari rumah saya. Perjalanan pastinya akan melelahkan. Karena itulah saya menyantap sarapan terlebih dahulu supaya tidak lemas.

Kebetulan selera makan saya pagi itu sedang bagus, dan lauk serta sayurnya pun enak. Jadi, pagi itu saya menikmati sarapan dalam porsi yang banyak.

Setelah melalui perjalanan kurang lebih satu jam, sampailah saya di rumah sang Teman. Kami bercengkerama dengan riang. Saya sangat senang bermain-main dengan si kembar yang baru bisa berjalan itu. Lucu sekali mereka. Ah, rasanya jadi pengen punya anak kembar juga.

Saat sedang asyik bermain bersama si kembar, istri teman saya tiba-tiba datang dengan membawa beberapa piring. Setelah saya amati, isinya nasi goreng dengan lauk cumi-cumi.

“Ayo sarapan bareng-bareng,” begitu katanya, ramah.

“Waduh, gawat ini,” kata saya dalam hati. Saat itu saya masih kenyang, karena sebelumnya sudah sarapan. Tapi mau menolak, rasanya kok tidak enak, karena makanannya sudah telanjur disajikan ke dalam piring.

Dalam keadaan yang kritis itu, saya perhatikan porsi makanan itu dengan serius, mengira-ngiranya dengan saksama. Hmmm… sepertinya saya masih bisa menghabiskannya. Maka kemudian saya pun mengambil sebuah keputusan, bertekad untuk menyantap habis nasi goreng yang tampak menggiurkan itu.

Benar saja, dalam waktu yang tidak terlalu lama, apa yang ada di dalam piring itu sudah pindah semua ke dalam perut saya. Emm… kecuali sendok dan garpunya tentu saja. #krik-krik

Melihat piring saya yang “bersih” tak bersisa itu, sang istri tampak senang. Entah apa yang terjadi. Tapi saya hanya bisa menebak, mungkin karena ia merasa dihargai.

Well… peristiwa itu membuat saya bersyukur, karena Tuhan telah menganugerahi saya perut yang bisa diandalkan.

Advertisements

3 Responses to “Perut yang Bisa Diandalkan”


  1. 1 Ranger Kimi January 4, 2017 at 10:11 pm

    Adiiiit… Update blog juga akhirnya. Alhamdulillah.

  2. 2 rangtalu January 5, 2017 at 11:20 am

    Update blog, langsung soal perut. Jangan2 sebelumnya vakum juga gara2 perut 😀

  3. 3 cumilebay.com February 13, 2017 at 10:39 am

    Masakan nya enak atau laper ??? hahahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,980 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: