Fokus

“You know, when you commit to something, you are gonna focus all your energy there. Like a dog with a bone.” (Lenore kepada Bryan Mills).

Itu adalah dialog yang ada dalam salah satu film favorit saya, Taken 2. Film aksi tersebut dibintangi oleh aktor kawakan Liam Neeson sebagai Bryan Mills, dan Famke Janssen sebagai Lenore.

Sebagai seorang (mantan) istri, Lenore tahu betul karakter Bryan. Menurut penilaiannya, pria itu selalu fokus terhadap apa pun yang sedang ia perjuangkan.

“When you give, it’s 100 percent of 100 percent,” lanjut Lenore, yang disambut senyum malu-malu Bryan.

Bryan adalah seorang mantan agen militer profesional. Ia memiliki berbagai keahlian militer yang didapatnya selama menjalani karier sebagai pasukan khusus dalam waktu yang cukup lama.

Bryan terkenal sebagai agen yang tangguh. Ia selalu berhasil menjalankan misi-misi berbahaya, termasuk saat menyelamatkan keluarganya dari cengkeraman para penjahat. Aksi-aksinya begitu memukau. Ia pantang menyerah, dan tidak berhenti sampai tujuannya tercapai.

Dari percakapan di atas, Lenore seperti menunjukkan bahwa salah satu kunci keberhasilan Bryan adalah fokus. Dan Setelah menonton ketiga seri film Taken, saya sadar akan satu hal penting: betapa hebatnya manusia jika ia selalu fokus dengan apa yang ia kerjakan.

Tentu fenomena itu tidak hanya terjadi di film-film. Kita juga bisa melihat contohnya dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mungkin kita juga mengalaminya sendiri.

Saat fokus, kita seolah-olah lupa dengan keadaan sekitar. Kita begitu larut dengan apa yang kita kerjakan. Dan begitu pekerjaan itu selesai…. Booom! Sebuah karya berkualitas telah kita hasilkan.

Barangkali kita juga pernah mendengar kisah tentang orang-orang besar yang menghasilkan berbagai mahakarya. Tentang bagaimana proses yang dilalui oleh misalnya Leonardo da Vinci, Michelangelo, Thomas Alva Edison, atau Albert Einstein dalam bekerja dan berkarya.

Kita tahu, orang-orang yang fokus selalu bekerja dengan tekun. Berjam-jam. Berhari-hari. Bahkan mungkin sampai lupa makan dan mandi.

Tak salah rasanya bila kita bilang bahwa fokus merupakan salah satu kekuatan utama manusia.

Sayangnya, di zaman modern ini, kita seperti mudah kehilangan fokus. Ada banyak hal yang memicunya, misalnya banyaknya aplikasi cakap-cakap yang terpasang di ponsel pintar kita, aneka macam media sosial, dan sebagainya.

Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan yang sangat menarik ini. Dengan didukung oleh argumen yang kuat, tulisan tersebut menyampaikan bahwa internet cenderung membuat kita semakin bodoh. Salah satunya karena fokus kita mudah tercerai-berai. Tidak cuma oleh media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau Path, tapi bahkan juga oleh mesin pencari.

“Zaman semakin mudah,” begitu kata para penggila teknologi. Tapi ironisnya, kita malah jadi semakin sulit menjaga fokus. Padahal, itu adalah kekuatan kita sebagai manusia.

25 Responses to “Fokus”


  1. 1 mawi wijna July 30, 2015 at 12:04 pm

    Fokus itu mencurahkan perhatian ke satu hal ya? Entah kenapa kok aku jadi teringat dialog berikut:
    “Kenapa kamu lebih perhatian sama kerjaan? Aku sama anak-anak malah nggak?”

    Yang diucapkan seorang istri pada suaminya.😀

  2. 2 -n- July 30, 2015 at 12:16 pm

    Internet itu memperpendek attention span ku.

  3. 3 Emaknya Benjamin br. Silaen July 30, 2015 at 12:22 pm

    Kemajuan teknologi memang tidak bisa dibentuk, tinggal sikap manusianya saja memilih mana yg pentig dan tidak. Kalau saya fokus berkebun saja hehe:mrgreen: .

  4. 4 Febriyan Lukito July 30, 2015 at 1:49 pm

    Pokus. Pokus. I need to focus.
    Artikelnya menarik mas. Memang jadi cenderung spt itu ya.

  5. 5 alrisblog July 30, 2015 at 2:35 pm

    Internet harusnya semakin memudahkan untuk membantu. Fokus buat yang terbaik.
    Kalo di telepon pintar banyak aplikasi cakap2 yang kita pasang maka makin sibuklah kita dengan telepon pintar, fokus hanya ke situ.

  6. 6 annosmile July 30, 2015 at 9:57 pm

    banyak hal yg bisa dilakukan malah membuat tidak fokus..
    lagi mencoba fokus..tiba2 ponsel berdering..buyarlah sudah =))

  7. 7 nuel July 31, 2015 at 1:09 am

    Fokus main PS termasuk bukan? Dulu waktu kecil, bisa betah main dari subuh hingga maghrib. Haha…

  8. 8 Bibi Titi Teliti July 31, 2015 at 8:13 am

    Sebelumnya mohon maaf lahir batin yah mas Ditter :))

    Aku mah anaknya fokuuus banget mas…terutama kalo lagi nonton drama Korea…pokoknya konsentrasi penuh aja hehe…

  9. 9 yance July 31, 2015 at 10:46 am

    hocus fokus…nah tuh gak ngerti apa artinya…kalo aku mah fokus cari makan hehehe

  10. 10 arip July 31, 2015 at 10:49 am

    Ah ya, terdistraksi oleh beragam notifikasi adalah penyakit saya dan manusia modern lainnya. Kasihan kita ya.

  11. 11 eda July 31, 2015 at 2:38 pm

    fokuuss..fokuusss… anakku juga fokuus bangeeet.. apalagi kalo udha liat tipi -_-

  12. 12 Sucipto Kuncoro July 31, 2015 at 8:33 pm

    Internet tuh yang bikin saya sering gak fokus. Malah kadang bikin bingung mau ngapain :))

  13. 13 ibrahim July 31, 2015 at 9:02 pm

    Kosentarasi atau fokus adalah upaya untuk melakukan sesuatu agar apa yang menjadi tujuan Terwujud, benarkan mas😀

  14. 14 Muh.Ahsan July 31, 2015 at 10:11 pm

    Ada AQ*A?

    Saya masih tetap bisa fokus mengerjakan satu hal, termasuk nonton TV. Kalau sudah didepan TV ketemu acara yang bagus (semacam INBO* – Zzzzz…) dering telpon pun bisa jadi “tidak terdengar”.

  15. 15 Ucapan Tahun Baru August 2, 2015 at 1:58 pm

    Fokuss fokussss kalo lagi main game doang :v

  16. 16 vizon August 2, 2015 at 2:48 pm

    Teknologi tidak dapat disalahkan. Ia hanyalah alat dan hasil karya manusia. Kita lah yang patut menjaga diri, agar tidak terjajah oleh teknologi.🙂

  17. 18 cumilebay.com August 5, 2015 at 8:42 am

    Zaman makin mudah tapi kita di begoin ama tekhnologi hahaha #BedaSudutPandang

  18. 19 mila said August 9, 2015 at 1:11 pm

    aaah iyaaah kenapa ya susah banget buat fokus.

  19. 21 Adie Riyanto August 10, 2015 at 8:48 am

    Biar bisa fokus tiap hari itu caranya gimana ya? Kalau weekend sih mungkin bisa gitu pisah sama hp, karena latihan. Tapi kalau weekdays gmn?

  20. 23 bahrul August 13, 2015 at 11:29 am

    ahhaha aku aja fokus sama 1 hal belum bisa fokus maksimal hiksss. btw lama ga berselancar di blog guru *sepuh* wkwkw

  21. 25 eggimaru February 19, 2016 at 12:15 pm

    Sepertinya penulis blog ini fokus menulis di blog ya. Salut.salam. Lompat dari blog nya mas Febriyan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: