[Resensi Buku] Jejak Tinju Pak Kiai

Jejak Tinju Pak KiaiDikisahkan, seorang kiai sedang asyik menonton pertandingan tinju bersama santri-santrinya. Itu adalah pertandingan besar. Disebut-sebut sebagai pertandingan tinju terbaik sepanjang masa. George Foreman melawan Muhammad Ali.

Pak Kiai sangat bersemangat dalam menonton pertandingan akbar itu. Ia terus bersorak-sorai. Teriakannya terdengar hingga ke seluruh asrama di pesantrennya. Sebaliknya, para santri tampak salah tingkah.

Setiap kali Muhammad Ali kena tonjok, Pak Kiai sontak bersorak. Para santri seperti turut merasakan rasa sakit yang dialami Ali, terlebih saat mendengar teriakan Pak Kiai. Tentu hati mereka panas, tapi mereka terpaksa menahan diri.

Mulai dari ronde ketiga, Muhammad Ali terus dipukuli. Ia lari-lari ke pojok ring, berusaha menghindari pukulan Foreman. Ia seperti tidak berdaya. Hal ini membuat Pak Kiai semakin bersemangat dan gembira.

Hingga akhirnya tibalah menit kedua di ronde ke-8. Ali balas memukul. Kombinasi pukulannya begitu mengejutkan. Jab, straight, dan hook. Tak ada yang menyangka Ali masih bisa memberikan perlawanan.
Foreman terdesak. Hingga pada satu serangan, tubuhnya limbung, lalu jatuh. Ia tergeletak. TKO.

Seketika para santri teriak-teriak menyambut momen bersejarah itu. Mereka tidak bisa menahan diri lagi, sudah lupa dengan keberadaan Pak Kiai. Beberapa menit kemudian, kegembiraan itu berubah panik ketika mereka melihat Pak Kiai jatuh pingsan.

Sejumlah santri langsung membopong tubuh Pak Kiai ke dipan. Mereka lalu berbagi tugas untuk menyadarkan Pak Kiai. Ada yang memijitinya, ada pula yang menyiapkan air putih untuknya.

“Kenapa sih Pak Kiai mbelain Foreman?” tanya salah satu santri, seperti menyesali pilihan Pak Kiai.

“Lho, nggak…,” sangkal si santri lain sambil mengibas-ngibaskan tangannya. “Justru Pak Kiai sangat fanatik sama Muhammad Ali. Cuma beliau sangka si Foreman itulah yang Muhammad Ali….”

****

Cerita jenaka itu merupakan satu di antara 39 catatan kritis Cak Nun yang terangkum di dalam buku ini. Semuanya berisi tentang masalah sosial yang terjadi di Indonesia, penuh dengan kritikan yang mengena.

Catatan-catatan itu dibuat beberapa tahun yang lalu, jadi sebenarnya objek yang dibicarakannya bisa dibilang sudah basi. Meski begitu, entah kenapa tulisan-tulisan itu masih enak untuk dinikmati.

Pesonanya tentu bukan pada objek yang dibicarakan dan dikritisi, melainkan pada cara pandang dan cara berpikir penulisnya.

Cak Nun memang dikenal sebagai pemikir dan penulis yang lincah. Meski demikian, baginya menulis bukanlah untuk menempuh karier sebagai penulis, melainkan untuk kerja sosial. Dengan prinsip itu, ia justru menghasilkan banyak sekali tulisan.

Jujur, sebenarnya ada beberapa tulisan di buku ini yang tidak saya mengerti. Walaupun begitu, entah kenapa saya masih tetap bisa menikmatinya. Rupanya gaya bertutur dan gaya tulisan Cak Nun menjadi sajian tersendiri yang mampu memuaskan batin saya.

Mungkin seperti para penggemar puisi yang menikmati kalimat-kalimat dalam buku puisi favoritnya, meskipun tidak terlalu mengerti apa maknanya.

****

Judul: Jejak Tinju Pak Kiai

Penulis: Emha Ainun Nadjib

Editor: Progress Talent

Tebal: xvi+240 halaman

Ukuran: 14 x 21 cm

Cetakan: Keempat, Oktober 2009

ISBN: 978-979-709-363-1

Penerbit: Penerbit Buku Kompas

???????????????????????????????

4 Responses to “[Resensi Buku] Jejak Tinju Pak Kiai”


  1. 1 dani March 23, 2015 at 7:18 pm

    I need to read more of this kind of book. Thanks mas.🙂

  2. 2 Beby March 24, 2015 at 11:50 am

    Ini cerita-cerita pendek gitu ya, Bang? Semuanya tentang Pak Kiai?

  3. 3 cumilebay.com March 30, 2015 at 9:22 pm

    Jadi pak kiai salah orang yessssss hahaha

  4. 4 putra jaya March 31, 2015 at 10:04 pm

    Pak kiai Hoby tinju, meskipun kurang mengenal siapa yang tanding.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: