[Resensi Buku] Travel Young

Travel YoungAda dua alasan kenapa saya membeli buku ini. Pertama, buku ini merupakan memoar perjalanan. Sejak membaca buku Life Traveler karya Windy Ariestanty, saya jadi suka dengan tulisan dengan jenis itu.

Kedua, penulisnya adalah Alanda Kariza, gadis muda yang aktif dan cerdas. Sebagai seorang penggemar perempuan cerdas, saya merasa perlu untuk memiliki bukunya. #Uhuk

Dulu saya rajin membaca blognya Alanda, jadi saya sudah tahu sejak lama bahwa ia beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri —biasanya untuk menghadiri konferensi-konferensi internasional.

Karena itu, saya tidak heran lagi ketika mendengar bahwa Alanda akan mengeluarkan buku dengan tema perjalanan. Saya sudah menebaknya sejak lama.

Ketika itu saya berpikir, pengalaman Alanda dalam melakukan perjalanan ke berbagai negara terlalu sayang jika dibiarkan begitu saja. Itu adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya yakin, Alanda pasti akan menuliskan dan membukukannya.

Dan tebakan saya akhirnya benar. (Hore!)

Ada beberapa tempat yang dikunjungi Alanda dan diceritakannya dengan manis di buku ini, antara lain adalah London, Zurich, New York, Vatikan, Nice, Doha, Pittsburgh, Orlando, dan Roma.

Selain berisi memoar, buku ini juga dilengkapi dengan cerita pengalaman hasil wawancara dari anak-anak muda lainnya yang juga suka melakukan traveling. Mereka adalah Fransiska Putri Hadiwina, Daniel Giovanni, Sonia Eryka, Aditya Maulana, Dian Pelangi, Achmad Alkatiri.

Mereka semua berbagi cerita dan pandangan tentang impian terbesar soal perjalanan, arti sebuah kedewasaan, pelajaran terpenting dari petualangan, dan pengalaman yang tidak terlupakan saat melakukan perjalanan.

Bagian yang paling saya sukai di buku ini adalah bagian ketika Alanda berbincang dengan ayahnya Dini, kenalannya sewaktu di Amerika.

Di situ diceritakan tentang Ayah Dini yang merantau ke Amerika Serikat pada tahun 1980-an. Tindakan Ayah Dini itu terbilang nekat, sebab ia sama sekali belum pernah ke Amerika, juga belum tahu banyak tentang keadaan negeri Paman Sam itu. Maklum, saat itu teknologi masih sangat terbatas.

“Risiko? Hadapi saja,” ujar Ayah Dini ketika ditanya tentang risiko dari keputusan nekatnya itu. “Toh setiap keputusan punya risikonya masing-masing. Kalau sebelum mengambil keputusan tersebut saya sudah berpikir macam-macam tentang berbagai kemungkinan buruk, mungkin saya tidak akan pernah mengubah nasib sampai kapanpun,” lanjutnya.

Membaca bagian itu, saya jadi termotivasi. Mestinya saya bisa lebih berani lagi dalam mengambil risiko, serta mau menghadapi risiko-risiko itu dengan penuh tanggung jawab.

Memang, bicara tentang perjalanan, kita pasti juga akan berbicara tentang risiko. Dan dari situ kita akan tahu bahwa risiko-risiko itulah yang biasanya akan mendewasakan para pejalan.

****

Judul: Travel Young

Penulis: Alanda Kariza

Tebal: x+190 hlm

Ukuran: 14 x 20 cm

ISBN: 979-780-777-0

Tahun terbit: 2014

Penerbit: GagasMedia

Travel Young

4 Responses to “[Resensi Buku] Travel Young”


  1. 1 Beby March 3, 2015 at 4:32 am

    Ya uda sih Bang, kecengin aja si Alanda.. Daripada jomblo mulu..

  2. 2 Firman March 13, 2015 at 12:41 pm

    asik, ternyata udah keluar reviewnya. saya juga suka bacaan ttg traveling, juga penggemar wanita cerdas.. sayangnya gak ada foto penulisnya😦

  3. 3 Pypy March 18, 2015 at 10:55 am

    Traveling keluar masih jadi mimpi besar yg tersimpan, maklum, list dalam Indonesia sendiri masih banyak. Target sih umur 35 baru mulai traveling ke luar.. aminn *dgn keras*😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: