[Resensi Buku] Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek

Cerita Cinta_DjenarKembali saya meminjam buku kumpulan cerpen di perpustakaan kota, kali ini karya Djenar Maesa Ayu. Judulnya unik: Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek.

Buku ini memuat 14 cerpen yang dibuat oleh Djenar sepanjang tahun 2004-2005. Seksualitas menjadi unsur yang menonjol dalam hampir semua cerpen itu.

Meski demikian, cerpen-cerpen itu tidak terkesan porno. Malahan tetap terasa indah, sebab dibalut dalam kata-kata yang memesona.

Saya jadi ingat, karya-karya Djenar sering disebut sebagai sastra wangi. Istilah itu merujuk pada karya sastra Indonesia yang ditulis oleh penulis perempuan, yang mana seksualitas menjadi tema dominan.

Konon sastra wangi mulai booming pasca terbitnya novel berjudul Saman karya Ayu Utami. Sastra wangi identik dengan bentuknya yang vulgar, frontal, dan tidak ragu dalam membicarakan hal-hal yang dianggap tabu.

Meski begitu, mestinya sastra wangi tidak selalu identik dengan tema seksualitas. Inti dari sastra wangi sebenarnya adalah semangat dari penulisnya (perempuan) untuk berpikir secara terbuka, bebas, penuh ekspresi, dan tanpa batas-batas tabu. Jadi, seks adalah salah satunya, bukan satu-satunya.

Walaupun sastra wangi disambut dengan hangat, tapi ada juga pihak yang keberatan dan menolaknya. Mereka berpendapat bahwa sastra ini membuat norma-norma jadi terlihat menyimpang sehingga menimbulkan keraguan, sebab memperlihatkan kekerasan dan perlakuan yang mengundang nafsu duniawi.

Para penulisnya sendiri tidak ambil pusing dengan sebutan sastra wangi, juga tidak terlalu peduli dengan pihak-pihak yang kontra. Mereka tetap enjoy karena merasa punya niat baik, yakni membuka mata pembaca akan kehidupan yang selalu terlihat gelap. Mereka mencoba menyuguhkan cerminan realitas dalam berbagai sudut pandang.

Lah, ini kok malah jadi ngomongin sastra wangi.

Cerita favorit saya di buku ini adalah cerpen yang berjudul Nachos. Bercerita tentang seorang perempuan yang punya pikiran nakal, tapi selalu berusaha menjaga agar pikiran nakalnya itu hanya berada dalam imajinasinya saja, tidak sampai mewujudkannya.

Saya membayangkan, si perempuan itu pasti binal dan menggemaskan. Begitulah yang saya tangkap dari gayanya berceloteh. Itu berarti penokohan dalam cerpen ini sangat kuat.

Di akhir cerita, cerpen ini ditutup dengan kalimat, “Demikianlah realitas dan imajinasi. Biarkan mereka tetap pada tempat dan fungsinya sendiri-sendiri.”

Sebagai  manusia biasa, mungkin kadang-kadang kita punya pikiran nakal. Ini terkait dengan rasa penasaran dan keinginan untuk memuaskan diri sendiri. Nah, pesan dari cerpen Nachos ini tampaknya adalah, “Pikiran nakal kadang-kadang memang sulit dicegah. Tapi yang pasti, jangan sampai kita mewujudkannya ke dalam kehidupan nyata.”

****

Judul: Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek

Penulis: Djenar Maesa Ayu

Tebal: viii+120 hlm

Ukuran: 14 x 21 cm

ISBN: 978-979-2219-319

Terbit: Januari 2006

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Cerita Pendek_Djenar

1 Response to “[Resensi Buku] Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek”


  1. 1 windy October 21, 2016 at 4:42 pm

    Mau nanya dong…13 judul cerpen nya apa ya???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: