[Resensi Buku] Sepotong Hati yang Baru

coverJujur, sejauh ini tidak banyak buku yang benar-benar bisa membuat saya puas. Dari yang sedikit itu, buku ini merupakan salah satunya.

Setelah tuntas membacanya beberapa hari yang lalu pada suatu malam yang sunyi, rasanya saya ingin terus memeluknya sampai pagi.

Buku ini berisi kumpulan cerita, dan masing-masing cerita tidak memiliki hubungan sama sekali. Ada delapan cerita pendek yang termuat di sini, dan saya suka semuanya.

Ini adalah buku kedua Tere Liye yang saya baca setelah Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Ciri khas seorang Tere Liye terasa betul di buku ini: kalimatnya pendek-pendek, tapi tidak terkesan patah-patah sehingga tetap enak dibaca.

Beberapa cerita memiliki tempo yang cepat. Adegan-adegannya seru dan seperti tidak ada habisnya. Ketika saya mengira cerita sudah hampir selesai, eh ternyata masih ada konflik berikutnya.

Ibaratnya, buku ini seperti Raisa: bikin gemas dan bikin lemas.

Dan ketika pada akhirnya cerita sudah benar-benar tuntas, saya pun menghela napas lega. Puas.

Tak diragukan lagi, Tere Liye memang seorang pencerita yang baik. Kita tahu, untuk membuat cerita seperti itu, dibutuhkan imajinasi yang kuat dan ketekunan yang panjang.

Dalam buku ini ada beberapa cerita yang terinspirasi dari legenda atau cerita lama. Misalnya, Tere Liye menceritakan kembali kisah Sampek-Engtay yang legendaris itu ke dalam cerpen yang ia beri judul Mimpi-Mimpi Sampek Engtay. Epos tersebut ia gubah kembali menjadi cerita yang lain meskipun memiliki akhir cerita yang kurang lebih sama.

Saya sendiri bisa tahu cerita Sampek Engtay versi asli saat membaca buku Putri Cina.

Dari kedelapan cerita pendek yang terangkum di buku ini, hampir semuanya berakhir sedih. Apa mungkin ini sudah jadi ciri khas penulisnya, ya?

Adapun cerpen yang berhasil menggondol penghargaan sebagai cerita yang paling menyesakkan versi saya adalah cerpen yang terakhir, berjudul Buat Apa Disesali.

Benar-benar bikin sesak.

Sampai-sampai saya berteriak dalam hati, “Kenapa harus ada cerita seperti iniiiiiii…?!”

Meskipun temanya ringan, tapi dari segi penulisan dan penceritaan, saya berani bilang bahwa ini adalah buku bermutu. Dan saya berharap, semoga suatu saat nanti saya bisa menulis buku sebagus ini.

****

Judul: Sepotong Hati yang Baru

Penulis: Tere Liye

Tebal: vi+206 halaman

Ukuran: 13,5 x 20,5 cm

ISBN: 978-602-9474-04-6

Tahun terbit: 2012

Penerbit: Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)

10 Responses to “[Resensi Buku] Sepotong Hati yang Baru”


  1. 1 joeyz14 February 12, 2015 at 10:01 pm

    Hi Ditter.. salam kenal *eh kayaknya dah pernah komen minggu lalu sik*

    Baru baca 2 bukunya Tere Liye. Negeri para bedebah & negri di ujung tanduk. Kalo endingnya sedih gitu..hmmmm gak ah. Susah move on aku anaknya kakkkk.. :))

    • 2 Ditter February 13, 2015 at 8:20 am

      Salam kenal juga, Mbak!

      Sama bgt, aku juga susah move on, makanya ni salah banget baca buku ini… sepanjang hari kebawa sedih, hahaha…

      Btw, kapan2 cek spam ya mbak. Kayaknya komentarku kecebur di situ….

  2. 5 Pypy February 17, 2015 at 11:45 am

    Pdahal kemarin waktu di Gramed buku ini dah gw pegang lho Dit. Tapi ujungnya tetep ga jadi beli.. Perihhh..😦 Skrg makin penasaran..huhuu

  3. 7 iisnoor February 17, 2015 at 5:29 pm

    entah kenapa saya selalu ragu kalo mau beli buku tere liye,:/

  4. 9 Beby February 22, 2015 at 10:46 pm

    Pertanda harus bangkit en move on nih, Bang!😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: