Siap Malu, Siap Terluka

Menjelang usia 36 tahun, Mas Yayan –teman saya, masih belum menikah. Hal ini rupanya membuatnya resah. Lalu ia pun curhat kepada saya. Suatu hal yang keliru sebenarnya, mengingat nasib saya pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengannya.

Nasihat apa yang dia harapkan dari saya?

Tapi mungkin dia hanya sekadar ingin didengarkan. Untuk hal ini, saya memang cukup bisa diandalkan. Saya senang mendengarkan curahan hati seseorang. Lumayan buat bahan bikin novel. Konon, saya adalah pendengar yang baik.

“Mas Yayan sudah coba mendekati perempuan?” tanya saya setelah mendengarkan keluh kesahnya.

“Sebenarnya sekarang ini ada cewek yang lagi aku sukai, Dit,” ujar Mas Yayan dengan wajah malu-malu kuda. “Kami baru kenal dua bulan, dan sejauh ini berteman cukup baik. Aku pengen coba deketin dia, tapi takut dianggap modus.”

“Maksudnya?”

Setelah mendengarkan penjelasan Mas Yayan, barulah saya paham. Rupanya ia ingin dipandang sebagai orang yang tulus berteman. Kalau melancarkan aksi pendekatan, ia khawatir perempuan yang disukainya itu menganggapnya “menyimpan maksud tertentu”. Ia tidak ingin terjadi seperti itu.

“Aku trauma, Dit,” kisah Mas Yayan sambil menerawang. “Dulu aku pernah PDKT ke cewek, eh dia malah bilang ke temen-temennya kalau aku lagi deketin dia. Lalu aku pun dianggap tukang sepik. Aku jadi nggak nyaman.”

Well….

Saya paham maksudnya. Tapi, jika ia masih terus bertahan dengan sikapnya itu, maka sampai kapan pun nasibnya tidak akan bisa berubah.

Kemudian saya pun mencoba memberikan pandangan lain kepadanya. Saya katakan, memang begitulah nasib laki-laki. Tidak apa-apa jika kita dianggap tukang modus, sepik, dan semacamnya. Kalau memang sedang mendekati seorang perempuan, kenapa harus malu mengakuinya? Toh kita sudah dewasa.

“Justru perempuan itu harus tahu bahwa kita sedang melancarkan aksi pendekatan, Mas,” tambah saya dengan nada berapi-api. “Jika tanggapannya kurang baik, ya sudah. Kita terima saja! Kalau masih mau diusahakan terus, ya silakan. Tapi kalau mau cari yang lain juga nggak apa-apa. Intinya, sebagai laki-laki, kita harus berani, siap malu, dan siap terluka.”

Malamnya, saya bermimpi, Mas Yayan menasihati saya dengan semua ucapan saya tadi.

28 Responses to “Siap Malu, Siap Terluka”


  1. 1 giewahyudi December 1, 2014 at 11:40 pm

    Jadi curhatan Mas Yayan ini juga jadi curhatan Mas Adit?🙂

  2. 3 mawi wijna December 2, 2014 at 5:12 am

    Menurut saya, pada intinya kita mesti membuat si wanita merasa nyaman dengan kita terlebih dahulu. Ini caranya beragam, tergantung sikap si wanita. Kalau dibilang sepik ya ada benernya juga sih. :p

    Untuk melanjutkan ke jenjang hubungan yang lebih “tinggi” ya pria memang mesti mengungkapkan perasaannya dengan 2 resiko: disetujui atau ditolak. Nah, jangan jadi takut karena terpaku pada sakitnya hati ketika ditolak lho Bro. Kan ada yg bilang kalau setiap kebahagiaan itu butuh pengorbanan.😀

  3. 5 lazione budy December 2, 2014 at 7:18 am

    Wanita hanya perlu kejelasan.
    Ya saya mau nikahin kamu, tidak saya hanya PDKT.
    Maaf hanya berteman.

    Sesimple itu.

  4. 7 Bibi Titi Teliti December 3, 2014 at 9:52 am

    bhuahahaha…
    mimpinya asyik mas Ditter…

    Jaman sekarang ini memang banyak banget kata yang konotasinya negatif yah mas…pengen berbuat baik dibilang modus, pencitraan…

    Ya sudahlah dicuekin aja, kalo kita tulus, pasti bakal kerasa kok🙂

    Trus jadi dirimu sekarang udah mulai pedekate nih mas?

  5. 9 ardiologi December 3, 2014 at 2:12 pm

    kenapa ga to the point?

    makin lama makin runyam kan?

    *sotoy mode*

  6. 11 nuel December 4, 2014 at 5:40 am

    Wah, wah, wah… Mas udah kayak maestro cinta. Buakaka

  7. 13 kekekenanga December 4, 2014 at 4:29 pm

    basic nya harus bisa baca sikap si cewe nya dulu Mas Ditter, kl kira2 dia welcome yah utarain ajah, karena sebenernya cwe itu butuh kepastian dan kejelasan loh,, daripada diulur nnti cewe malah jadi berubah penilaian

  8. 15 Gulunganpita December 4, 2014 at 11:23 pm

    kalau kata teman saya, cowok itu serba salah.. kalau baik disangka PHP jaman sekarang. hihihi

  9. 17 zasmiarel December 5, 2014 at 9:04 am

    sudah lama khatam dengan kondisi ini…hehehehe…:-)

  10. 20 Pypy December 5, 2014 at 1:19 pm

    Eciyehh.. Jadi sama nih kondisinya pa gmn? Tapi iya lho, cewe tuh males sama cowo yg PHP. mending jelas tjuannya.. Lo mo pdkt gw apa temenan doang😀

  11. 22 bebyrischka December 5, 2014 at 1:25 pm

    *kasih cermin ke Bang Ditter* *wkwkwk*😀 Sebenarnya semua cewek sukak disepik kok Bang, tapi yg elegan en ngga murahan. Bikin cewek penasaran, trus klepek-klepek deh😛

  12. 26 Yulita W.N December 6, 2014 at 12:40 am

    Duuh… kalau laki2 berpegang teguh seperti itu,,kacau juga yah..
    Wanita kan hanya menunggu,kalau laki2nya gak beranii… hmmm…. susah jugaaa😀

  13. 28 cumilebay.com December 9, 2014 at 10:48 am

    jadi kakak jga jomblo dan belum menikah seperti mas yayan ???? Oh sama kita #Curcol


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: