Lebih Gampang

Dua hari yang lalu, saya bertugas keluar kantor dan baru kembali pada sore hari. Dalam perjalanan pulang itu, saya harus melewati kemacetan yang disebabkan oleh demonstrasi mahasiswa di salah satu ruas jalan utama terkait kenaikan harga BBM.

Saya kelelahan. Saya ingin segera sampai di kantor untuk beristirahat sejenak. Kemacetan itu membuat saya terus merutuk di dalam hati.

Sambil menunggu macet, saya melihat ke lingkungan sekitar. Sama seperti saya, orang-orang juga terlihat lelah. Sepertinya mereka hendak pulang kerja. Dan tak saya sangka, ternyata di dekat saya ada seorang tetangga. Kami pun saling menyapa dan kemudian berbincang-bincang sejenak.

Tetangga saya itu rupanya baru pulang dari Solo. Ia bekerja sebagai sales bank perkreditan rakyat. Nasabahnya tidak hanya di Jogja saja, tapi juga Solo dan Purworejo.

“BBM mahal, jadi saya harus tambah kerja keras, Mas,” ia bercerita dengan senyum pahit. “Sore ini saya sudah capek, dan demonstrasi itu bikin saya semakin capek.”

Ucapan itu membuat saya merasa miris. Kemudian terlintas dalam benak saya, entah berapa BBM yang terbuang sia-sia akibat kemacetan itu. Padahal harganya mahal.

Perlahan-lahan kendaraan mulai melaju. Saya dan sang tetangga kemudian menyudahi obrolan, lalu fokus dengan kendaraan kami masing-masing.

Saya melihat para polisi bekerja keras mengatur kondisi lalu lintas. Sementara itu, tampak seorang mahasiswa sedang berorasi dengan suara yang tidak jelas, seperti berkumur-kumur. Teman-temannya pun entah mendengarnya atau tidak.

Ini apanya yang memperjuangkan rakyat?

Sabar sebentar lah, Bro. Kalau cuma mengeluh mah gampang, jauh lebih gampang daripada tindakan nyata yang kami lakukan. Kami sedang berjuang. Apa salahnya para pengguna jalan susah sejenak demi kepentingan yang lebih besar? Gitu aja kok ngeluh! Kalau BBM murah, bukankah rakyat jadi bahagia? Mikir!

Bro, lebih baik kalian belajar yang rajin, lalu jadi politikus yang baik, atau jadi pengusaha sukses yang dermawan. Bikin lapangan kerja yang banyak dan berikan karyawan kalian gaji yang layak.

Dengan begitu, perekonomian kita jadi maju. Rakyat jadi jauh lebih mandiri dan bahagia, tidak cuma jadi mainan para elite politik dan mafia. Kesejahteraan merata. Bukankah dampaknya jadi jauh lebih luas daripada sekadar demonstrasi?

Tapi untuk itu, kalian harus belajar dan bekerja keras. Dan itu memang susah sih. Jauh lebih gampang berdemonstrasi.

16 Responses to “Lebih Gampang”


  1. 1 Beby November 22, 2014 at 8:09 pm

    Iya. Sukak heran jugak nengok demonstran yang kayaknya lebih pinter buat kasih kritik, bukan kasih solusi. Taunya menuntut, tapi ngga pernah nurut. Aneh.

  2. 6 ysalma November 22, 2014 at 9:03 pm

    kalau ga demo kan ga di dengar untuk sekarang2 ini,
    kalau ga sampai merusak, boleh2 ajalah, asal jangan setelah jd aktifis, punya jabatan, lupa sama alasan suka demo😀

  3. 8 mawi wijna November 22, 2014 at 9:41 pm

    Saya sih berdoa semoga setiap siang selalu diguyur hujan deres pakai gledek gede… karena mahasiswa umumnya takut gledek, apalagi klo gede

  4. 11 Gulunganpita November 24, 2014 at 2:31 pm

    Sempat selalu skeptik terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi.. tapi melalui beberapa penjelasan mereka, juga saya (sebagai mahasiswa, dulu), ada beberapa hal positif dari kegiatan seperti ini. Karena pemerintahan, kalau dikritik dengan dialog dan intelegensi, mereka jauh lebih berintelektual sepertinya.. kalau dengan aksi begini harapannya akan lebih sadar. semoga saja🙂

  5. 13 Okti D. November 25, 2014 at 11:57 pm

    belajar yang rajin supaya bisa cari alternatif energi selain BBM, membangun tata kota dan sarana transportasi umum yang optimal dan tepat guna, menciptakan kendaraan hemat bahan bakar… ah, banyak yang bisa dilakukan untuk tujuan jangka panjang

  6. 15 Pypy November 27, 2014 at 11:18 am

    Widihh.. Makjleb banget nih kata2nya Dit.. Pelan, sopan tpi langsung nancep ;p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,986 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: