Menggampangkan Janji

Saya benar-benar tidak paham dengan orang yang suka menggampangkan janji. Apa yang ada di dalam otak mereka ketika dengan mudahnya melanggar janji tanpa pemberitahuan sebelumnya?

Beberapa waktu yang lalu saya dapat tugas kerja ke ibu kota. Saya harus berangkat pagi-pagi dari kos ke bandara dengan kendaraan umum. Padahal, kendaraan umum di sini agak sulit, terlebih pada pagi hari.

Untuk mengatasinya, saya bisa naik taksi. Tapi, saya segera ingat bahwa ada pilihan lain yang lebih cocok untuk saya, yakni taksi motor.

Kebetulan di Jogja ada sebuah perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai ojek modern pertama di Indonesia. Armada (sepeda motor) mereka dilengkapi dengan argometer sebagai alat hitung pembayaran, dan pengendaranya memakai seragam. Mereka memiliki call centre khusus serta memberikan layanan pengantaran 24 jam. Setidaknya itulah yang saya baca di website mereka.

Karena merasa cocok dengan layanan yang ditawarkan, saya pun menelepon call centre tersebut untuk melakukan pemesanan. Saya minta dijemput di sebuah lokasi umum pukul 5 pagi teng untuk diantar ke bandara.

“Coba lewat sms aja, Mas, soalnya suaranya kurang jelas,” begitu kata si petugas saat saya meneleponnya.

Maka kemudian saya pun mengirimkan sms panjang untuk menjelaskan pesanan saya. Tidak lama kemudian, sms balasan mereka masuk. Isinya hanya sebuah jawaban pendek, “Oke”.

Saya merasa ragu, dan karena itu mengirimkan sms lagi untuk memastikan kesanggupan mereka. Si petugas memberikan balasan yang sama, “Oke.”

Hanya itu.

Dalam hati, saya khawatir pesanan saya tidak ditanggapi dengan serius. Tapi, saya tidak mau terjebak pada prasangka. Saya anggap mereka profesional. Saya anggap pesanan saya sudah masuk ke dalam sistem mereka. Dan lagi pula, saya tidak mau dianggap cerewet karena terus-terusan memastikan, padahal jelas-jelas mereka sudah menjawab oke.

Keesokan paginya sebelum pukul lima, saya sudah tiba di tempat yang dijanjikan. Tapi ketika waktu sudah lewat 10 menit dari yang disepakati, si petugas masih belum datang juga.

Saya coba telepon call centre mereka, tapi tidak diangkat. Pukul 5 lebih 15 saya telepon lagi berkali-kali, tapi masih tidak diangkat juga.

Well, apa yang saya khawatirkan benar-benar terjadi.

Mereka tidak serius dan tidak menepati janji.

Waktu sudah lewat 25 menit. Daripada terlambat dan akhirnya ketinggalan pesawat, saya pun memutuskan untuk berjalan kaki mencari taksi (mobil) saja. Syukurlah, setelah berjalan beberapa ratus meter, ada seorang tukang ojek umum yang menawarkan jasanya.

Singkat cerita, akhirnya saya tiba di bandara dengan selamat meskipun agak terlambat. Yah, yang penting tidak sampai ketinggalan pesawat.

Saya tahu, di dunia ini selalu ada orang-orang yang suka menggampangkan janji. Kini yang perlu saya lakukan adalah berhati-hati dan menghindari urusan dengan mereka.

29 Responses to “Menggampangkan Janji”


  1. 1 lazione budy November 6, 2014 at 3:21 pm

    idem.
    tapi beda lagi kalau ybs lupa, yang namanya lupa selalu diluar kesengajaan.

  2. 3 misstitisari November 6, 2014 at 5:05 pm

    Wah bad image buat perusahaannya kalau gitu, ga profesional

  3. 5 mawi wijna November 6, 2014 at 5:43 pm

    Dalam hidup kita emang mesti menyiapkan rencana cadangan jikalau rencana utama gagal dan rencana cadangan cadangan kalau rencana cadangan juga ikut gagal…

  4. 7 arifadlillah November 6, 2014 at 8:26 pm

    Kalo saya biasanya selalu cadangin waktu ..atau nelpon2 jasa antar jemput :p

  5. 9 Breldine November 6, 2014 at 10:49 pm

    Masih tidur kalii ojeknya.. hahaha
    Salah kira kali, dikira jam 5 sore😀

  6. 11 ysalma November 7, 2014 at 5:30 am

    yang suka menggampangkan janji dan membuat oranglain kecewa krn kesal, siap2 aja mengalami hal yg sama. kalau itu satu2nya usaha taksi motor di Jogja, setidaknya yg mencari tau dan perlu sampai ke blog ini akan berfikir utk memakai jasanya🙂

  7. 13 Agung Rangga November 7, 2014 at 7:33 am

    waduh, itu sih parah banget ya…😦
    bisa jadi citra buruk buat perusahaan taksi motornya.😡

  8. 15 Beby November 7, 2014 at 8:12 am

    Ciyan Bang Ditter. Cinih cinih akuh peluuuk.. *gantian* *wkwkwk*😀

    Btw, aku kalok uda janji, berusahaaaa banget buat nepatin, meski nyesek. Hahah..

  9. 17 Yulita W.N November 7, 2014 at 3:35 pm

    Duh.. yg taxi mobil saja suka telat janji mas,,apalagi taxi motor yg masih tergolong baru itu yaa..
    Pelajaran untuk kita,jika buka usaha jasa,jangan menggampangkan🙂

  10. 19 Miftah Afina November 7, 2014 at 8:11 pm

    Kalau saya udah pasti jengkel banget itu

  11. 21 Okti D. November 8, 2014 at 6:13 am

    wah, sampai merugikan orang itu namanya…
    untung nggak sampe ketinggalan pesawat ya…

  12. 23 nuel November 8, 2014 at 9:10 am

    Yang gini nih, yang bikin Indonesia susah maju. Masih banyak oknum yang mengagungkan jam karet

  13. 25 karniadewi November 28, 2014 at 1:50 pm

    itu kayaknya jawaban messagenya otomatis, cmn oke oke ajaa.. 😮


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: