Kreatif

Saat ini saya bekerja di dunia kreatif, tapi kenyataannya kehidupan saya sehari-hari jauh dari kata kreatif. Misalnya, saya memakai pakaian yang itu-itu saja, mendengarkan lagu yang itu-itu saja, makan di warung yang itu-itu saja, dan bahkan dengan menu yang itu-itu saja.

Tapi, saya menikmati itu semua.

Ibu saya bilang bahwa selera saya susah. Mungkin beliau benar. Dan mungkin karena itu pula saya suka malas mencoba-coba. Jadi begitu mendapatkan sesuatu yang cocok, saya akan terus menggenggamnya.

Misalnya, saya hanya punya dua celana panjang yang saya pakai secara bergantian. Merek dan jenis keduanya sama. Salah satu celana sudah sobek di bagian lutut, tapi masih saya pakai terus. Hal itu membuat saya jadi terlihat seperti gembel. Beruntung tempat kerja saya tidak terlalu mempermasalahkannya.

Beberapa hari yang lalu, celana itu sobek lagi. Kali ini di bagian paha dengan sobekan yang lumayan lebar. Supaya tidak dianggap lelaki murahan karena suka memamerkan paha ke mana-mana, maka saya pun memutuskan untuk membeli celana panjang baru.

Saya segera mendatangi toko yang sama dengan yang saya datangi 2 tahun lalu. Di toko itu, saya membeli celana dengan model, merek, dan nomor seri yang sama persis dengan celana yang sebelumnya. Yang membedakannya hanya satu, yakni ukurannya. Rupanya perut pinggang saya sudah semakin buncit besar.

Oh ya, bahkan saya juga dilayani oleh kasir yang sama. Saya mengingatnya karena (mohon maaf) tangan kasir yang murah senyum dan cekatan itu cacat. Salut untuk Trans Carrefour yang membuka kesempatan baginya untuk bekerja di sana.

Gara-gara kurang suka mencoba-coba, saya jadi tidak tahu banyak hal. Padahal kalau mau membuat buku atau tulisan yang menarik, maka pengetahuan kita harus luas, termasuk tentang hal kecil sehari-hari.

Coba deh simak contoh tulisan di bawah ini.

Papinya dari Italia, tapi kemudian menjadi warga negara Indonesia setelah menikah dengan maminya. Waktu Diajeng masih kanak-kanak dulu, papinya selalu menyebutnya faccia d’angelo. Wajah malaikat. Julukan itu membuat saya teringat tokoh Lucia Carmine dalam novel The Sands of Time karya Sidney Sheldon. (Diajeng, Ndorokakung, halaman 15)

Paragraf itu enak dibaca karena deskripsinya cergas dan diisi oleh hal-hal ringan yang menarik. Ini murni dilatarbelakangi oleh pengetahuan penulisnya. Sebelum membuat tulisan itu, ia pasti sudah tahu tentang faccia d’angelo, Lucia Carmine, The Sands of Time, dan Sidney Sheldon.

Kemudian contoh lainnya:

Aku hanya terpaut satu inci dari rahangnya yang menguarkan aroma mint aftershave. Ia menunduk menatapku. Salah tingkah sendiri, aku hanya tertunduk dan bergeser ke samping. (After Rain, Anggun Prameswari, halaman 139)

Dalam mendeskripsikan sesuatu, para guru menulis menganjurkan kita untuk melibatkan kelima indra, salah satunya penciuman. Kita bisa lihat, cerita di atas mengikuti anjuran tersebut. Untunglah si penulis punya pengetahuan tentang salah satu jenis aroma, yakni mint aftershave.

Sementara saya tidak tahu.

Itu parfum bukan, sih?

Kalau iya, jelas saya tidak tahu. Wong saya hampir tidak pernah pakai parfum. Dulu pas masih kuliah di semester awal sih pernah. Tapi itu pun bukan parfum, melainkan pewangi dan pelicin pakaian.

Ini adalah masalah, tapi syukurlah saya masih bisa menyiasatinya, yakni dengan melakukan riset di internet.

Jadi kalau butuh informasi tentang aroma parfum misalnya, saya tinggal mengetik kata kunci itu di mesin pencari. Begitu pula kalau butuh informasi tentang model dan jenis-jenis pakaian.

Meski begitu, siasat itu tetap ada kelemahannya, yakni proses menulisnya jadi kurang spontan. Dan mungkin karena itu hasilnya jadi kurang mengigit.

Tapi saya jalani dulu saja, sebab sejauh ini hanya itu hal terbaik yang bisa saya lakukan.😀

29 Responses to “Kreatif”


  1. 1 Kimi November 1, 2014 at 8:00 am

    Terkadang sih aku berpikir creativity is overrated. *plaaak*

  2. 3 Bahrul November 1, 2014 at 8:08 am

    Ya d syukuri saja mas wkwkw mau makan sama atau baju sama juga sama aha wkwk :p

  3. 5 mawi wijna November 1, 2014 at 9:15 am

    Nggak hanya nulis sih menurut saya. Kalau mau total dalam berkreasi kita memang mesti punya banyak referensi sih Bro. Terus ya nge-mix semua itu menjadi sesuatu yang menarik.

    Eh iya kirimannya udah sampai. Nuwun yo! Hehehe.

  4. 7 Beby November 1, 2014 at 1:39 pm

    Aku pribadi ngga ngerasa kreatif, Bang. Soalnya tulisan ku nyeleneh gitu. Jadi sedih deh. Ihik.😥

  5. 10 ysalma November 1, 2014 at 2:45 pm

    Kalau gitu aku termasuk yang ga kretif,
    tapi di nikmati aja selagi ada mbah google.

  6. 12 Breldine November 1, 2014 at 10:17 pm

    Iyaa kalau punya pengalaman, jadi nulis pasti lebih spontan dan natural.. kalau perlu nyari nyari di internet, rasanya beda gimana gitu dan malah jadi lupa mau nulis apa ujungnya..
    Ya walau begitu tetap bersyukur dan lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan utk saat ini ya🙂

  7. 14 nuel November 2, 2014 at 12:27 am

    Dan yang susah adalah.. Bikin cerita dengan sebuah setting yang kita belum pernah ada di sana. Kita harus bisa yakinkan pembaca bahwa setting itu bukan sekadar tempelan.

  8. 16 Pypy November 3, 2014 at 4:57 pm

    Iya yah kalo setidaknya pernah pegang parfum itu pasti penggambaran nya spontan.. Ayo Dit, lebih ditingkatkan kreatifitasnya😀

  9. 18 Bibi Titi Teliti November 3, 2014 at 8:21 pm

    mas…berarti dirimu itu persis kayak aku mas…
    Baju aku kebanyakan warna hitam polos lho…gak kreatif banget lah..kayak gak pernah ganti baju…hehehe…

    Dulu Abah suka gak nyadar kalo aku pake baju baru trus akunya suka sok ngambek gitu…hehehe..

    Bener banget mas…untunglah ada internet yang bisa mengatasi masalah mahluk cupu seperti kita ini yah…hihihi,,,

  10. 20 cumilebay.com November 4, 2014 at 10:18 am

    Aku suka celana yg sobek2, trus makan buat sehari2 ya itu2 aja. jadi aku juga ngak kreatif yaaa ???? ihik ihik aku sedih

  11. 22 Mey Clarissa November 4, 2014 at 1:12 pm

    aku juga ga kreatif kok mas, hahaha
    nulis blog aja asal nulis semua yg kepikir, ga dibikin kalimat yg indah2 n puitis soalnya yg ada jadi beda penyampaian infonya😛

    menurutku kreativitas itu keren asal tau bates, kalo kebablasan yg ada menyinggung org lain padahal maksudnya bercanda tp terlampau kreatif hahaha

  12. 24 susaniry November 5, 2014 at 7:44 am

    Salam kenal mas nya.
    tulisan ini, pikiran saya😀

  13. 26 Aul Howler November 5, 2014 at 1:50 pm

    Semangaaat!

    Aku juga lagi banyak2 nambah referensi dari internet nih.
    Lebih praktis daripada riset.

    Misalnya ya, pengen tau rasanya jalan ditengah salju itu kayak apa.
    Nggak mungkin lahh demi satu halaman naskah bela-belain beli tiket pesawat ke jepang -_-

    akhirnya buka youtube deh
    Selesailah sudah perkara
    hehehe

    keep it up!

    #Sama2NggakKreatif


  1. 1 rumah idaman Trackback on December 24, 2014 at 5:27 pm
  2. 2 Dua Puluh Tujuh | Catatan sehari-hari Trackback on December 30, 2014 at 2:23 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: