Kesederhanaan

Suatu kali, keponakan saya tampak asyik menonton film SpongeBob SquarePants. Saya menghampirinya, lalu duduk di sampingnya. Kami pun menonton acara itu bersama-sama.

Di layar televisi, SpongeBob terlihat sibuk dengan tali sepatunya. Keponakan saya tertawa geli melihat tingkah laku SpongeBob, dan begitu pula saya. Makhluk kuning itu ternyata lucu juga.

Kemudian terpikir dalam benak saya, adegan itu hanya mengangkat hal yang sangat remeh, yakni mengikat tali sepatu. Tapi anehnya, hal yang sederhana itu bisa muncul dalam bentuk yang menarik dan jenaka. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi orang dewasa seperti saya.

Setahu saya, plot dan konflik utama dalam film SpongeBob memang selalu berangkat dari hal-hal yang sederhana. Ajaibnya, perkara yang remeh-temeh seperti spatula, krabby patty, saus tomat, setir mobil, atau bahkan celana dalam bisa mewujud menjadi cerita yang sangat menarik dan penuh makna.

Well, siapapun kreatornya, saya rasa mereka memiliki keahlian yang luar biasa. Sebab kita tahu, sesuatu yang sederhana sering kali justru dihasilkan dari proses yang rumit dan melelahkan.

Kurang sederhana apa coba rumus E=mc² ? Tapi, sungguh tidak terbayangkan kerumitan yang harus dilalui oleh Albert Einstein untuk bisa sampai pada kesimpulan tingkat tinggi itu.

Produk-produk Apple kita tahu memiliki tampilan dan menu yang sederhana. Tapi, sungguh tidak terbayangkan betapa rumit dan canggihnya teknologi yang ada di baliknya.

Para master Aikido memiliki keahlian untuk melumpuhkan lawan dengan gerakan yang tampaknya hanya “begitu saja”. Tapi untuk sampai pada tahap keahlian itu, diperlukan latihan yang keras dan tempaan fisik yang berat dalam waktu yang lama.

Yin dan Yang adalah sebuah konsep sederhana dengan lambang yang sederhana pula. Tapi, sungguh tidak terbayangkan kompleksitas dan kedalaman kebijakan yang terkandung di dalamnya.

Kita tahu, manusia berkarya dan menciptakan sesuatu dengan akal pikiran dan imajinasi yang berbeda-beda. Tapi, tampaknya puncak dari keindahan karya itu selalu bermuara pada satu hal yang sama, yakni kesederhanaan.

Saya jatuh cinta pada kesederhanaan.

21 Responses to “Kesederhanaan”


  1. 1 aqied September 14, 2014 at 2:44 pm

    Banyak quote sponge bob yang aku suka banget….
    Btw lagi penasaran banget itu jaring buat berburu ubur2 punya spongebob namanya apa yaa? Ad nama nya kan. Kepikiran boo

  2. 6 mawi wijna September 14, 2014 at 6:15 pm

    Bicara tentang sederhana, saya jadi ingat kartun Doraemon yang jadi tontonan wajib saya di jaman masih sering ngompol, hahaha. Sampai saya gede pun, Doraemon tetap merupakan kartun yang menarik. Padahal, hal-hal yang diceritakan ya hanya masalah-masalah sederhana lho.

    Biasanya memang kita merancang sesuatu berangkat dari niat yang sederhana dulu. Lambat-laun entah mengapa terbesit niat membuatnya jadi kompleks. Pada akhirnya malah tidak terasa sederhana lagi.

    Apa sebaiknya kita tidak boleh membuatnya jadi kompleks ya?

    • 7 Ditter September 18, 2014 at 8:18 am

      Haha…. Doraemon dulu juga tontonan wajib saya, Mas. Kita sama-sama generasi ’90-an nih😀

      Niatnya sebenarnya sederhana dulu saja, supaya bisa lekas bergerak. Kalaupun nanti prosesnya jadi kompleks, no problem, yg penting kita menikmatinya, hehe….

  3. 8 Beby September 15, 2014 at 8:47 am

    E=mc2 tuh emang sederhana banget.. *celoteh anak Fisika*

    Aku jadi mikir kenapa para jomblo pada nonton SpongeBob. Termasuk aku. ._.

  4. 11 ysalma September 15, 2014 at 11:41 am

    Prosesnya tak sesederhana hasil akhirnya, setuju.
    Tapi sepatu sederhana terlihat dimata sebgian orang, justru menunjukkan isi dompet pemakai yang tak sederhana bagi yang lain.
    kalau kata MT cintailah sederhana dalam kepantasan *thsah😀

  5. 15 chandra iman September 16, 2014 at 10:17 am

    sama saja juga suka yg sederhana, toss🙂

  6. 17 Ceritaeka September 16, 2014 at 11:27 am

    In my own experience… Simplicity calms me down🙂

  7. 19 Bibi Titi Teliti September 16, 2014 at 5:54 pm

    Eyampuuuun…dirimu ternyata sekongkolan ama Fathir sih mas…
    Penggemar berat spongebob ternyataaaa🙂

    Aku juga suka ngintip nonton sih kadang-kadang…hihihi…

    Dan yang konyol adalah, tahukah dirimu mas bahwa anak nya tuan Crab adalah seekor ikan paus gede banget namanya Pearl…bhuahahaha…aku penasaran banget ini siapakah ibunyaaa?
    *misteri yang harus diusut*

  8. 21 Pypy September 22, 2014 at 11:43 am

    Suka banget ma Sponge Bob😀 Coba nonton Marsha & Bear juga deh.. Lucu juga itu😀 Ahh.. Memang selalu suka dgn hal2 sederhana😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: