Laki-laki dan Perempuan

Kemarin malam saya berkumpul dengan dua sahabat lama, sebut saja Yoga dan Winda. Yoga ini kebetulan sama seperti saya —jomblo. Sedangkan Winda punya pacar, tapi kebetulan pacarnya sedang dinas ke luar kota. Maka jadilah kami menghabiskan malam itu dengan berbincang-bincang seru, kebanyakan tanpa juntrungan.

Salah satu hal absurd yang kami obrolkan adalah tentang masalah hubungan antara laki-laki dan perempuan. Yoga memulainya dengan sebuah pertanyaan, apa yang membuat seorang cowok menjomblo?

Tentu saja saya punya banyak jawaban. Sebutlah karena belum ingin pacaran, tidak laku, belum dapat yang cocok, dan sebagainya. Tapi sebanyak apa pun jawaban yang saya punya, sebenarnya kategorinya cuma dua, yakni karena pilihan dan karena keadaan.

Tapi kemudian Winda menambahkan sebuah jawaban yang menarik. Menurutnya, yang membuat seorang cowok menjomblo tidak hanya karena pilihan dan keadaan, tapi juga karena tidak mau usaha.

“Tuh, Yog, makanya usaha!” seru saya kepada Yoga sambil tertawa. Tapi kemudian saya tersenyum kecut begitu teringat bahwa nasib saya juga sama dengannya.

Dari pendapat Winda tadi, saya menarik sebuah pertanyaan lagi, apa yang membuat seorang cowok tidak mau usaha?

“Karena…,” Yoga menerawang. “Karena cowok itu nggak berani menerima risiko sakit hati!”

Ya, mendekati seorang perempuan memang penuh dengan risiko. Beberapa risiko itu di antaranya adalah diabaikan, ditolak, mendapat tanggapan yang buruk, dan sebagainya.

Bagi sebagian laki-laki, mungkin hal itu adalah risiko yang biasa. Tapi bagi beberapa laki-laki yang sensitif, hal itu merupakan sesuatu yang terlalu menakutkan. Baru menerima satu tanggapan yang dingin saja, mereka akan mundur secara teratur.

“Itu berarti cowok itu nggak benar-benar menyayangi gebetannya,” Winda memberi tanggapan. “Kalau benar-benar suka dan sayang, dia pasti rela melakukan hal apa pun untuk mendapatkan gebetannya, termasuk menerima risiko sakit hati.”

Winda menjelaskan lagi bahwa tanggapan dingin dari perempuan belum tentu merupakan sebuah penolakan yang bulat. Perempuan membutuhkan bukti dan kepastian. Karena itulah perempuan sering membuat “permainan” untuk melihat seberapa besar perjuangan yang bisa dilakukan oleh seorang laki-laki untuk mendekatinya.

Jika si perempuan merasa si laki-laki bisa mengikuti permainannya dengan melakukan pengorbanan yang ia harapkan, ia akan merasa bahwa laki-laki itu benar-benar menyayanginya, tidak sekadar omong kosong belaka.

Saya mengangguk-angguk. Penjelasan Winda masuk di akal. Diskusi kami berhenti sampai di situ, dan kemudian kami membahas hal-hal seru lainnya, mulai dari Flo hingga Syahrini.

Namun, dalam perjalanan pulang, hal yang Winda ungkapkan tadi terbayang lagi di benak saya.

Saya bertanya-tanya, apakah benar rasa sayang seorang laki-laki terhadap perempuan yang didekatinya bisa diukur dari besarnya perjuangan yang ia lakukan?

Seharusnya iya.

Tapi, mari kita lihat kenyataan lain.

Coba kita perhatikan, ada berapa banyak laki-laki yang pada masa awal pendekatan begitu gigih berjuang, tapi kemudian meninggalkan kekasihnya begitu saja untuk mengejar perempuan lain?

Well, ini adalah kenyataan yang bisa kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.

Jika seorang perempuan membuat permainan, maka laki-laki yang mengikuti permainan itu mungkin hanya sekadar bermain-main juga.

Karena itu saya katakan, perjuangan yang dilakukan oleh seorang laki-laki untuk mendapatkan gebetannya belum tentu menunjukkan rasa sayangnya terhadap gebetannya itu. Bisa jadi ia hanya sekadar menikmati sebuah tantangan.

Ketika ia berhasil menaklukkan tantangan itu dan kemudian sang gebetan jatuh ke dalam pelukannya, bisa jadi ia akan mencari tantangan dan permainan lain yang lebih seru. Tentu saja tantangan dari perempuan lainnya.

Oke, perjuangan dan pengorbanan seorang laki-laki memang bisa juga mencerminkan rasa sayangnya terhadap sang gebetan. Tapi, agak lucu juga bila si perempuan akhirnya merasa cukup puas dengan perjuangan dan pengorbanan tersebut.

Si perempuan memang bisa bilang bahwa si lelaki menyayanginya karena telah melakukan pengorbanan. Tapi bukankah perempuan tidak hanya mengharapkan rasa sayang saja, tapi juga kesetiaan?

Perempuan sering kali berkesimpulan bahwa sayang itu berarti setia. Padahal, sejatinya keduanya berbeda, meskipun kelihatannya sama.

Orang yang menyayangi kita belum tentu setia, tapi orang yang setia pasti menyayangi kita. Oleh karena itu, seorang perempuan mestinya mencari laki-laki yang setia, bukan sekadar laki-laki yang menyayanginya.

Masalahnya, kalau memang besarnya rasa sayang laki-laki bisa dilihat dari besarnya perjuangan yang ia lakukan, lantas bagaimana cara mengetahui besarnya kesetiaan seorang laki-laki?

Well, itu adalah hal yang sulit.

Saking sulitnya, kebanyakan perempuan malas memikirkannya.

Mereka akhirnya lebih memilih untuk fokus melihat seberapa besar perjuangan yang dilakukan oleh seorang laki-laki. Karena ia merasa, dari situ ia bisa melihat seberapa jauh laki-laki itu menyayanginya.

Kalau begitu, seharusnya ia tidak perlu kaget ketika laki-laki itu kelak meninggalkannya. Sebab kita tahu, perasaan sayang bisa bercabang.

33 Responses to “Laki-laki dan Perempuan”


  1. 1 aqied September 7, 2014 at 10:36 am

    well. semalam juga aku habis ngobrol ngalor ngidul sama temen2 jomblo, sama yg hobi bribik, smp yg lagi deket sama pacar orang. rumit banget ya

  2. 3 Beby September 7, 2014 at 11:44 am

    Aku kebanyakan punya banyak temen cowok. Dan mereka selalu bilang, mereka sayang sama pacar mereka tapi belom bisa untuk setia. Apalagi usia masih muda. Katanya, masih boleh lah mencari yang betul-betul cocok dan nyaman. Hahah.. Kan kampret beud😀

  3. 8 Beby September 7, 2014 at 11:48 am

    Btw, kenapa Bang Ditter jomblo? *eh*

  4. 11 Nunu El Fasa September 7, 2014 at 1:36 pm

    Bener banget kata si winda. Kudu usaha hehehe

  5. 13 Vinda Filazara September 7, 2014 at 4:56 pm

    Nah, itu makanya kenapa dianjurkan nikah muda. ya biar rasa sayangnya bener-bener setia. Gimana mau bercabang, orang tanggung jawab ke satu istri aja beratnya masyaAllah. hehe.
    Tapi yakin deh, kalau sudah nikah dijamin peluang untuk bercabang benar-benar menipis. *semangat nikah muda*😀

    • 14 Andriyatna September 8, 2014 at 7:16 am

      seperti aku berarti.
      lebih memilih untuk nikah diusia muda.
      istriku cinta pertamaku dan terakhir, ^_^

      • 15 Vinda Filazara September 8, 2014 at 9:20 am

        Subhanallah~ mabruk🙂 Semoga jodoh dunia akhirat, aamiin.
        Kalau boleh tahu, nikah di usia berapa bang? *kepo*😀

    • 16 Kimi September 8, 2014 at 9:17 am

      Siapa yang menganjurkan untuk menikah muda, Mbak? Terus, bagaimana caranya dengan menikah muda, kemudian rasa sayang yang ada sudah cukup untuk membuat pasangan muda itu untuk saling setia?

      • 17 Vinda Filazara September 9, 2014 at 5:38 am

        Bukankah sudah dijelaskan dalam hasir Rasulullah yg shohih. InsyaAllah begini bunyinya : Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)
        Wallahua’lam bishshowab🙂

        Mengenai caranya, silahkan bertaya pada yg sudah berpengalaman langsung *colek yg punya blog*😀

      • 18 Ditter September 10, 2014 at 7:43 am

        Colekannya kurang kerasa, jadi aku nggak tau😀

  6. 19 Kimi September 8, 2014 at 9:10 am

    Coba kita perhatikan, ada berapa banyak laki-laki yang pada masa awal pendekatan begitu gigih berjuang, tapi kemudian meninggalkan kekasihnya begitu saja untuk mengejar perempuan lain?

    Kampret. –”

    Well, anyway, sekarang sih aku berprinsip cinta itu tidak sekadar kata. Kalau ada cowok yang katanya sayang, aku akan bilang, “Kalau lo memang sayang sama gue, ya buktikan. Ngomong doang tanpa pembuktian itu bullshit. Karena ngomong itu gampang.”

    Ya, kira-kira begitulah.😛

  7. 21 chandra iman September 8, 2014 at 12:32 pm

    nambahin, alasan lainnya adalah karena nasibnya lagi sial #kaborrr

  8. 23 Pypy September 8, 2014 at 1:16 pm

    Yang penting usaha dulu, Dit😀

  9. 25 ysalma September 8, 2014 at 3:57 pm

    kenapa Jomblo? kalau saya lebih meyakini yang ini Dit : belum ketemu yang pas, kalau udah memang pasangannya, ketemu, ngelak kemana2 baliknya juga ke dia lagi🙂 Semangat memilah yang pas di hati dan ditampilkan #eh

  10. 27 Akhmad Muhaimin Azzet September 9, 2014 at 7:23 pm

    Sebagian kawan berpendapat, ga usah dipikirkan, dijalani aja, toh pertanyaan2 itu bukan untuk dijawab, tapi dijalani, hehehehe…

  11. 29 cumilebay.com September 9, 2014 at 10:51 pm

    Jadiknp jomblo ??? karena kurang usaha ???? #Plak. aku udah usaha tebar pesona sana sini tapi tetep jomblo #keceplosan hahaha

  12. 31 kekekenanga September 11, 2014 at 6:59 pm

    kalau dari sudut pandang aku yah Ditter, wanita akan sulit mencari laki-laki yg setia, tapi wanita itu sendiri yg harus membuat laki-laki menjadi setia. Caranya : dengan menjadi wanita yg berbeda, yg sulit ditebak, karena laki-laki itu menyuka tantangan. Laki-laki senang merasa penasaran. Mereka selalu pingin tahu lebih banyak daripada yg sudah diketahui sebelumnya. Benar kata kamu, kebanyakan laki-laki yg berjuang stgh mati diawal malah milih mundur ditengah atau selingkuh, karena apa? karena wanitanya dianggap pemilik khayalan tinggi mengenai putri2 didongeng, tidak mencintai dia apa adanya. Sebagai wanita harus punya rasa percaya diri yg tinggi dan menikmati hidupnya. Karena semakin wanita memperlihatnya cintanya secara berlebihan maka si laki-laki akan makin menjauh. Laki-laki akan sangat mencintai wanita ketika dia mendapatkan wanita tsb dengan perlahan-lahan.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: