Buku Bagus

Malam minggu kemarin, berhubung tidak ada pacar yang bisa diajak jalan-jalan, maka saya pun menyambangi sebuah pameran buku sendirian. Penyelenggaranya —dalam hal ini IKAPI, menyebutnya dengan nama “Festival Buku”. Saya berangkat ke sana dengan satu tujuan, yakni sekadar melihat-lihat saja (pelit).

Ya, saya tidak berniat membeli apa-apa, sebab mendingan uangnya buat beli martabak telur saat ini buku-buku baru yang belum sempat saya baca sudah menumpuk di kamar kos. Menambah tumpukan buku itu hanya akan membuat saya merasa bersalah.

Saya ingin menghabiskan semua buku itu dulu, baru kemudian mengizinkan diri untuk membeli buku-buku lagi.

Di festival buku itu, saya melihat ada banyak sekali buku lawas bermutu yang sudah sulit didapat di toko buku. Dan kau tahu, itu adalah godaan besar buat saya.

“Sudah, dibeli saja semuanya,” kata suara setan kecil di sebelah kiri saya. “Kalau kamu tidak membelinya, kamu bakal kehilangan kesempatan untuk mendapatkan buku-buku lawas itu.”

Saya mengangguk-angguk. Baru saja saya hendak mengeluarkan dompet dari kantong, malaikat kecil di sebelah kanan tiba-tiba berkata, “Jangan khawatir, kelak kamu pasti bisa menemukan buku-buku lawas itu. Kan kamu tahu sendiri, pameran buku seperti ini lumayan sering diadakan di Jogja.”

Ia benar. Maka kemudian saya pun membenahi posisi dompet ke tempatnya semula, lalu meneruskan aktivitas melihat-lihat buku. Sementara itu, setan kecil di sebelah kiri saya tampak merengut.

Saya pulang dari festival buku dengan hati riang. Seperti biasanya, pergi ke tempat yang dipenuhi buku membuat suasana hati saya enakan. Tapi, sesampainya di kos, saya tercenung.

Saya baru sadar, ternyata ada banyak sekali buku-buku bermutu yang belum saya baca.

Bayangkan, hampir semua penulis favorit saya menyukai karya-karya Pram, tapi saya sendiri malah belum membaca Tetralogi Pulau Buru.

Saya terkesima dengan sosok Rosihan Anwar, tapi malah belum membaca 6 jilid buku Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia karyanya yang konon sangat menarik itu.

Saya menyukai tulisan-tulisan Dewi Lestari yang saya baca pada beberapa bukunya —Perahu Kertas, Rectoverso, dan Filosofi Kopi. Tapi, saya malah belum membaca buku-buku yang telah melejitkan namanya di dunia sastra: serial Supernova.

Dan puluhan atau bahkan mungkin ratusan buku bagus lainnya.

Well, tampaknya saya harus meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk membaca buku. Di dunia ini ada banyak sekali buku-buku bermutu, dan rasanya sayang sekali kalau saya sampai melewatkannya begitu saja.

31 Responses to “Buku Bagus”


  1. 1 aqied September 1, 2014 at 9:14 pm

    ini toh latar belakang twit kemarin. selain festival buku lagi ad pameran yogyakomtek tuh

  2. 3 Aul Howler September 1, 2014 at 9:58 pm

    Agree
    Malahan rasanya sisa umur kita gak bakal cukup untuk baca semua buku bagus

    Belum lagi buku dari luar negri
    bagus-bagus semuaaa

  3. 5 Vinda Filazara September 1, 2014 at 10:33 pm

    Samaaa. Kaalau lagi masuk tempat yang berbau buku tuh semacam tak mau pulaaang. Rumah kedua deh😀
    Iyah. baca buku memang tak ada duanya. Serasa punya dunia sendiri ^_^

  4. 7 Beby September 2, 2014 at 5:17 am

    Walaupun ngga ada pacar, tapi kaaaan ada mantan yang bisa diajakin, Bang.. Kayak aku tuh, jalannya ya sama mantan ku. Mueheheh..😛 *nyirikin*

    Aku sekarang kurang sempat baca buku.. Kurang punya waktu😦

  5. 10 mawi wijna September 2, 2014 at 5:32 am

    Saya penasaran buku-buku cerita/novel pewayangan terbitan tahun 80-an kok nggak pernah ada yang mau menerbitkan ulang ya? Coba ada yang menggelar festival (reproduksi) buku lawas, pasti menarik.

  6. 12 Nunu September 2, 2014 at 8:37 am

    hihihi sama, supernova aku juga belum, pernah pinjam bukunya teronggok begitu saja. Etapi pas baca perahu kertas, bablas sehari dit

  7. 14 Master Premium September 2, 2014 at 8:51 am

    saya baru gabung bikin blog nih blogwalking yuk

  8. 16 Pypy September 2, 2014 at 2:13 pm

    Samaaa.. Dikamarku juga ada bbrp buku yg belum dibaca😦 Pengen beli serial supernova tpi dah ga tau lagi mo taruh dimana dikamar kost yg super mini itu..huhuhu

  9. 18 Yulita Widya Ningsih September 3, 2014 at 6:23 am

    Baru mampir lagi ni.. iya ya.. saya jadi ingat beberapa buku yg belum sempat dibaca. Hiks

  10. 20 APK BARU September 3, 2014 at 8:32 am

    Jadi pengen baca ntu buku saya

  11. 22 ysalma September 3, 2014 at 8:04 pm

    Bukunya kirim ke saya dulu aja Dit, ntar tinggal tak kasih tau ringkasannya😀
    serial Supernova justru yang sempat baca, gegara masih jamannya kerja, bacanya juga boleh minjam di perpustakaan yg dikelola koperasi *lebih pelit* hahaha

  12. 24 royalty free music for free download September 4, 2014 at 10:04 am

    Very good blog you have here but I was curious if you knew of any discussion boards that cover the same topics discussed in this article?

    I’d really like to be a part of online community
    where I can get feedback from other knowledgeable individuals that share
    the same interest. If you have any recommendations, please let
    me know. Appreciate it!

  13. 25 cumilebay.com September 4, 2014 at 10:59 am

    Jadi JOMBLO ????? hahahaha. Kalo aku demen banget nongkrong di gramedia, buat baca gratis tapi kagak beli hahaha

  14. 27 chandra iman September 4, 2014 at 12:01 pm

    kalo saya minjemin buku, lebih dari 1 minggu lom balik, biasanya saya minta lagi bukunya, yang pasti si peminjam sepertinya tidak ada waktu untuk membaca buku tersebut🙂

    iya di kos an saya juga masih numpuk buku :p


  1. 1 Belanja Buku Pertama di Tahun 2015 | Catatan sehari-hari Trackback on January 9, 2015 at 11:14 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: