Bioskop

Selepas pulang kerja, biasanya saya suka melewati sebuah bioskop besar di kota saya. Saya perhatikan, bioskop itu sering penuh. Apabila ada film baru, maka antreannya bisa panjang sekali, bahkan hingga keluar gedung. Kalau kata Jupe, “Sampe tumpe-tumpe.”

Saya bertanya-tanya, kira-kira apa yang membuat mereka ingin cepat-cepat menonton film terbaru di bioskop hingga rela mengantre selama berjam-jam? Bahkan beberapa orang rela menonton di barisan paling depan sehingga terpaksa harus mendongak terus sepanjang film diputar. Akibatnya, otot leher mereka bermasalah setelah keluar dari bioskop.

Padahal, toh film itu tidak akan cepat-cepat dihentikan pemutarannya oleh manajemen bioskop –khususnya jika film itu tergolong laris. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu tergesa-gesa.

Kemudian saya teringat dengan sebuah peribahasa, “Takkan lari gunung dikejar.” Maksudnya, gunung tidak akan pergi ke mana-mana, jadi buat apa terburu-buru mengejarnya? Toh cepat atau lambat kita pasti akan mencapainya.

Pesan moralnya adalah, jangan kejar gunung, tapi kejarlah gebetan Anda. #LahDiaMalahCurhat

Tampaknya, alasan kenapa kita ingin cepat-cepat menonton film terbaru di bioskop adalah karena eksklusivitas.

Ya, setiap orang berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama. Ada rasa puas tersendiri yang bisa kita dapatkan jika bisa menunjukkan eksklusivitas itu di media sosial ―bahwa kita termasuk dalam golongan orang-orang pertama yang menonton film itu. Terlebih jika teman-teman di media sosial tersebut memberikan apresiasi, maka tingkat kebanggaan kita pun semakin tinggi.

Jadi bagi kalangan tertentu, yang dicari tidak hanya kepuasan menonton, tapi juga kepuasan untuk menjadi bagian dari golongan yang eksklusif tadi.

Gejala itu rupanya dapat ditangkap oleh para perencana pemasaran. Karena itulah mereka selalu menggenjot habis-habisan promosi produk terbaru pada awal peluncuran produk. Mereka ingin memanfaatkan antusiasme konsumen terhadap sesuatu yang baru.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan penjualan pada masa awal itu. Ada angka khusus yang harus mereka capai untuk menutup segala biaya produksi yang sudah dikeluarkan. Jadi ketika tiba saatnya penjualan menurun, mereka sudah melewati break-even point (BEP) dan mereguk untung.

Pengalaman saya pribadi, pada bulan-bulan pertama peluncuran buku saya, penjualannya mantap. Surel-surel dari pembaca pun berdatangan. Dalam waktu beberapa bulan saja, penjualannya sudah lebih dari seribu eksemplar.

Tapi, belakangan ini penjualannya menurun, pelan tapi pasti. Dan kata pihak penerbitnya, itu wajar, sebab buku bukan sembako. Makanya promosi sebuah buku sebaiknya digenjot habis-habisan pada masa-masa awal ―sama seperti film di bioskop.

Omong-omong, saya sudah lama nggak ke bioskop. Habis nggak ada yang nemenin, sih. #LahDiaMalahCurhat

34 Responses to “Bioskop”


  1. 1 mawi wijna August 14, 2014 at 12:19 pm

    Saya pernah dengar pernyataan, “manusia Indonesia itu makhluk paling penasaran di muka bumi” dan mungkin karena itu efeknya merembet ke hal-hal semacam ini, hehehe

  2. 3 aqied August 14, 2014 at 1:17 pm

    samaaaa maas. aku juga ud lama gak ke bioskop. gal ad yg ngajakin, apalagi ngantriin *dipentung
    lagian koq skrg makin mahal ya. jaman SMA dulu update banget film2. lah senin-jumat di 21 Solo harga nya 15rb aj. malah ad bioskop yg cm 10rb aja non cineplex.
    sekaraaang…. ;(

  3. 5 Jery Yanuarlan August 14, 2014 at 7:14 pm

    sama saya aja yuk mas kebioskopnya😀 heheh…
    iya mas, memang kebanyakan begitu ya, yah biar dibilang terdepan n gak ketinggalan juga kali ya…tapi, kalau setiap hal disikapi seperti itu (film, makanan, trend, fashion, dll) wah kelihatannya bakal konsumtif sekali ya kita2 ini

  4. 7 duniaely August 14, 2014 at 9:21 pm

    Semoga cepat ketemu sama yang mau nemenin ke Bioskop ya🙂

  5. 9 monicakrisna August 15, 2014 at 1:57 am

    Salah satu alasan kenapa bioskop selalu penuh itu kak adalah peer pressure. Misalnya nih temen kita semua udah nonton film A nanti mereka bahas kan tuh gimana filmnya sedangkan kita belom nonton terus pasti kita jadi cengo sendiri deh kalo kaya gitu soalnya ga ngerti apa2. Kan malesin….😛

  6. 11 Irvan Robiansyah August 15, 2014 at 5:46 am

    luangkan sedikit waktu untuk nonton bioskop bagus juga sis, menghilangkan penat dipikiran kalo lagi capek dan stres🙂

  7. 13 yayack August 15, 2014 at 7:05 am

    apakah itu juga termasuk syndrome “latah”? saya tidak tau, yang pasti ada beberapa orang yg begitu antusias pengen nonton film karena ikut2an temmanya sendiri. termasuk saya hehehee

  8. 15 chandra iman August 15, 2014 at 8:52 am

    kalo saya mah sedapetnya aja lah, syukur2 nonton pas awal, kalo nga awal juga gpp, yg penting nonton nya nyaman🙂

  9. 17 nuellubis August 15, 2014 at 11:28 am

    Wah jadi makin nggak sabar nunggu novel major ku terbit, Mas. Udah pengen promosi habis-habisan juga nih. Hehehe

  10. 19 partnerinvain August 15, 2014 at 3:27 pm

    aku sih denger orang yang nonton duluan aja dulu sama searching internet tentang film itu kalau ngga menarik-narik amat ntar-ntar saja nontonnya, aku orang yang kalau suka suatu film suka nonton film yang sama berkali-kali…di TV atau DVD tapi….hahahaha

  11. 21 Aul howler August 15, 2014 at 9:39 pm

    Mending

    Lah ini yang nemenin nonton bioskop ada, bioskop nya gak ada wkwk

    ada sih bioskop di sini. ada tiga
    tapi kudet (kurang update) gitu
    jadi males
    mana tempatnya kurang bersih

    akhirnya lebih nyaman tunggu keluar versi downloadable nya dan nonton di rumah wkwkwkwk

    http://aul-home.blogspot.com/

  12. 23 Beby August 16, 2014 at 2:38 pm

    Aku banyak yang mau nemenin Bang, tapi cowok semua.. Wakakakakkk..😀

    Sekarang sih rada sayang mau nonton di bioskop. Mihil bingits! -_-

  13. 29 yusmantara August 16, 2014 at 9:34 pm

    Nice post sob, tapi di kota saya gak ada bioskop, mendingan beli kaset DVD aja hehe. Salam kenal sebelumnya sob, kunjungan balik nya ya gan di blog saya yang sepi nih

  14. 32 Pypy August 22, 2014 at 3:25 pm

    Gw termasuk orang yang seneng nonton film di awal pemutaran😀 Tapi kalau ngantri banget sih ogah yah.. Kalo gw sih krn suka sebel kalo misal belum nonton tapi trus tiba2 ada temen dgn tampang excited cerita panjang lebar soal tu film.. Hadehh.. Jadi ga penasaran lagii dehh..😀 Macam Expendables 3 kmren kan dah bocor tuh sebelum tayang. Jadi banyak yg dah nonton dvd or dl-an.. Menyingkir deh tiap mereka ngebahas..hhhahaa


  1. 1 Tentang Menulis | Catatan gado-gado Trackback on September 4, 2014 at 9:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: