Keterbatasan

Dulu setelah melewati masa-masa ujian skripsi, saya masih sering main ke perpustakaan fakultas untuk mengisi waktu luang. Di perpustakaan, saya membaca skripsi-skripsi karya kakak angkatan yang katakanlah sudah menjadi “tokoh nasional”. Misalnya Mayong Suryo Laksono, Darmaningtyas, Puthut E.A., Eka Kurniawan, dan beberapa dosen yang tulisannya sering muncul di media massa.

Luar biasa, skripsi mereka bagus-bagus sekali. Padahal, kondisi mereka dulu sangat terbatas. Saat itu komputer belum digunakan secara luas. Kalau mau cari referensi, maka harus membaca buku-buku tebal dalam bahasa asing, sebab dulu belum banyak buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Mau cari bahan di internet? Kesempatan untuk itu belum ada.

Untuk membuat skripsi, mereka harus menulisnya dulu di lembaran kertas, baru kemudian dibawa ke rental komputer untuk diketik. Bahkan banyak juga skripsi yang hanya diketik pakai mesin tik.

Kondisinya berbeda sekali dengan mahasiswa generasi zaman saya. Kalau kami butuh referensi, maka tinggal cari di internet pakai mesin pencari. Buku-buku bagus juga sudah banyak yang diterjemahkan.

Tapi bagaimana dengan kualitas skripsi kami?

Well… saya dan beberapa kawan dengan legowo berpendapat bahwa kualitas skripsi kami jauh di bawah skripsi generasi lama.

Ternyata kemudahan tidak lantas membuat kita mampu menghasilkan sesuatu yang mengagumkan. Sebaliknya, karya-karya monumental justru lahir dari keterbatasan.

Bung Karno melahirkan banyak karya emasnya saat sedang berada di pengasingan. H. Agus Salim sanggup menguasai berbagai bahasa asing meskipun dulu belum ada Google Translate. Dan kita tahu, J.K. Rowling mulai menulis serial Harry Potter dalam kondisi miskin. Dia menulisnya di atas lembaran kertas sembari menjaga bayinya.

Menurut pendapat saya, keterbatasan justru membuat seseorang menjadi fokus. Sementara itu, fokus merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan karya-karya besar.

Keterbatasan membuat mereka tekun dan sabar sehingga apa yang mereka pelajari benar-benar merasuk ke dalam akal dan pikiran.

Ini berbeda dengan kemudahan yang sedang kita rasakan di zaman sekarang. Melimpahnya sumber informasi dan hiburan di internet justru membuat kita mudah terdistraksi. Dulu dosen saya pernah bilang, salah satu tantangan besar generasi muda saat ini adalah masalah fokus.

Begitulah, kemudahan tidak lantas membuat kita sukses. Justru kalau kita tidak berhati-hati, kemudahan bisa menggelincirkan kita pada kemalasan.

Kekurangan atau keterbatasan memang merupakan cobaan. Tapi ternyata kelebihan dan kemudahan pun demikian.

Jadi, jangan berkecil hati jika saat ini kita sedang berada dalam keterbatasan. Sebab, kenyataannya keterbatasan justru memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kita untuk melahirkan karya-karya abadi.

Oh iya, selamat menyambut hari raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan. Selamat makan ketupat dan opor ayam.🙂

Stop!

Stop!

28 Responses to “Keterbatasan”


  1. 1 Jery Yanuarlan July 27, 2014 at 11:48 am

    karena memang keterbatasan juga membuat kita keluar dari zona nyaman ya mas, dan katanya yang berani keluar dari zona nyaman lah yang akan berhasil…katanya sih begitu🙂

  2. 3 Kimi July 27, 2014 at 12:32 pm

    Aku pernah ngobrol2 sama temanku. Aku tanya kok kenapa ya sekarang ini kita jarang menemukan pemikir2 yang bikin teori baru atau gebrakan baru. Beda dengan jaman dulu dimana banyak ilmuwan, filsuf, dan orang2 hebat lainnya bisa menghasilkan teori dan karya baru. Temanku itu bilang karena jaman dulu pas mereka galau mereka langsung merenung dan menulis. Beda dengan kita sekarang ini pas galau langsung curhat di media sosial. Oke… Masuk akal.😆

    Dan itu mirip dengan tulisanmu kali ini sih.🙂

  3. 5 mawi wijna July 27, 2014 at 12:47 pm

    Jadi, ada orang, dia ini miskin, apa-apa serba terbatas. Trus dengan keterbatasan yang dia miliki itu, dia berjuang untuk melepaskan diri dari keterbatasan. Salah satu caranya supaya dia tak lagi miskin.

    Suatu ketika, apa yang diusahakannya itu terjadi juga. Dia tak lagi miskin. Apa-apa dengan mudah dapat ia peroleh. Maka seketika itu juga semangat juangnya menurun, karena ia sudah terbebas dari keterbatasan.

    Jadi, apa sebaiknya orang ini tetap terbatas namun berdaya juang tinggi, ataukah sebaliknya?

    • 6 Ditter July 31, 2014 at 11:23 am

      Sebaiknya dia meningkatkan targetnya, meskipun dia sudah kaya raya. Istilahnya keluar lagi dari zona nyaman. Dengan begitu, semangat juangnya pasti bakal meningkat lagi. Lalu, kira-kira target apa yg sebaiknya ia kejar? Menurut saya, bikin sesuatu yg bermanfaat bagi banyak orang, khususnya orang-orang yg kesusahan, hehe….

  4. 7 monicakrisna July 27, 2014 at 1:57 pm

    Keterbatasan itu bikin pressure kak makanya orang-orang yang penuh keterbatasan (fisik,ekonomi,dkk) biasanya gak ragu-ragu mau keluarin effort yang gede karena mereka benar-benar pengen keluar dari zona keterbatasan tersebut. Makanya gak usah heran kalo denger cerita dulu si A miskin tau-tau sekarang jadi orang sukses, kuncinya ya karena keterbatasan itu bikin setiap orang jengah. Masalahnya yang sukses itu ketika jengah ya berusaha tapi ada juga yang jengah kerjannya cuma meratap. Hehehe.

  5. 9 masroh July 27, 2014 at 4:53 pm

    tanpa kita duga duga, dalam keterbatasan sebenernya kita bisa menghasilkan sesuatu yang mengagumkan😉
    selamat hari raya idul fitri juga:)

  6. 11 masdjie July 28, 2014 at 4:44 am

    Selamat hari raya… minal ‘aidzin walfaidzin yaaaa..🙂
    Memang benar keterbatasan itu ujian, begitu juga kelapanang. Dan semua itu akan mengantarkan banyak hikmah bila kita berkenan mentadaburinya😀

  7. 13 aqied July 28, 2014 at 3:34 pm

    IDi rumah nenek ni aku kadang suka liat liat skripsi2 jaman dahulu. Gilaaaa yg arsitek atau teknik gitu gambar2nya pke kertas bermeter2 n pake tangan. Pensil sama rapido donk. Gak kebayang gimana mereka2 ngerjain skripsinya

  8. 16 running man ep 205 part 2 July 30, 2014 at 7:55 am

    Greetings from Florida! I’m bored to tears at work so I decided to browse your site oon my iphone during
    luncch break. I love the info you provide here and can’t wait to ake a look when I get home.
    I’m shocked at how fast your blog loaded on my phone .. I’m not even using WIFI, just 3G ..
    Anyways, superb site!

  9. 18 mhilal July 30, 2014 at 10:10 pm

    Saya yakin, hasil ditentukan oleh prosesnya. Kamu menyebut orang2 macam Darmaningtyas, Eka Kurniawan dll. itu memang orang-orang yang berproses tidak main-main. Proses mahasiswa sekarang tidak sebanding dengan mereka. Makanya hasil skripsinya juga tanggung. itu menurut saya sih :p

  10. 20 nuel August 1, 2014 at 12:50 am

    Nyindir saya banget nih >_<

  11. 22 Beby August 1, 2014 at 11:50 am

    Iyaaa.. Ngerasanya jugak gitu… Ini skripsi kapan kelarannyaaaaah.. -_-

    *iket kepala
    *kerjain abstrak

  12. 24 Chandra Iman August 4, 2014 at 12:36 pm

    karena sekarang lebaran sudah lewat, kapan kawin? :p #kaburr

  13. 26 Las Vegas Washer Service August 4, 2014 at 8:36 pm

    Thank you a lot for sharing this with all of us you actually recognise what you’re talking approximately!
    Bookmarked. Please also discuss with my website =).

    We could have a link trade arrangement among us

  14. 28 putricisompet August 8, 2014 at 10:34 pm

    dulu saya pernah merasakan keterbatasan itu,
    waktu belum punya laptop sendiri, ngerjain tugas kuliah selalu cepet beres jauh-jauh hari karena musti ngrental,, hehe
    Nah sekarang udah punyaa… ampuuunnn,, pengennya ditunda aja..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: