Ayah Saya Tukang Tambal Ban

Beberapa tahun yang lalu, saat ayah saya tidak memiliki pekerjaan, beliau mendapat seperangkat alat shalat dibayar tunai tambal ban dari kawannya.

Saya kurang tahu bagaimana ceritanya sang kawan tiba-tiba mewariskan alat tambal ban itu kepada ayah saya. Sepertinya sih sekadar iseng belaka. Sang kawan sudah tidak membutuhkan alat itu lagi, sedangkan ayah saya tertarik untuk memilikinya.

Setelah mempelajari seluk beluk cara menambal ban yang baik dan benar, akhirnya ayah saya membuka jasa tambal ban di depan rumah. Kondisinya saat itu cukup menyedihkan. Bayangkan, beliau belum punya kompresor, jadi hanya mengandalkan pompa tangan buatan Cina Tiongkok. Ya, tentu saja itu sangat melelahkan.

Entah apa yang terjadi dengan ayah saya jika beliau dulu juga menerima jasa tambal ban truk kontainer.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya ayah saya bisa membeli sebuah kompresor listrik bekas. Sebenarnya kompresor itu sudah agak rusak, tapi ayah memperbaikinya hingga akhirnya bisa dipakai.

Beliau memang pandai memperbaiki barang-barang elektronik bekas. Saat mudanya dulu, beliau dijuluki MacGyver, sebab sering memperbaiki berbagai perangkat elektronik dengan alat dan bahan seadanya, dan herannya sering kali berhasil.

Hal ini sangat berbeda dengan saya. Untuk memperbaiki hubungan dengan mantan saja tidak bisa, apalagi memperbaiki alat elektronik.

Sejak punya kompresor, usaha ayah saya lumayan lancar, dan tentunya beliau jadi tidak terlalu lelah.

Sekilas, pekerjaan ayah saya itu remeh temeh. Tapi, ternyata bisa bernilai juga bagi orang lain. Kenapa begitu? Jadi begini ceritanya….

Pada malam hari, jalan di depan rumah kami sangat sepi. Tapi, sesekali ada juga sepeda motor yang melintas. Beberapa di antara mereka kadang-kadang harus menerima nasib malang, yakni ban sepeda motornya bocor.

Kalau begitu, tentu mereka harus menuntun sepeda motornya. Tapi mau sampai mana? Menuntun sepeda motor yang bannya bocor sangatlah melelahkan. Apalagi jalanan cukup gelap, sepi, dan menyeramkan.

Jadi, pilihan terbaik adalah mengetuk pintu rumah tukang tambal ban, dan minta tolong kepada si tukang untuk menambalkan ban sepeda motornya.

Nah, sudah tidak terhitung pintu rumah kami diketok tengah malam atau dini hari oleh orang yang membutuhkan jasa tambal ban. Biasanya ayah saya segera bangun dan kemudian menambalkan ban mereka. Jadi, mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.

Sebenarnya ayah saya bisa saja menolaknya. Beliau berhak untuk istirahat, sebab sebelumnya sudah bekerja seharian. Tapi demi alasan kemanusiaan, beliau mau-mau saja menambalkan ban sepeda motor mereka. Jadi niatnya benar-benar menolong.

Kalau niatnya hanya untuk uang, itu benar-benar tidak mungkin. Sebab, biaya tambal ban sangatlah kecil. Bagi sebagian orang bahkan mungkin tidak ada artinya. Paling-paling cuma seharga parkir mobil selama beberapa jam di sebuah mal besar di ibu kota.

Begitulah, walaupun ayah saya cuma tukang tambal ban, tapi saya sangat bersyukur karena beliau masih diberi kesempatan untuk menolong orang yang kesusahan.

Well, semoga beliau selalu sehat. Amin.🙂

32 Responses to “Ayah Saya Tukang Tambal Ban”


  1. 1 duniaely July 21, 2014 at 9:45 pm

    Aamiin … pasti banyak yang terkenang jasa ayah nih terutama mereka yang pernah ngetuk pintu malam malam buat menambalkan ban, kebayang khan kalau ditolak karena nggak semua penambal ban mau melayani jasa nambal saat sudah tutup waktunya, salut buat beliau🙂

  2. 3 Nunu El Fasa July 21, 2014 at 10:56 pm

    Sisi lain seorang tambal ban yang kadang profesinya dipandang sebelah mata. Btw emang si mantan itu barang bekas ya dit :p

  3. 5 Amri Evianti July 22, 2014 at 3:54 am

    sedih baca ceritanya, Jiwa sosial yang begitu luar biasa. Tapi ngakak ketika baca kisah anaknya jangankan memeprbaiki peralatan memeprbaiki hubungan ma mantan aja nggak bisa *kwkwk sama akay aku hahaha*

  4. 7 nuel July 22, 2014 at 9:44 am

    Jadi belum baik hubungan nya sama mantan nih? #eh

    :p

  5. 9 ysalma July 22, 2014 at 11:55 am

    nilai sosial yang baik sudah di beri contoh langsung oleh Sang ayah, bukan hanya masalah uang,
    tinggal direalisasikan dengan mantan, hanya masalah rasa yang sudah tak sejalan.

  6. 13 Chandra Iman July 22, 2014 at 1:53 pm

    kasian banget dah nasib anaknya yah… langsung kasih list nomor yang bisa di telpon (kantor polisi, rumah sakit, dll)

  7. 15 kekekenanga July 22, 2014 at 2:27 pm

    ini udah terharu dari kisah sang ayah yang mmng gk pernah leleh dan mengeluh dalam mencari nafkah,, tiba-tiba di buat ngakak dengan kisah anaknya.. hhahaa..

    SAlam untuk ayah superr

  8. 17 Jery Yanuarlan July 22, 2014 at 10:40 pm

    karena tak selamanya segala sesuatu dinilai dengan nominal uang ya mas….
    kok ceritanya sama ya mas, saya juga rasanya susah memperbaiki hubungan dengan mantan😀

  9. 19 aqied July 23, 2014 at 1:46 am

    pahlawan banget ayahnya.

    aku pernah ngalamin bocor ban tengah malam 2x. di jalan raya jalur Surabaya-Solo sekitar mojokerto. mencari tambal ban diselingi hembusan angin yang ditinggalkan sumber kencono tiap kali ia melintas.

    Aamiin untuk kalimat terakhirnya.

  10. 21 bebyrischka July 23, 2014 at 6:10 am

    Kebaikan kecil kebanyakan bernilai besar ya, Bang.. *sok bijak* *tumben ngga pake cekikikan* *lagi solo traveling* *pamer*

  11. 23 ochimkediri July 23, 2014 at 12:08 pm

    tanpa mereka, motor sehebat apapun akan terlihat ga berguna kalo ban bocor😀

  12. 27 BangKoor July 24, 2014 at 10:28 am

    Aamiinn.. sosok ayah memang selalu jadi hero dalam keluarga ya mas. Nggak peduli apapun pekerjaannya, ia adalah pahlawan..

    Btw, memperbaiki hubungan dengan mantan memang lebih sulit ketimbang memperbaiki barang elektronik kok mas

  13. 28 tonggietheodora July 27, 2014 at 9:33 pm

    aminnnn… makasi untuk insporasinya. Ayah kamu hebat!🙂

  14. 29 jan August 1, 2014 at 6:28 pm

    jadi ingat waktu dulu sepeda motoran ke jogja. ban bocor tengah malam.🙂

    ngemeng2, templatenya ganti nih. jadi lebih segar dan… silau.

  15. 30 Andri March 1, 2015 at 1:14 pm

    Mas Andri bangga sma Papin..dan ga malu walau Papin cma tukang tambal ban..Papin sma Mami adalah orangtua terbaik di dunia..


  1. 1 THR | Catatan gado-gado Trackback on August 2, 2014 at 11:34 am
  2. 2 Anak Perempuan dan Ayahnya | Catatan gado-gado Trackback on August 18, 2014 at 8:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: