Meriung

Beberapa hari yang lalu, salah satu teman kuliah saya iseng bikin group chat di Whatsapp, lalu mengumpulkan teman-teman satu angkatan ke dalam group chat tersebut. Tak disangka, teman-teman yang lain merasa antusias. Mungkin karena sudah lama tidak berkumpul, sebab setelah wisuda, kami semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Akhirnya group chat itu pun menjadi ramai. Kami asyik meriung di sana.

Kebetulan kampus saya adalah kampus yang kecil. Di kampus itu, kami mempelajari filsafat. Konon kampus kami kurang diminati, jadi mahasiswanya pun sangat sedikit. Angkatan saya sendiri jumlahnya kurang dari 40 mahasiswa.

Kami sering dianggap tidak biasa oleh teman-teman dari fakultas lain. Ada yang bilang cara berpikir kami ribet, nggak jelas, dan tulisan kami sulit dipahami. Tak hanya itu, ada juga yang menganggap kami terlalu dekat dengan atheis, komunis, serta paham-paham “kiri” lainnya. Dan yang lebih parah, ada yang menganggap kami rentan gila.

Awalnya kami merasa tersinggung juga dianggap seperti itu. Tapi, lama-kelamaan kami bersikap santai saja. Selanjutnya kami malah sering menertawakan diri sendiri.

Misalnya, kebetulan letak fakultas kami persis berada di seberang fakultas psikologi. Teman saya pun berkelakar, “Pasti pihak universitas sengaja membangun fakultas kita di sini. Jadi nanti kalau ada mahasiswa filsafat yang berubah gila, tinggal dibawa ke seberang sana saja.”

Kami semua tertawa terbahak-bahak.

Begitulah, jumlah kami sedikit, dan kadang-kadang cara berpikir kami sulit diterima oleh “kalangan umum”. Tapi hal ini malah membuat kami jadi semakin dekat.

Gurauan kami bukan gurauan biasa. Sering kali kami membuat kelakar soal suku, agama, ras, dan hal-hal sensitif lainnya. Bukannya tersinggung, kami semua malah tertawa terpingkal-pingkal.

Mungkin kalau kami membawa candaan itu ke tempat umum, orang-orang akan melempari kami dengan bom molotov.

Kini, kami berkumpul lagi lewat teknologi, lewat keisengan salah satu teman yang membuat group chat. Pada hari pertama itu, Whatsapp saya aktif seharian, dari sahur sampai sahur lagi. Kita semua bercanda, saling mencela, dan juga tertawa-tawa.

Sekali lagi, jumlah kami memang tidak seberapa, dan kadang-kadang kami dianggap mudah gila. Tapi, kita tahu, orang-orang besar pengubah dunia pun jumlahnya sangat sedikit, dan mereka pernah dianggap sebagai “orang gila” karena cara berpikir yang tidak biasa.

Itu berarti kami keren, hahahaha…. *tertawa pongah.

Teman-teman, jangan buru-buru menganggap saya sombong. Itu hanya gurauan kami semata. Gurauan kecil yang sering kami lontarkan untuk menghibur diri.

Semoga kawan-kawan kampus saya di sana selalu sehat, dan tetap semangat dalam meraih cita-cita. Amin!

24 Responses to “Meriung”


  1. 1 Nunu El Fasa July 8, 2014 at 10:19 am

    Wkwkkwkw…. bagiku orang filasafat itu kereeeeeen…..

  2. 3 ysalma July 8, 2014 at 12:27 pm

    saya selalu angkat topi untuk anak filsafat,
    melihat dan membaca yang tersirat bukan tersurat aja.

  3. 5 Kimi July 8, 2014 at 12:33 pm

    Aku selalu salut kok sama anak-anak filsafat. Dan, menurutku, anak2 filsafat dan psikologi itu 11-12.😆

  4. 7 ALVI ALEVI July 8, 2014 at 1:01 pm

    Setuju banget kalo orang yang sering dianggap “berpikir gila” sebenernya adalah orang yang punya kemampuan diatas kemampuas berpikir orang biasa..
    Semoga bisa menjadi “pemikir dan penulis gila” ya dit..

  5. 9 mawi wijna July 8, 2014 at 3:31 pm

    Kapan-kapan klo saya lewat Jl. Kaliurang, saya coba deh melongok ke kampus yang katanya bikin rentan gila itu, hehehe.

  6. 11 Richo A. Nogroho July 8, 2014 at 4:07 pm

    Obrolan yang dibahas sensitif, tapi pendengarnya sudah saling mengerti yah, bukan maksud hati menjatuhkan atau sebagainya. saya juga begitu dengan teman-teman, Mas, obrolan yang benar-benar mengupas aneka keberagaman. tapi sudut pandang kami sejalan, jadi benar seperti yang Mas katakan, kalau orang lain mungkin akan ‘kaget’ mendengarnya. jadi ingat temant-teman kampus😀, kalau buat group ramenya kadang di awal, huihihi.

  7. 13 Beby July 8, 2014 at 4:11 pm

    Ngahahah.. Aku dulu ada 2 semester makul Filsafat dan dapet A donk! *bangga* berarti aku jugak orang-orang seperti Abang..😀

  8. 17 duniaely July 8, 2014 at 6:42 pm

    Kebayang Chat rame rame begitu seperti apa ya serunya😀

  9. 19 Jery Yanuarlan July 8, 2014 at 10:21 pm

    aamiin…beda itu indah kan ya mas😀 jadi mending kita nikmati saja hal tersebut😀

  10. 21 BangKoor July 9, 2014 at 10:46 am

    Aku sekarang kuliah satu angkatan cuma 6 orang loh mas. Hehe..

    Jadi inget dulu, saat pertama kali buat group untuk angkatan di Facebook. Awalnya iseng aja. Trus member nambah terus. Sampe akhirnya itu group jadi group resmi. Tempat sharing informasi, cerita-cerita, kadang jg sedikit bergosip. Jadi merasa senang itu group bisa jadi berguna

  11. 23 Chandra Iman July 10, 2014 at 9:25 am

    wuih keren ambil filsafat🙂
    keren tuh🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: