Menentukan Pilihan

Seperti yang kita tahu, pilpres kali ini begitu riuh. Tim kampanye masing-masing capres mengerahkan berbagai cara untuk menjaring pemilih, mulai dari cara yang “kampungan” hingga cara yang sangat intelek.

Kampanye negatif pun turut menjadi bagian dalam keriuhan pilpres kali ini. Meskipun membuat suasana jadi tidak nyaman, tapi paling tidak kita jadi tahu kelemahan masing-masing capres, termasuk capres yang kita idolakan. Hal ini membuka mata kita bahwa kedua capres bukanlah sosok sempurna sehingga kita tidak perlu memuja mereka secara berlebihan.

Saya perhatikan, orang-orang masih sibuk membanding-bandingkan kedua capres. Dan yang lebih menyedihkan lagi, mereka masih sibuk berselisih, membela capres masing-masing, dan mencari-cari kekurangan capres lawan.

Ganti Fokus

Padahal jika kita hanya fokus di situ, maka kita tidak akan beranjak ke mana-mana. Sebab, membanding-bandingkan kedua capres tidak akan pernah ada habisnya. Di sisi lain, pilihan harus segera ditentukan mengingat waktu yang sudah mepet. Karena itulah kita perlu berganti fokus. Tidak hanya melihat kedua capres, tapi juga memperhatikan siapa saja yang merapat kepada mereka.

Menurut saya, ini cukup penting, sebab merekalah yang nantinya akan menjadi mitra sang capres dalam menjalankan pemerintahan.

Presiden yang kita anggap jujur dan tegas saya rasa tetap tidak akan bisa menjalankan pemerintahan dengan bersih apabila mitra-mitranya adalah orang-orang yang bermasalah.

Pada masa awal pilpres, kita bisa melihat, ada kubu yang berkoalisi secara spontan, seolah-olah tidak membicarakan pembagian kekuasaan. Sementara itu, ada juga kubu yang menunda-nunda berkoalisi, seperti sedang memainkan sebuah strategi. Negosiasi dan lobi-lobi dilakukan, membicarakan jatah kekuasaan.

“Kalau lo bisa ngasih gue ini, gue bakal ngikut lo. Kalau nggak, wassalam,” mungkin kurang lebih seperti itu. Inilah yang disebut dengan politik dagang sapi.

Dan selanjutnya kita pun tahu, tersiar kabar bahwa salah satu capres menjanjikan kursi menteri kepada seorang petinggi partai yang akhirnya mau berkoalisi dengannya.

Sama-sama Layak

Terlepas dari berita negatif yang datang silih berganti, saya menganggap kedua capres yang berkompetisi sama-sama layak dipilih. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tidak bijak rasanya jika kita mendewakan salah satunya, dan kemudian mencela calon lainnya.

Tapi supaya tidak bingung, saya mengambil langkah lanjutan, yakni memperhatikan siapa saja yang merapat kepada masing-masing capres. Siapa saja yang nantinya akan menjadi mitra sang capres dalam menjalankan pemerintahan bila akhirnya ia menang dan terpilih menjadi presiden.

Cara ini sederhana, tapi saya kira cukup solutif untuk dijadikan dasar dalam menentukan pilihan kita.

Teman-teman pun mungkin sudah menggunakan cara ini, tapi tentunya dengan sudut pandang dan keyakinan masing-masing. Karena itulah pilihan kita bisa saja berbeda. Tapi, kita tahu, hal itu bukanlah suatu masalah.

Jadi, selamat memilih, teman-teman! Salam dua jari! :p

34 Responses to “Menentukan Pilihan”


  1. 3 Richo A. Nogroho July 5, 2014 at 5:58 pm

    Semoga saja, politik bagi-bagi jatah menteri tidak terjadi lagi yah, Mas. meski sulit dipercaya, karena khawatir saja kalau tidak berkompeten, bisa dibayangkan kabinetnya di isi oleh (maaf) yang begituan. wih, salamnya berupa kode, tuh😛

  2. 5 Kimi July 5, 2014 at 6:03 pm

    #Salam2Jari #TegasPilih2

  3. 7 catatanrinagahayu July 5, 2014 at 6:52 pm

    #salam3jari:D

  4. 10 Vicky Laurentina July 5, 2014 at 7:40 pm

    Salam lima jari! *dadah dadah*

  5. 13 masroh July 5, 2014 at 8:09 pm

    salam 20 jari aja deh😀 wkwk sukses yah yg nanti mau nyoblos.

  6. 15 Beby July 5, 2014 at 8:38 pm

    Aih.. Sama-sama salam dua jari doooh..😛

  7. 18 BangKoor July 6, 2014 at 7:17 am

    hmm.. bagi-bagi kekuasaan. Tabu tapi jelas menganga ya mas..
    Miris rasanya

  8. 20 putricisompet July 6, 2014 at 7:57 am

    ini kampanye juga? hehe

  9. 22 ALVI ALEVI July 6, 2014 at 12:10 pm

    Salam2Jari juga Dit..
    Semoga Indonesia mendapat pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab terhadap nasib NKRI..

  10. 24 ririn July 6, 2014 at 4:09 pm

    sebuah pilihan yang sulit ya mas, tapi mau tidak mau kita tetap harus pilih salah satu😉

  11. 26 nuellubis July 6, 2014 at 4:19 pm

    Endingnya….. =D

    Salam tiga jari deh
    😛

  12. 28 mawi wijna July 6, 2014 at 4:34 pm

    Kok saya malah jadi khawatir ya Mas Bro? Kampanye hitam sampai sebegitu fanatiknya, bisa-bisa presiden terpilih malah digulingkan oleh kelompok oposisi dan bakal terjadi krisis perang saudara seperti yang terjadi di Mesir dan Suriah hanya karena pemimpin negara…

    Amit-amit jabang bayi! >.<

  13. 32 duniaely July 7, 2014 at 2:14 pm

    Insya Allah hari ini aku milih nih😛

  14. 34 t-mobile in schaumburg July 28, 2014 at 11:42 pm

    This piece of writing will assist the internet people for building up new weblog
    or even a weblog from start to end.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,985 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: