Bahasa Inggris

Kalau tidak salah ingat, dulu pas masih SMP, saya menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Saya sering mendapat nilai yang bagus untuk mata pelajaran itu. Dan bahkan —lagi-lagi kalau tidak salah ingat, saya menjadi murid kesayangan Bu Susi, guru Bahasa Inggris saya yang cantik dan seksi itu.

Dulu saat teman-teman saya senang menyanyikan lagu dari Sheila on 7, Boomerang, Jamrud, Gigi, dan sebagainya, saya malah hobi mendengarkan lagu-lagu dari Westlife, Backstreet Boys, M2M, Britney Spears, Christina Aguilera, dan The Corrs.

Mungkin itu yang dulu membuat saya tidak terlalu kesulitan memahami pelajaran Bahasa Inggris.

Tapi, itu adalah cerita indah pada masa lalu.

Menginjak bangku SMA, saya tidak cocok dengan cara mengajar guru Bahasa Inggris saya. Menghadapi mata pelajaran itu, saya sering stres, kesal, lalu menyerah. Pada akhirnya Bahasa Inggris menjadi momok yang sangat menakutkan bagi saya.
Selama bertahun-tahun berikutnya, saya selalu menghindari hal-hal yang berbau Bahasa Inggris.

Pada awal kuliah, saya pernah mendapatkan tugas untuk membedah teks berbahasa Inggris. Meski tidak suka, tapi mau tidak mau saya harus mengerjakannya. Pada saat itulah saya mulai menyadari bahwa saya kesulitan menghafal arti kosakata bahasa Inggris. Saya kelelahan sendiri membolak-balik kamus.

Mungkin ini disebabkan alam bawah sadar saya tidak menyukai bahasa asing itu.

Sepanjang masa kuliah, saya berusaha menghindari literatur berbahasa Inggris. Saya selalu mencari sumber kedua yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Sungguh sebuah kerugian besar, sebab sebenarnya ada banyak sekali sumber-sumber pengetahuan penting yang ditulis dalam bahasa internasional itu.

Nah, baru sekarang ini saya menerima akibatnya. Pekerjaan saya saat ini menuntut saya untuk sering terlibat dengan berbagai literatur. Gawatnya, kebanyakan literatur itu ditulis dalam bahasa Inggris.

Ingin menangis rasanya ketika harus membaca teks-teks itu, namun tidak bisa memahaminya. Atau kadang-kadang paham, tapi ternyata apa yang saya pahami tidak begitu tepat.

Kalau begini terus, lama-lama karier saya bisa jalan di tempat.

Kita tahu, bisa dibilang saat ini bahasa Inggris merupakan hal yang biasa. Keponakan saya yang sekolah di SD internasional itu saja sudah bisa berbicara pakai Bahasa Inggris. Hal ini membuat saya semakin ketakutan.

Saya khawatir, kalau tidak segera berbuat sesuatu, saya bisa terlindas oleh kemajuan zaman.

Karena itu, saya berniat untuk belajar bahasa Inggris lagi.

Harapan saya sih tidak muluk-muluk. Saya cuma ingin punya kemampuan untuk bisa memahami teks bahasa Inggris dengan baik. Itu saja sudah cukup. Syukur-syukur bisa punya istri bule dari Inggris.

Sebagai langkah awal, saya harus mengubah mindset saya, bahwa saya tidak membenci bahasa Inggris.

Banyak teman yang menyarankan agar saya belajar lewat film berbahasa Inggris. Saran itu sudah lama saya dengar, tapi tidak kunjung saya lakukan. Sebab, saya tidak mau kenikmatan menonton film terganggu karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh para tokoh di film itu.

Makanya selama ini saya selalu menonton film yang ada subtitle bahasa Indonesianya.

Tapi, sekarang saya mau mencobanya. Belajar bahasa Inggris lewat film.

Saya memimpikan, kelak ketika membaca sebuah literatur berbahasa Inggris, saya tidak lagi menangis putus asa karena tidak mengerti apa-apa, tetapi justru menangis bahagia karena bisa memahaminya.

30 Responses to “Bahasa Inggris”


  1. 1 aqied June 23, 2014 at 10:33 pm

    aku sempet ikutan EEC di Sadhar, mas. awalnya sih iseng aja buat sambilan skripsi. tp ternyata lumayan bikin suka bahasa inggris. sayangnya skrg karna jarang dipraktekkin, menguap lagi. ;(

    • 2 Ditter June 24, 2014 at 8:03 am

      Wa ini! Aku berencana ke sana juga. Pertengahan tahun depan…. Moga-moga cocok….

      • 3 aqied June 24, 2014 at 9:59 am

        Tambah mahal ya skrg. Setahun lagi donk? Kayanya tiap semester buka kelas baru koq. Modelnya kaya kuliah gitu. Banyak tugas, ada batas minimum absen, dll.
        Aku yang tahun ke dua nya gak selesai. Hihi

  2. 4 Beby June 23, 2014 at 10:33 pm

    Kalo mau nangis ya nangis aja, Bang. Ngapain ditahan-tahan. Kan nyesek. Bahahah😀

    Semoga bisa dapet istri bule dari Inggris, yang seseksi Bu Susi ya.. Amiiiin..

  3. 6 Dunia Ely June 23, 2014 at 10:33 pm

    Baca postingan ini aku jadi kangen mengajar bahasa Inggris lagi nih🙂

    Semoga kesampaian punya istri dari Inggris ya😀

  4. 8 mawi wijna June 23, 2014 at 11:10 pm

    Ah, jadi inget, dulu pas SMP aku punya guru bahasa Inggris yang nyentrik. Namanya Pak Taufik, panggilannya Mr. T. Dia yang pertama kali sukses mencekoki diriku supaya seneng lagu pop Inggris. Kenapa? Karena di salah satu ulangan harian, kami diwajibkan nyanyi lagu pop di depan kelas!

    Waktu itu aku sama sekali nggak hobi dengerin lagu pop Inggris. Akhirnya ya dapet nilai jelek dan mesti ikut “remedial”. Bahan remedialnya, ya menghapal lirik lagu bahasa Inggris! Aku masih inget, judul lagunya “Eternal Flame” yang dinyanyikan oleh “Human Nature”.

    Lain lagi pas kelas satu SMA. Karena waktu itu guru bahasa Inggris hanya ada dua orang, maka guru bahasa Inggris yang sudah pensiun terpaksa ditugaskan lagi. Namanya Bu Retno, sudah sepuh banget (60-an kayaknya), dan sialnya… galaknya bukan main! Di tiap pertemuan, kami disuruh menghapal kosakata bahasa Inggris, dan bakal ada tes acak. Kalau nggak bisa menjawab, selain dapat nilai jelek juga harus siap dibentak dan dimarahi. Pokoknya, kelas neraka lah.

    • 9 Ditter June 25, 2014 at 8:41 pm

      Wih, nyentrik banget Pak Taufik, hahhaa….

      Setelah lulus dari kelas Bu Retno, berarti jadi tambah jago bahasa Inggris dong, Mas? Hehe….

      • 10 mawi wijna June 25, 2014 at 9:49 pm

        Ya nggak juga, hahaha. Jadi ngerti banyak kosa kata aneh sih iya, Tapi perkara ngomong sama nyusun kalimat macamnya past tense, past perfect, dll, itu ya… ga tau bener atau salahnya, hahaha.

  5. 11 ysalma June 24, 2014 at 8:48 am

    Nasib tragis ini juga menimpa saya, hiks. dulu saya kehilangan kesempatan bekerja si perusahaan2 impian hanya gara2 bahasa Inggris yang jeblok, masih pasif. Begitu bekerja di perusahaan Korea selama 8 tahunan, bahasa Inggris pasif saya malah kabur semua, bhasa Korea pun tak bisa😥 .

  6. 13 ALVI ALEVI June 24, 2014 at 9:04 am

    coba mulai belajar ngobrol sama orang terdekat menggunakan bahasa inggris. Sama adek, kakak, pacar atau teman. Soalnya kita gak bisa belajar sendiri. Harus ada lawan bicara dan tutornya. Sama kaya cara bayi belajar ngomong dimana gak perlu dengan film cukup ngomong sebisanya sama orang terdekat.

  7. 16 Flez June 24, 2014 at 9:43 am

    Ayo Bang semangat belajar bahasa inggrisnya, katanya kan pengen punya pasangan kayak Gwen Stacy😀

  8. 18 Pypy June 24, 2014 at 10:18 am

    Syukur-syukur bisa punya istri bule dari Inggris. haha gak kuat bagian ini.. Eh tpi ikut aminin deh😀

    Iya betul, coba aja ikutin serial barat gitu pake subtitle english. Pasti lgsg berasa peningkatannya.😀

  9. 20 Chandra Iman June 24, 2014 at 10:24 am

    bikin postingan bahasa inggris yuk mas🙂

  10. 22 BIM Latino estafa June 24, 2014 at 2:00 pm

    Howdy, i read your blog occasionally and i own a similar one and i
    was just curious if you get a lot of spam responses?
    If so how do you protect against it, any plugin or anything
    you can suggest? I get so much lately it’s driving me crazy so any assistance is very much appreciated.

  11. 24 catatanrinagahayu June 24, 2014 at 10:25 pm

    smg mimpinya sgr tercapai y mas! sm sy jg lg mw belajar TOEFL mas…huaaaaa…
    wah, belajar lewat film seru bgt tuh mas…apalagi flm kartunnya…:D

  12. 26 Bibi Titi Teliti June 30, 2014 at 4:13 pm

    Nah itu bener banget tuh mas…banyakin nonton film dalam bahasa Inggris…
    Saranku sih film pendek aja tapi yang banyak dialog everyday conversation nya aja…

    Dulu aku sering banget nonton Friends tuh mas, dan kalo dividi ada subtitle b Inggris nya juga lho,…

    Selamat belajar yah mas🙂

  13. 28 dhidy awdiyan July 7, 2014 at 5:15 pm

    Menyukai lagu-lagu inggris bisa mempercepat proses belajar bahasa inggris lho.😀

    #blogwalking mampir juga ke blog ane ya ..


  1. 1 Bukan Malaikat | Catatan gado-gado Trackback on June 27, 2014 at 8:42 pm
  2. 2 Status FB | Catatan gado-gado Trackback on July 31, 2014 at 9:22 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,988 other followers

Selamat Datang!

Kategori

Twitter

Arsip


%d bloggers like this: